<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186</id><updated>2012-02-16T16:52:45.257+07:00</updated><category term='R. Buletin'/><category term='Nazhor'/><category term='Ta&apos;aruf'/><category term='Pacaran'/><category term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><category term='Menikah'/><category term='Kedokteran nabi'/><category term='Penyaki'/><title type='text'>Ibnu Abdurrahim</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1783148502086575291</id><published>2011-01-16T01:01:00.001+07:00</published><updated>2011-01-16T01:11:00.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menikah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nazhor'/><title type='text'>Nazhor Sebelum Menikah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pemuda yang hendak menikahi seorang wanita, bolehkah dia memandang wanita tersebut, bagaimana batasannya, dan kapan diperbolehkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Abu Abdirrahman, aris…@gawab.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Haramnya seorang lelaki memandang wanita yang bukan mahramnya termasuk dalam kategori tahrimul wasilah. Artinya, diharamkan karena merupakan wasilah (perantara) yang akan menyeret kepada perkara inti yang memang haram pada asalnya. Sehingga seluruh wasilah dan dzari’ah (jalan) menuju perkara tersebut ditutup oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dengan cara diharamkan. Kaidah ini dikenal di kalangan ulama dengan istilah saddudz-dzari’ah (menutup jalan/wasilah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang pengharamannya termasuk dalam bab ini, bisa dibolehkan ketika ada hajat (tuntutan) kebutuhan meskipun bukan darurat. Ini adalah ushul (prinsip hukum) yang dipegang oleh Al Imam Ahmad, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (23/186-187, 214-215).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, tatkala seorang lelaki berhajat untuk memperistri seorang wanita dan sebaliknya, maka hajat tersebut menuntut untuk saling mengenal terlebih dahulu. Sehingga keduanya menikah tidak secara membabi buta, yang mengandung resiko timbulnya penyesalan di kemudian hari dan berakibat tidak harmonisnya kehidupan rumah tangga mereka berdua.&lt;br /&gt;Syariat yang penuh hikmah dan bijaksana ini menginginkan terciptanya rumah tangga yang harmonis, yang terbina di atas cinta dan kasih sayang, agar pasangan suami istri hidup tenang dan bahagia. Dengan demikian keduanya akan memiliki ‘iffah (mampu menjaga diri dari perzinaan dan perkara-perkara yang menyeret kepada perbuatan zina) serta mampu ber-ta’awun (bekerja sama dan saling membantu) dalam menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjaga diri dari maksiat. Demikian pula berbagai maslahat lainnya yang merupakan tujuan disyariatkannya pernikahan. Wallahu ‘alimun hakim (Allah Maha Tahu lagi Maha Bijaksana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memenuhi tuntutan hajat ini, maka seorang lelaki yang hendak menikahi seorang wanita diizinkan untuk melakukan nazhor (melihat dan mengamati dengan seksama) wanita yang hendak dilamarnya. Sebagaimana dalam hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Apabila salah seorang kalian melamar seorang wanita, hendaklah dia memandang bagian tubuhnya yang akan menjadikannya tertarik untuk menikahinya, jika dia mampu melakukannya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan selainnya, dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 99 dan Al Irwa` no. 1791)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yang mengisahkan seorang lelaki yang datang dan mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa dia telah melamar seorang wanita dari kalangan Anshar. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ اْلأَنْصَارِ شَيْئًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Apakah engkau telah melihatnya?” Lelaki itu menjawab: “Belum.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Hendaklah engkau melihatnya terlebih dahulu karena pada mata wanita-wanita Anshar ada sesuatu.” (HR Muslim, Ahmad dan An-Nasa`i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum nazhor. Sebagian mereka mengatakan hukumnya mubah (boleh), dan sebagian yang lain mengatakan sunnah mustahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Asy Syarhul Mumti’ (5/125-126, cetakan Darul Atsar): “Yang benar dalam masalah ini hukumnya sunnah (karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkannya). Jika seseorang telah mengenalnya tanpa melakukan nazhor maka tidak ada hajat baginya untuk melakukan nazhor. Seperti halnya bila dia mengutus seorang wanita yang benar-benar dia percayai untuk mengenali wanita yang hendak dipinangnya (dan dia bersandar dengan berita dari wanita itu). Meskipun demikian, pada hakekatnya nazhor orang lain tidak cukup mewakili nazhor yang dilakukan sendiri. Karena boleh jadi wanita itu cantik di mata orang lain, namun belum tentu cantik di mata sendiri (Karena kecantikan adalah sesuatu yang relatif). Boleh jadi wanita itu dinazhor dalam keadaan gembira dan riang, yang tentu saja berbeda jika dinazhor dalam keadaan sedih. Juga, terkadang wanita yang dinazhor berusaha untuk tampil cantik dengan berdandan menggunakan make up, sehingga disangka cantik padahal tidak demikian hakikatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa nazhor yang syar’i memiliki beberapa persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nazhor hanya terbatas pada bagian tubuh tertentu. Batasan ini diperselisihkan para ulama. Dalam hal ini, Al Imam Ahmad memiliki tiga riwayat (pendapat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat pertama sama dengan pendapat jumhur ulama, yang mengatakan bahwa yang boleh dilihat adalah sebatas wajah dan telapak tangan.&lt;br /&gt;Riwayat kedua, beliau berpendapat bahwa boleh untuk melihat bagian tubuhnya yang biasa nampak dan terlihat dalam kesehariannya ketika di rumah saat bersama mahramnya, seperti wajah, kepala, leher, lengan, dan betis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah dalam Al Mughni menerangkan riwayat ini: “Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan untuk nazhor secara mutlak, baik dengan seizin dan sepengetahuan si wanita yang bersangkutan ataupun tidak, berarti beliau mengizinkan untuk melihat apa yang biasa terlihat dalam kesehariannya ketika di rumah bersama mahramnya. Karena ketika melakukan nazhor secara diam-diam tanpa seizin dan sepengetahuan si wanita, maka tidak mungkin membatasi diri hanya melihat wajah saja. Bahkan bagian-bagian tubuh lainnya yang biasa nampak tentu akan terlihat pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ketiga sama dengan pendapat Azh Zhahiriyah, yakni boleh melihat seluruh bagian tubuh tanpa kecuali. (Lihat Al Mughni, 6/387-388, Tahdzib Sunan Abi Dawud hadits no. 2068, dan Nailul Authar, 6/111)&lt;br /&gt;Dan yang rajih adalah riwayat/pendapat kedua dari Al Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaikh Al Albani berkata dalam At Ta’liqat Ar Radhiyyah ‘ala Ar Raudhatin Nadiyyah (2/154): “Jika hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu tidak menunjukkan apa yang dikatakan Ibnu Hazm (yakni pendapat Azh Zhahiriyyah) maka tidak diragukan lagi bahwa hadits tersebut menunjukkan makna lebih dari batasan yang disebutkan oleh jumhur. Wallahu a’lam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaikh Al Albani juga berkata dalam Ash Shahihah (1/157): “Riwayat yang kedua dari Al Imam Ahmad lebih dekat kepada dzahir (Makna hadits yang nampak dan terpahami secara langsung) hadits dan praktik para shahabat. Wallahu a’lam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini juga dipilih oleh Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu dalam Asy Syarhul Mumti’ (5/126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata: “Jika dia belum melihat sesuatu yang menjadikan dia tertarik pada nazhor yang pertama, boleh baginya untuk mengulangi nazhor untuk yang kedua atau ketiga kalinya.”&lt;br /&gt;Hal ini karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan secara mutlak tanpa membatasi satu kali saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nazhor dilakukan tanpa khalwat (berduaan). Karena tidak ada tuntutan hajat dan maslahat untuk ber-khalwat. Bahkan bisa menjatuhkan keduanya dalam perkara-perkara yang melanggar syariat, sehingga hal ini tetap haram hukumnya. Jadi, nazhor dilakukan dengan cara ditemani oleh wali atau mahram si wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata: “Jika tidak mungkin (nazhor ditemani walinya) maka boleh bagi si lelaki untuk bersembunyi di tempat yang akan dilewati wanita tersebut dan mengamatinya secara diam-diam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Nazhor dilakukan tanpa disertai syahwat. Karena wanita tersebut belum menjadi istrinya, sehingga tidak dibenarkan dia bersenang-senang dengan memandanginya disertai syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nazhor dilakukan apabila si lelaki telah bertekad untuk melamar si wantia. Jika sekedar coba-coba, atau barangkali dan barangkali, maka tidak dibenarkan. Karena pada asalnya, nazhor hukumnya haram. Hanya saja diizinkan ketika ada kebutuhan dan maslahat pernikahan. Sehingga nazhor tidak boleh melampaui apa yang diizinkan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Nazhor dilakukan apabila ada ghalabatuzh zhann (persangkaan kuat) bahwa lamarannya akan diterima. Seandainya dia seorang yang fakir atau miskin, kemudian menazhor anak seorang pejabat, atau seorang lanjut usia menazhor seorang gadis belia, perawan dan cantik, maka kemungkinan besar lamarannya akan ditolak. (Al Mughni, 6/387-388, Asy Syarhul Mumti’, 5/126-127)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Terakhir, sebagai peringatan, Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata dalam Asy Syarhul Mumti’ (5/126): “Tidak boleh melakukan percakapan dengan wanita yang dinazhor saat melakukan Nazhor. Karena percakapan lebih membangkitkan syahwat dan lebih menggoda untuk menikmati suaranya dari sekedar Nazhor. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: ‘Hendaklah ia memandang dari tubuhnya’, bukannya mengatakan: ‘Hendaklah dia mendengar suaranya’.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Asy Syari’ah no. 28/III/1428 H/2007 halaman 69-71.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al Makassari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1783148502086575291?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1783148502086575291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1783148502086575291&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1783148502086575291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1783148502086575291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2011/01/nazhor-sebelum-menikah.html' title='Nazhor Sebelum Menikah'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-2432699893687874616</id><published>2011-01-16T00:58:00.002+07:00</published><updated>2011-01-16T01:01:09.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ta&apos;aruf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pacaran'/><title type='text'>Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al Makassari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orang-orang kafir negeri Barat dan lainnya, kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala), dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram), pergaulan bebas, dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum, dan umat Islam secara khusus, maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. Bukankah kehancuran Bani Israil—bangsa yang terlaknat—berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُوْنَ. كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوْهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi ‘Isa bin Maryam. Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan.” (Al Ma`idah: 79-78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR Muslim, dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita, dengan sabda beliau:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan, padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ikhtilath, yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath, sekalipun dalam pelaksanaan shalat. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Dan seusai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiam sejenak, tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid, untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dalam Shahih Al Bukhari. Begitu pula pada hari Ied, kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied, namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang, jauh dari shaf kaum lelaki. Sehingga ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam usai menyampaikan khutbah, beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرِهَا، وَخَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah shaf terdepan.” (HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek, dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki sehingga merupakan shaf terbaik. Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah, maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama, dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat. Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah. Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?” (Lihat Fatawa An Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath, hal. 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar’i dengan menutup seluruh tubuhnya—karena seluruh tubuh wanita adalah aurat—sesuai perintah Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al Ahzab ayat 59 dan An Nur ayat 31, tanpa melakukan tabarruj (memamerkan perhiasan dan bagian-bagian tubuh yang indah dan menarik serta bagian tubuh lainnya yang mengundang syahwat lelaki, yang seharusnya ditutup) karena Allah subhanahu wa ta’ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al Ahzab ayat 33, juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan yang lainnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;وَلْيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلاَتٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur (pengharum ruangan berupa asap dari kayu tertentu yang harum dan dibakar) untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 53:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوْهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) maka mintalah dari balik hijab. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung. Asy Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat, karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Juga karena persaksian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap para shahabat, baik lelaki maupun wanita, termasuk istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim. Demikian pula, dalil-dalil Al Qur`an dan As Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil.” (Lihat Fatawa An Nazhar, hal. 11-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran, sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah, instansi-instansi pemerintah dan swasta, atau tempat-tempat yang lainnya. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Khalwat, yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram. Padahal Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلىَ النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita.” Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: “Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mereka adalah kebinasaan.” (Muttafaq ‘alaih, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)&lt;br /&gt;Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga, sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;كُتِبَ عَلىَ ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ: الْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا اْلاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهُ الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهُ الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata. Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya, maka itulah zina kalbu. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan; atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, pada syarah hadits no. 16 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (Al Isra`: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حِدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR Ath Thabarani dan Al Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 226)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Tidak. Demi Allah, tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya), melainkan beliau membai’at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan).” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan pandangan, Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam surat An Nur ayat 31-30:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ – إِلَى قَوْلِهِ تَعَلَى – وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan)—hingga firman-Nya—Dan katakan pula kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun suara dan ucapan wanita, pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan), dan tidak boleh melembutkan suara. Demikian juga dengan isi pembicaraan, tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang. Allah shallallahu ‘alaihi wasallam berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Maka janganlah kalian (para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).” (Al Ahzab: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah para wanita datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya, lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing, karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Wallahul musta’an (Allah-lah tempat meminta pertolongan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.&lt;br /&gt;Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلاَ يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوْكٌ لاَ مَالَ لَهُ، انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor, yaitu melihat wanita yang hendak dilamar. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Asy Syari’ah no. 29/III/1428 H/2007 hlm. 65-70.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-2432699893687874616?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/2432699893687874616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=2432699893687874616&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/2432699893687874616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/2432699893687874616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2011/01/taaruf-syari-solusi-pengganti-pacaran.html' title='Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1039961715813191601</id><published>2011-01-03T02:48:00.002+07:00</published><updated>2011-01-03T02:52:48.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyaki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kedokteran nabi'/><title type='text'>Penyakit Syahwat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai istri para Nabi, kalian tidak sama dengan wanita muslimah manapun jika kalian bertakwa. Karenanya, janganlah kalian berbicara (terlalu) lembut sehingga menimbulkan keinginan kuat kaum lelaki yang dalam hatinya terdapat penyakit.&lt;/span&gt; (QS. Al Ahzab: 32)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1039961715813191601?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1039961715813191601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1039961715813191601&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1039961715813191601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1039961715813191601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2011/01/penyakit-syahwat.html' title='Penyakit Syahwat'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-490475144062972616</id><published>2010-12-11T02:11:00.002+07:00</published><updated>2010-12-11T02:14:58.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kedokteran nabi'/><title type='text'>Penyakit Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambahkan penyakit mereka. (QS. Al Baqarah: 10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TQJ7-QFw5lI/AAAAAAAAAEQ/zGW4-3Kefi4/s1600/istanabukuislam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TQJ7-QFw5lI/AAAAAAAAAEQ/zGW4-3Kefi4/s320/istanabukuislam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549134000275121746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penyakit yang bersemayam dalam hati ada dua macam, yaitu penyakit subhat disertai keraguan dan penyakit syahwat yang disertai kesesatan. Al Qur an menyebutkan dua penyakit tersebut dalam firman Allah SWT sebagi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambahkan penyakit mereka. &lt;/span&gt;(QS. Al Baqarah: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengataan), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai peri\umpamaan. &lt;/span&gt;(QS. Al Muddatstsir: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman brkaitan dengan orang yang tidak mau menjadikan Al Qur an dan Sunnah sebagai dasar mereka dalam mengambil sebuah keputusan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan ketika diseru kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu agar (Rasul) menegakkan hukum di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Namun, apabila keputusan itu menguntungkan, mereka akan datang kepada Rasul dengan patuh. Apakah di dalam hati mereka terdapat penyakit,  ataukah mereka ragu, ataukah mereka khawatir bahwa Allah dan Rasul-Nya akan berlaku zhalim terhadap mereka? Sebaliknya, merekalah orang-orang yang zhalim &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(QS. An Nur: 48-50)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menerangkan penyakit subhat yang membawa keraguan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-490475144062972616?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/490475144062972616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=490475144062972616&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/490475144062972616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/490475144062972616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/12/penyakit-hati.html' title='Penyakit Hati'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TQJ7-QFw5lI/AAAAAAAAAEQ/zGW4-3Kefi4/s72-c/istanabukuislam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4895887144632190703</id><published>2010-09-21T23:42:00.003+07:00</published><updated>2010-09-22T00:21:19.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='R. Buletin'/><title type='text'>Menjaga Lisan dari mengutuk/Melaknat</title><content type='html'>Laknat, memiliki dua makna dalam bahasa arab:&lt;br /&gt;Pertama: Berkenaan mencerca&lt;br /&gt;Kedua  : Bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaknat seorang muslim termasuk dosa besar. Tsabit bin Adl Dlahhak r.a. berkata: "Rasulullah Saw. bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya.'&lt;/span&gt;" (HR. Bukhari). Ucapan Nabi Saw. dijelaskan oleh Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalani r.a. dalam kitabnya Fathul Bari: "Karena jika ia melaknat seseorang maka seakan-akan ia mendo'akan kejelekan bagi orang tersebut dengan kebinasaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, perangai jelek ini bukanlah milik seorang Mukmin. Sebagaimana Nabi Saw. bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Bukanlah seorang Mukmin itu seorang yang suka mencela, tidak pula seorang yang suka melaknat, bukan seorang yang keji dan kotor ucapanya."&lt;/span&gt;(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaknat itu bukan pula sifat orang-orang yang jujur dalam keimanannya. Nabi Saw. bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tidak pantas bagi seorang sidiq (jujur) untuk menjadi seorang yang suka melaknat."&lt;/span&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw. bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat."&lt;/span&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Dawud r.a. meriwayatkan dari hadis Abu Darda r.a. bahwasannya Nabi Saw. bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Apabila seorang hamba melaknat sesuatu maka laknat itu naik ke langit, lalu tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu turun ke bumi, lalu ia mengambil ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan kelapangan, maka ia kembali kepada orang yang dilaknat jika memang berhak mendapatkan laknat dan jika tidak ia kembali kepada orang yang mengucapkannya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang dikecualikan dalam larangan melaknat ini, yakni kita boleh melaknat para pelaku maksiat dari kalangan muslimin namun tidak secara ta'yin (secara langsung dengan menyebut nama pelakunya). Beliau Saw. menggambarkan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Allah melaknat wanita yang membuat tato,  wanita yang minta dibuatkan tato, wanita yang mencabutkan alisnya, wanita yang minta dicabutkan alisnya, dan melaknat wanita yang mengikir giginya untuk tujuan memperindahnya, wanita yang merubah ciptaan Allah Azza wa Jalla."&lt;/span&gt;(HR. Bukhari. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.&lt;/span&gt;" (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw. bersabda: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal karena mereka telah sampai/menemui (balasan dari) apa yang dulunya mereka perbuat.&lt;/span&gt;" (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui buruknya perangai ini dan ancaman serta bahayanya yang akan di terima oleh pengucapnya, maka hendaklah kita bertakwa kepada Allah Ta'ala. Janganlah kita membiasakan lisan kita untuk melaknat karena kebencian dan ketidaksenangan pada seseorang. Kita bertakwa kepada Allah dengan menjaga dan membersihkan lisan kita dari ucapan yang tidak pantas dan kita basahi selalu dengan kalimat thayyibah. Wallahu a'lam bis shawwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4895887144632190703?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4895887144632190703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4895887144632190703&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4895887144632190703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4895887144632190703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/menjaga-lisan-dari-mengutukmelaknat.html' title='Menjaga Lisan dari mengutuk/Melaknat'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4824781131435210756</id><published>2010-09-03T02:33:00.004+07:00</published><updated>2010-09-03T03:27:32.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Menjaga Rahasia</title><content type='html'>Dari Aisyah r.a.: Kami semua, istri Rasulullah Saw., selalu setia berda di sisinya. Suatu hari, Fatimah, putri Rasulullah Saw. datang menghampirinya. Demi Allah, cara berjalannya tidak berbeda dengan cara berjalan Rasulullah Saw. Ketika melihatnya, Rasulullah Saw. segera menyambutnya seraya berkata, "Selamat datang, wahai putriku!" Beliau lalu mempersilahkan duduk di samping kanan atau kirinya. Lalu, beliau membisikkan sesuatu kepadanya. Tiba-tiba, ia tertawa. Melihat hal itu, aku bergumam tentang dirinya, "Rasulullah Saw. telah mengistimewakan dirimu atas istri-istrinya dengan suatu rahasia, lalu apa yang menyebabkanmu menangis??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika, Rasulullah Saw, pergi, aku bertanya kepada Fatimah, "Apa yang telah dibisikkan Rasulullah Saw. kepadamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatmah menjawab, "Aku tidak akan membuka rahasia Rasulullah Saw."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah Saw. wafat, aku berkata, "Aku bersumpah demi kebenaran yang pernah kamu janjikan kepadaku. Apa yang telah Rasulullah Saw. bisikkan kepadamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah menjawab, "Adapun sekarang, tidak apa-apa. Ketika berbisik kepadaku, pada bisikan pertama, beliau memberitahukan kepadaku, 'Jibril biasanya membacakan Al Qua an sekali dalam setahun, tetapi sekarang ia membacakannya dua kali. Aku yakin bahwa-hal itu pertanda-ajalku telah dekat. Oleh karena itu bertakwalah kepada Allah Swt. dan bersabarlah. Sesunguhnya, sebaik-baik pendahulu adalah aku bagimu. Akupun menangis seperti yang kau lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian, ketika melihatku bersedih, beliau berbisik lagi kepadaku, 'Wahai Fatimah, tidakkah kamu senang bahwa dirimu adalah pemuka perempuan alam semesta atas pemuka perempuan umat ini?' Aku pun tertawa seperti yang kamu ketahui (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat muslim disebutkan bahwa Fatimah berkata, "Rasulullah Saw. berbisik kepadaku. Beliau memberitahu kepadaku bahwa akulah dari keluarganya yang pertama menyusul sehingga aku tertawa."&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menunjukkan keutamaan dan kedudukan Fatimah r.a. sebagai pemuka perempuan alam semesta. Hadis ini juga menunjukkan keteguahn Fatimah r.a. dalam menjaga rahasia, dan Aisyah sangat menghormati hal tersebut dan tidak berusaha mengetahui sebelum tiba waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah berkata, "Rasulullah Saw berbisik kepadaku. Beliau memberitahukan kepadaku bahwa akulah dari keluarganya yang petama menyusulnya sehingga aku tertawa." Tentang hal ini, Imam Al Nawawi berkomentar, "Fatimah tertawa gembira karena ialah orang pertama yang akan segera menyusul beliau. Hal ini menunjukkan bahwa ia lebih mementingkan akhirat dan berbahagia dengan keberangkatan ke sana dan kebebasan dari dunia ini." Selanjutnya, Al Nawawi berkata, "Ini merupakan satu, bahkan dua, mukjizat yang jelas bagi Rasulullah Saw. Beliau memberitahukan bahwa Fatimah masih hidup sepeninggalnya, tetapi ia adalah anggota keluarganya yang pertama menyusulnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hadis ini menunjukkan kesabaran seorang mukmin dalam menghadapi musibah. Seorang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, sudah semestinya bersabar setiap menghadapi musibah serta tidak cepat berbangga dan sombong ketika mendapatkan anugerah. Wallahu a'lam bish shawab.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perempuan-dalam-al-qur.html"&gt;Perempuan Dalam Al Qur 'an  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/kesetaraan-perempuan-dan-laki-laki.html"&gt;Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/keutamaan-bersedekah-bagi-perempuan.html"&gt;Keutamaan Bersedekah Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pembela-kebenaran.html"&gt;Pembela Kebenaran  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4824781131435210756?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4824781131435210756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4824781131435210756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4824781131435210756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4824781131435210756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/menjaga-rahasia.html' title='Menjaga Rahasia'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-8524864389890927675</id><published>2010-09-03T02:11:00.006+07:00</published><updated>2010-09-03T03:30:38.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Keutamaan Bersedekah Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Seorang istri Rasulullah Saw. pernah bertanya kepada beliau, "Siapakah dianatara kami yang akan menyusulmu lebih dahulu?" Beliau menjawab, "Ia yang lebih panjang tangannya." Merekapun mengambil sepotong ranting, lalu mengukur tangan masing-masing. Ternyata, Saudah yang lebih panjang tangannya. Setelah itu, tahulah kami bahwa yang dimaksud dengan tangan panjang yang lebih dahulu menyusul beliau adalah orang yang banyak bersedekah. (H.R. Al Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Aisyah berkata, "Di antara kami, yang paling panjang tangannya adalah Zainab, karena ia bekerja dengan tangannya sendiri dan suka bersedekah."&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas menjelaskan kepada kita bahwa wanita shalihah mestinya gemar berinfak. Para shabat yang mulia, baik laki-laki maupun perempuan, selalu berinfak dan bersedekah meskipun mereka tidak memilki banyak harta. Mereka bahkan berlomba-lomba untuk membantu meringankan beban orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Saudah r.a., sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, ada dua sahabat perempuan yang amat gemar berinfak dan bersedekah, yaitu Aisyah r.a. dan Zainab bintu Jahsy. Sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat, Aisyah bersedekah dengan apa yang dimilkinya, walaupun ia hanya memilki sebutir kurma. Ketika ia bersedekah, ia tida pernah memikirkan dirinya, bahkan pernah ia tidak menemukan sedikitpun makanan untuk berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga Zainab binti Jahsya r.a. Dialah yang dikatakan oleh Aisyah, "Tidak ada orang yang lebih baik daripada dirnya, yang banyak bersedekah dan sering mengorbankan diri dalam bekerja agar dapat bersedekah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dua teladan dari pribadi-pribadi pilihan. Keduanya menrupakan sosok teladan yang dapat merai drajat tinggi di sisi Allah.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/kesetaraan-perempuan-dan-laki-laki.html"&gt;Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/menjaga-rahasia.html"&gt;Menjaga Rahasia  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pembela-kebenaran.html"&gt;Pembela Kebenaran  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/senda-gurau-suami-istri.html"&gt;Senda Gurau Suami Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-8524864389890927675?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/8524864389890927675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=8524864389890927675&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8524864389890927675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8524864389890927675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/keutamaan-bersedekah-bagi-perempuan.html' title='Keutamaan Bersedekah Bagi Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1945996914298580533</id><published>2010-09-03T01:39:00.005+07:00</published><updated>2010-09-03T03:08:45.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Pembela Kebenaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Hampir setiap kali keluar rumah, Rasulullah Saw. selalu menyebut dan memuji Khadijah. Suatu hari, beliau menyebut namanya sehingga menimbulkan kecemburuanku. Aku berkata, "Wahai Rasul, bukankah Khadijah hanyalah seorang perempuan tua, dan Allah Swt. telah memberikan gantinya dengan yang lebih baik bagimu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, Rasulullah Saw. marah hingga rambut di ubun-ubunya bergerak. Kemudian, beliau bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak, demi Allah. Allah tidak menggantikan untukku seorangpun yang lebih baik daripada dirinya. Ia beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku, memercayaiku ketika orang-orang mendustaiku, membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tidak mau memberikan hartanya kepadaku, dan Allah Swt. menganugrahiku dengan anak-anaknya ketika istri-istriku yang lain tidak dapat memberikan anak kepadaku.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Setelah mendengar penjelasan beliau] Aku pun berjanji dalam hati, bahwa aku tidak akan menyebut Khadijah lagi dengan sesuatu yang buruk. (H.R. Al Bukhari, Muslim, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menunjukkan bahwa istri seorang juru dakwah, sebagaimana dijelaskan oleh Amal Zakariya Al Anshari, harus memahami beberapa hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; istri seorang juru dakwah hendaklah bersabar atas berbagai kekurangan dan keterbatasan suami yang aktif dalam kegiatan dakwah dan menghiburnya bila terlihat sedang gelisah dan sedih, dengan cara apapun yang dapat dilakukannya. Istri seorang da'i harus menjadi tempat berlindung bagi suami ketika merasa letih dan gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; Istri seorang juru dakwah hendaklah tidak mudah marah, bersikap lemah lembut, bersabar, penyayang, pemaaf, dan dermawan. Allah Swt. berfirman, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;berilah maaf dan berilah ampunan, bukankah kalian berharap agar Allah mengampuni dosa-dosa kalian...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; istri seorang juru dakwah hendaklah menyadari bahwa suami memikul tanggung jawab besar, membutuhkan semangat dan kerja keras yang terus-menerus, melelahkan dan menguras banyak energi. Oleh karena itu, ia sangat membutuhkan istri yang dapat membantu meringankan bebannya, cerdas, cerdik dan memiliki wawasan yang luas. Dengan demikian, kesabaran dan keimanannya dapat mengubah keletihannya menjadi suatu kebahagiaan, dan meringankan beban pikirannya yang penat, yang ditimbulkan oleh berbagai masalah. Suami akan merasakan kenyamanan dan ketenangan setelah melihat pandangan yang penuh simpati dari istrinya dan senyuman yang tulus darinya. Tidak ada sentuhan yang lebih lembut dan menimbulkan ketenangan suami daripada sentuhan yang datang dari jiwa yang tulus seorang istri. Suami yang sudah dewasa akan merasa seperti bayi yang sedang berasa dalam pangkuan seorang istri yang mulia. Jika demikian, istri telah melakukan sesuatu yang berarti dalam kegiatan dakwah, dan ia telah menjalankan keislamannya serta memahami berbagai persoalan dengan baik.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/menjaga-rahasia.html"&gt;Menjaga Rahasia  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/keutamaan-bersedekah-bagi-perempuan.html"&gt;Keutamaan Bersedekah Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/senda-gurau-suami-istri.html"&gt;Senda Gurau Suami Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/batasan-toleransi-terhadap-perilaku.html"&gt;Batasan Toleransi Terhadap Perilaku Buruk Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1945996914298580533?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1945996914298580533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1945996914298580533&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1945996914298580533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1945996914298580533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pembela-kebenaran.html' title='Pembela Kebenaran'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4134952675768036424</id><published>2010-09-03T01:25:00.004+07:00</published><updated>2010-09-03T02:32:59.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Senda Gurau Suami Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Atha bin Rabbah r.a.: Aku melihat Jabir bin Abdullah dan Jabir bin Umair Al Anshari sedang bercanda dengan berlempar-lemparan. Kemudian, salah seorang dari mereka berkata kepada temannya, "Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap orang yang melakukan sesuatu yang tidak ada zikir kepada Allah di dalamnya dinilai sebagai orang yang bermain-main dan melakukan kesia-siaan, kecuali empat orang, yaitu suami-istri yang bersenda gurau, seorang yang merawat kudanya (atau kendaraan yang digunakan untuk bejihad atu berbuat kebaikan-peny), seseorang yang berjalan diatas dua tujuan, dan seseorang yang megajari berenang (olah raga untuk kesehatan tubuh-peny.).&lt;/span&gt;"  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menjelaskan keutamaan istri dan suami dalam bersenda gurau dan bercanda. Ketahuilah bahwa, senda gurau dan canda tawa yang dilakukan suami istri tidak termasuk perbuatan yang sia-sia (lahw), bahkan ia dinilai ibadah kepada Allah Swt. senda gurau juga dapat menumbuhkan rasa saling percaya suami istri serta meningkatkan rasa cinta dan kasih sayang diantara keduanya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/keutamaan-bersedekah-bagi-perempuan.html"&gt;Keutamaan Bersedekah Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pembela-kebenaran.html"&gt;Pembela Kebenaran  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/batasan-toleransi-terhadap-perilaku.html"&gt;Batasan Toleransi Terhadap Perilaku Buruk Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/merusak-hubungan-suami-istri.html"&gt;Merusak Hubungan Suami -Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4134952675768036424?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4134952675768036424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4134952675768036424&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4134952675768036424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4134952675768036424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/senda-gurau-suami-istri.html' title='Senda Gurau Suami Istri'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-6947080941512351460</id><published>2010-09-03T01:10:00.004+07:00</published><updated>2010-09-03T02:10:58.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Batasan Toleransi Terhadap Perilaku Buruk Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Abbas r.a.: Seseorang menemui Rasulullah Saw. dan mengadu, "Aku punya istri yang sangat aku cintai. Namun, ia tidak pernah menolak dari tangan lain yang menyentuhnya." Tidak lama kemudian, ia bertanya,"Wahai Nabi, apakah aku harus menceraikannya?" Rasulullah Saw. menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak, bersabarlah terhadapnya dan bersenang-senagnlah dengannya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini memaparkan sifat perempuan yang tidak memiliki kesalehan dalam agamanya. Dr. Rahman Hafizh menjelaskan karakteristinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ia adalah perempuan yang suka bersenang-senang, bebas bepergian, meninggalkan shalat, bergaul bebas tanpa batas, senang bercumbu rayu, berpenampilan secara berlebihan sehingga mengundang perhatian orang lain, mengumbar senyuman dan pembicaraaan tiada berguna, selalu ikut campur dalam hal apa pun, baik yang berguna baginya maupun yang tidak berguna, lebih-lebih jika teman pergaulannya adalah wanita-wanita yang suka bersenang-senang, menyanyi dan berjoget."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Dr. Rahman tersebut semestinya mengingatkan wanita shalehah untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela. Dan, sebagai istri yang baik, membiarkan tangan orang lain menyentuh dirinya adalah sesuatu yang halal tapi di benci Allah Swt.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pembela-kebenaran.html"&gt;Pembela Kebenaran  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/senda-gurau-suami-istri.html"&gt;Senda Gurau Suami Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/merusak-hubungan-suami-istri.html"&gt;Merusak Hubungan Suami -Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/ketamakan.html"&gt;Ketamakan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-6947080941512351460?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/6947080941512351460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=6947080941512351460&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6947080941512351460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6947080941512351460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/batasan-toleransi-terhadap-perilaku.html' title='Batasan Toleransi Terhadap Perilaku Buruk Istri'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-7414297320375479587</id><published>2010-09-01T02:07:00.004+07:00</published><updated>2010-09-03T01:39:06.345+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Merusak Hubungan Suami -Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Mu'adz bin Jabal r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika seorang istri menyakiti suaminya di dunia, istrinya-di surga kelak-yakni bidadari, berkata kepada istri tersebut, 'Janganlah menyakitinya, semoga Allah membinasakan dirimu. Ia adalah tamu di sisimu dan akan segera meninggalkanmu untuk datang kepadaku."&lt;/span&gt; (H.R. Al Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Perempuan mana pun yang meminta cerai dari suaminya tanpa alasan yang dibenarkan, haram baginya mencium wangi surga."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn. Abbas r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Barang siapa merusak hubungan suami-istri, ia bukan dari golongan kami.Barang siapa merusak hubungan suami-istri, ia bukan dari golongan kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Abbas r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barang siapa mendengarkan omongan orang-orang, sementara mereka membencinya, tuangkanlah timah panas kedalam kedua telinganya.&lt;/span&gt;" (HR. Ibn Al Jauzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bin Dinar berkata, "Seorang laki-laki di Madinah memiliki adik perempuan. Musibah tiba-tiba datang dan merenggut nyawa adiknya. Laki-laki itu pun mempersiapkan pemakamannya. Pada saat pemakaman, seseorang yang membawa tas berisi uang ikut mengangkat jenazah yang hendak dimakamkan. Ia meletakkan tas itu dipangkuannya, dan karena lupa, tas itu terkubur bersama jenazah perempuan tersebut. Setelah pemakaman usai, orang itu pulang bersama para pengiring jenazah. Di tengah jalan, ia teringat pada tasnya yang raib. Ia pun segera mencari sampai ke kuburan. Setelah mengingat-ingat keberadaan tas tersebut, pemiliknya yakin bahwa tas itu ikut terkubur bersama jenazah. Ia pun segera meminta bantuan temannya: kakak perempuan yang meninggal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mereka kembali menggali kuburan itu dan menemukan tas tersebut. Kakak perempuan itu tiba-tiba ingin melihat kondisi jenazah adiknya. Ia berkata pada temannya, "Menyingkirlah, supaya aku bisa melihat jenazah adikku." Lalu ia mengangkat bagian tubuh mayat adiknya dari liang lahat. Tiba-tiba, kuburan itu seperti menyemburkan api hingga ia mengembalikan mayat ke tempatnya. Ia memanggil temanya, lalu menguruk kuburan itu lagi. Lalu, ia segera pulang dan menemui ibunya. Sang kakak bertanya, "Bunda, beritahukan kepadaku, apa yang telah dilakukan adikku selama hidupnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya balik bertanya, "Mengapa engkau menanyakannya, bukankah ia sudah meninggal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku , Bunda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya berkata, "Adikmu sering menunda-nunda shalat. Aku menduga, ketika melakukan shalat, ia pun tak pernah berwuhu terlebih dahulu. Ia juga sering mendatangi rumah tetangga ketika mereka telah tertidur, lalu mengetuk pintunya hingga menyakiti mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, itulah siksa kubur bagi orang yang sering menunda shalat dan menyakiti tetangganya. Saya perlu menekankan di sini, bahwa hadis-hadis di atas mengingatkan kita tentang perbuatan menyakiti tetangga yang bisa merusak hubungan suami istri. Ganjaran untuk tindakan ini-sebagaimana disebutkan-adalah haram mencium wangi surga dan dianggap telah keluar dari islam. Dengan demikian, perempuan saleh tidak semestinya melakukan tindakan tercela ini. Ia semestinya takut pada murka Tuhannya dan Adzab-Nya. Dan, untuk memiliki sikap demikian, ia mesti memiliki pengetahuan islam yang baik, keimanan yang kukuh, dan pergaulan dan kaum mukminah yang menjaga diri.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/senda-gurau-suami-istri.html"&gt;Senda Gurau Suami Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/batasan-toleransi-terhadap-perilaku.html"&gt;Batasan Toleransi Terhadap Perilaku Buruk Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/ketamakan.html"&gt;Ketamakan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pakaian-kebohongan.html"&gt;Pakaian Kebohongan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-7414297320375479587?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/7414297320375479587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=7414297320375479587&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7414297320375479587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7414297320375479587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/merusak-hubungan-suami-istri.html' title='Merusak Hubungan Suami -Istri'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-7430911785248066420</id><published>2010-09-01T01:52:00.004+07:00</published><updated>2010-09-03T01:25:22.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Ketamakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang perempuan tidak boleh menuntut cerai bagi saudaranya 9madunya) supaya cinta suami hanya tercurah kepadanya. Padaha, ia sudah mendapatkan bagiannya.&lt;/span&gt;" (Al Bukhari, Abu Dawud, dan Al Nasa'i)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan utama hadis di atasa adalah tentang bagaimana islam mengatur hubungan seorang istri dengan madunya. Seorang istri yang dimadu, sebagaimana dijelaskan hadis di atas, tidak boleh menuntut erai kepada suaminya dengan tujuan supaya suami lebih mencintai dirinya. Sebab, tuntutan ini bisa menyebabkan suami berlaku tidak adil kepada madunya. Padahal, dalam kasus suami yang berpoligami, biasanya sang istri sudah mengizinkan suami untuk menikah lagi karena alasan yang dibenarkan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tuntutan perceraian adalah sesuatu yang tidak baik dilakukan olaeh istri yang salihah. Sebab, meskipun hukumnya halal, perceraian atau talak adalah sesuatu yang amat dibenci Allah. Dengan demikian, tuntutan perceraian bisa mendatangkan kemurkaan Allah. Oleh karena itu, sebagai istri yang baik, jika suami telah memutuskan untuk berpoligami dengan alasan yang dibenarkan syariat, ia sebaiknya menerima cinta suami yang telah terbagi kepada istri yang lain. Ia tidak boleh berbuat curang untuk memperoleh kecintaan yang lebih besar dari suami dengan cara yang tidak patut.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/batasan-toleransi-terhadap-perilaku.html"&gt;Batasan Toleransi Terhadap Perilaku Buruk Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/merusak-hubungan-suami-istri.html"&gt;Merusak Hubungan Suami -Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pakaian-kebohongan.html"&gt;Pakaian Kebohongan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/kecemburuan-istri.html"&gt;Kecemburuan Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-7430911785248066420?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/7430911785248066420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=7430911785248066420&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7430911785248066420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7430911785248066420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/ketamakan.html' title='Ketamakan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1781401172208257058</id><published>2010-09-01T01:29:00.004+07:00</published><updated>2010-09-01T03:19:32.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Pakaian Kebohongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Asma r.a.: Seorang perempuan berkata, "Ya Rasulullah, aku punya madu (istri lain dari suaminya). Bolehkah aku berdandan untuk suamiku dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadaku?" Rasulullah Saw. menjawab, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang yang berdandan dengan sesuatu yang bukan miliknya adalah seperti orang yang mengenakan dua pakaian kebohongan.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini mengingatkan perempuan untuk bersikap jujur dalam tindakan dan penampilannya. Perempuan salihah tidak sepantasnya berpenampilan dengan sesuatu yang bukan miliknya, misalnya dengan pakaian dan perhiasan yang dipinjam dari orang lain. Sebab, tindakan seperti itu bisa melukai hati suami yang tidak mampu memberikan sesuatu yang lebih baik daripada pemberiannya. Selain itu, penampilan tersebut juga bisa disalahtafsirkan seagai pembohongan terhadap suami, lebih-lebih jika suami adalah pecemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memuat pesan agar perempuan salihah menjaga diri dari dandanan yang bukan miliknya, hadis di atas juga mengingatkan bahaya kepalsuan dalam penampilan. Hal ini sering terjadi pada perempuan-perempuan yang senang menonjolkan diri dan ingin dipuji. Mereka suka berhias dan berpenampilan palsu. Mereka juga senang mengklaim dengan penuh kebanggaan bahwa semua pakaian dan perhiasan yang mendukung penampilannya adalah harta miliknya-padahal bisa jadi semuanya adalah pinjaman. Akibatnya, mereka hanya menampilkan kebohongan di mata orang banyak, lebih-lebih di mata suami. Inilah kebohongan publik yang hanya menambah keburukan diri. Inilah contoh amat buruk yang digambarkan Rasulullah Saw. sebagai "mengenakan dua pakaian kebohongan". Semoga anda, para perempuan salihah, terhindar dari tindakan yang tidak pantas ini.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/merusak-hubungan-suami-istri.html"&gt;Merusak Hubungan Suami -Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/ketamakan.html"&gt;Ketamakan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/kecemburuan-istri.html"&gt;Kecemburuan Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/sikap-tercela-bagi-perempuan.html"&gt;Sikap Tercela Bagi Perempuan [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1781401172208257058?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1781401172208257058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1781401172208257058&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1781401172208257058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1781401172208257058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pakaian-kebohongan.html' title='Pakaian Kebohongan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4665803020349510060</id><published>2010-09-01T00:57:00.005+07:00</published><updated>2010-09-01T02:06:26.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Kecemburuan Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Aku pernah cemburu kepada perempuan-perempuan yang menyerahkan diri mereka kepada Rasulullah Saw. Aku bertanya, "Apakah perempuan boleh menyerahkan dirinya?" Ketika turun ayat: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang kamu kehendaki diantara mereka (istri-istrimu) dan [boleh pula] menggauli siapa yang kamu kehendaki&lt;/span&gt; [Q.S. Al Ahzab [33]: 51), Aku berkata, "Tuhanmu hanya mendahulukan keinginanmu." (H.R. Abu Dawud dan Al Tirmidzhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Annas r.a.: Shafiyyah mendapat kabar bahwa Hafshah berkata kepada dirinya, "Putri Yahudi." Shafiyyah pun menangis. Ketika itu, Rasulullah Saw. menemuinya, lalu bertanya, "Apakah gerangan yang menyebabkanmu menangis?" Shafiyyah menjawab, "Hafshah mengataan bahwa aku putri yahudi." Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sungguh, kamu adalah putri seorang nabi, dan sekarang kamu berada dalam lindungan seorang nabi. Dengan apalagi ia akan membanggakan diri kepadamu"&lt;/span&gt;" Selanjutya, beliau bersabda, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertakwalah kepada Allah Swt., wahai Hashah!"&lt;/span&gt;(H.R. Al Tirmidzhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas menunjukkan sesuatu yang bisa menyebabkan kecemburuan seorang perempuan dan sejauh mana hal itu berpengaruh terhadap perilaku perempuan pada umumnya, baik dalam ucapan maupun dalam perbuatan. Para ulama mengklasifikasikan kecemburuan berdasarkan jenisnya. Dalam kitab Al-Fath dijelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Asal kecemburuan adalah sifat bawaan bagi perempuan. Namun, jika berlebihan, ia menjadi sifat terela. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Atik Al-Anshari, 'Kecemburuan ada yang disukai dan ada pula yang dibenci Allah. Kecemburuan yang disukai Allah adalah kecemburuan yang disertai alasan, sedangkan kecembuaruan yang tidak disukai Allah adalah kecemburuan yang tidak disertai alasan. Pembagian ini berkenaan dengan hak laki-laki yang boleh menikahi lebih dari satu istri. Sedangkan, perempuan tidak boleh memiliki dua suami sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemburuan istri kepada suaminya atas perbuatan haram-misalnya karena suami dikhawatirkan berzina, tidak memenuhi hak sebagai suami, bersikap kasar dengan memukul istri, atau lebih mengutamakan istri yang lain dari pada dirinya-adalah kecemburuan yang bisa dibenarkan berdasarkan alasan. Namun, hal itu harus disertai indikasi-indikasi yang tampak dan didasarkan pada asumsi yang mengarah pada bukti. Jika tidak disertai indikasi dan asumsi yang mengarah pada bukti, kecemburuan itu tidak berdasar dan dibenci Allah. Adapun jika suami telah bersikap adil dan menunaikan hak masing-masing istrinya-meskipun semua istrinya belum bisa menerimanya-hal ini dimaafkan selama tidak menimbulkan perkataan dan tindakan yang diharamkan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, hadis-hadis di atas mengingatkan kita pada kecemburuan yang dilarang, yakni kecemburuan yang dapat menyebabkan munculnya perkataan atau tindakan yang diharamkan. Wallahu a'lam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/ketamakan.html"&gt;Ketamakan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pakaian-kebohongan.html"&gt;Pakaian Kebohongan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/sikap-tercela-bagi-perempuan.html"&gt;Sikap Tercela Bagi Perempuan [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/benci-karena-allah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benci Karena Allah [Baca]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4665803020349510060?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4665803020349510060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4665803020349510060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4665803020349510060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4665803020349510060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/kecemburuan-istri.html' title='Kecemburuan Istri'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-3316811628132458282</id><published>2010-08-30T01:54:00.005+07:00</published><updated>2010-09-01T01:51:33.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Sikap Tercela Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran bin Hushain r.a.: Ketika Rasulullah Saw. sedang dalam perjalanannya, seorang perempuan dari kalangan Anshar yang sedang menunggang unta berkeluh kesah, lalu mengutuk unta tersebut. Hal itu, terdengar oleh RAsulullah Saw. Beliau lalu menegurnya, "Ambillah apa yang ada padanya dan tinggalkanlah, karena unta itu telah dikutuk." Dalam riwayat lain disebutkan, "Jangan biarkan unta yang dikutuk menemani kita." 'Imran berkata, "Seolah-olah aku melihatnya berjalan di tengah orang-orang tanpa seorangpun yang menghiraukannya." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Luqaith bin Sirah: Aku berkata, "Ya Rasulullah, aku mempunyai seorang istri yang ... (ia menyebutkan kata-kata jorok istrinya)." Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cerikanlah dia!&lt;/span&gt;" Aku berkata,"Ia mempunyai seorang adik perempuan dan seorang anak." Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Suruhlah ia (berbuat baik) atau berbicaralah kepadanya jika ada kebaikan yang akan ia lakukan, dan janganlah memukul istrimu seperti memukul budak perempuanmu.&lt;/span&gt;" (HR. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas menyoroti beberapa hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; emosi perempuan sering menguasai dirinya. Sudah menjadi kodrat bahwa perempuan sangat perasa, mudah terpengaruh dan cepat marah. Inilah ciri khas perempuan: mudah meluap emosinya. Ia juga mudah terpengaruh dan cepat marah karena hal-hal yang sepele. Kadang-kadang, kita tidak merasa heran jika sosok yang halus ini berubah secara tiba-tiba. Lalu, kita melihat dia berteriak dan melemparkan kutukan kesana-kemari. Lebih buruk lagi, ia kadang tidak memehatikan dan menyadari kepada siapa ia meluapkan emosinya: orang deat atau orang jauh, teman atau kekasih, suami atau anak. Tiba-tiba, ia memutuskan silaturahmi dan tidak berbicara kepada semua kerabatnya dan temannya. Inilah satu sifat perempuan yang bisa menjerumuskannya ke Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatka bahwa pada suatu hari, seorang sahabat perempuan bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang mengapa kebanyakan penghuni neraka adalah kaum perempuan. Rasulullah Saw. menjawab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Karena mereka sering melemparkan kutukan dan mengingkari pemberian suami."&lt;/span&gt; Oleh karena itu, perempuan yang saleh semestinya menjauhi sifat-sifat yang menjerumuskan ke Neraka,  antara lain: suka mengutuk dan mengingkari pemberian suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perempuan selalu berusaha untuk mencari keridhaan Allah dan kerelaan hati suaminya, ia pasti akan meraih surga yang dijanjikan. Sebab, surga kaum hawa terletak pada kelegaan dan kerelaan hati suami disamping kepatuhan dan ketundukannya kepada syariat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang riwayat yang menjelaskan kebanyakan penghuni neraka adalah perempuan, ada sebuah hadis sahih yang mnyetakan sebaliknya.Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim ini justru diisyaratkan bahwa kebanyakan penghuni surga adalah perempuan. Diriwayatkan, Muhammad bin Sirin pernah bertanya kepada Abu Hurairah, "Tidak bermaksud membanggakan diri ataupun menyebut-nyebut kembali, aku ingin bertanya: laki-laki atau perempuan yang paling banyak menjadi penduduk surga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah menjawab, "Bukankah Abu Al Qasim (Muhammad) Saw. pernah berkata bahwa sesungguhnya rombongan pertama yang akan masuk kedalam surga laksana bulan di malam purnama, kemudian diikuti oleh kelompok bintang yang bersinar di angkasa. Masing-masing akan diiringi oleh dua orang istri (bidadari) yang sumsum tulangnya terlihat meski terbungkus oleh dangingnya; dan tidak ada seorang pun di dalam surga yang hidup membujang" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hadis terakhir ini, Imam An Nawawi berkomentar bahwa Al Qadhi berkata, "Makna tekstual hadis ini menunjukkan bahwa kebanyakan penduduk ahli surga adalah kaum perempuan. Sementara itu, dalam hadis lain dijelaskan sebaliknya, bahwa kebanyakan penduduk ahli neraka adalah kaum perempuan. Kesimpulannya, kaum perempuan adalah jenis keturunan Adam yang paling banyak dan karenanya, merekalah yang paling banyak masuk surga dan masuk neraka. (lihat kitab Muslim bi Syarh Al Nawawi, h.170 juz 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; cepat emosi adalah kelemahan kodrati dalam diri perempuan, sebagaimana halnya keemburuan. Oleh karena itu, suami sebaiknya mengetahui ihwal sifat ini, mengenali sebab-sebabnya,  dan berupaya untuk meredamnya atau mengatasinya dengan sikap bijak. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh Rasulullah Saw. yang meredam kemarahan Syafiyyah dengan mengusap air matanya. Dengan disertai kata-kata bijak dan lembut, Rasulullah Saw. pun mampu menenangkan gejolak emosi Syafiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; hadis di atas mengingatkan kita untuk segera meredam emosi yang melampau batas. Tujuannya, agar emosi yang meluap-luap itu tidak sampai merusak keimanan seseorang, merendahkan dirinya dan mengotori ahlaknya, menyakiti keluarga dan teman-temanya, dan menebarkan keburukan pada masyarakatnya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/pakaian-kebohongan.html"&gt;Pakaian Kebohongan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/kecemburuan-istri.html"&gt;Kecemburuan Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/benci-karena-allah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benci Karena Allah [Baca]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-kufur-nikmat.html"&gt;Perempuan Yang Kufur Nikmat  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-3316811628132458282?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/3316811628132458282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=3316811628132458282&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3316811628132458282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3316811628132458282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/sikap-tercela-bagi-perempuan.html' title='Sikap Tercela Bagi Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-2401294184051707105</id><published>2010-08-30T01:33:00.005+07:00</published><updated>2010-09-01T01:27:10.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Benci Karena Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn. Abbas r.a.: Suatu hari istri Tsabit bin Qais bin Syammas menemui Rasulullah Saw. lalu berkata, "Ya Rasulullah, aku tidak mencela diri dan agamanya. Akan tetapi, aku tidak suka akan penolakannya untuk masuk islam." Rasulullah Saw. bertanya, "Maukah kamu menerima konsekuensinya?" Ia menjawab, "Mau." Rasulullah Saw. lalu bersabda kepada Tsabit bin Qais bin Syammas, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terimalah konsekuensinya dan ceraikanlah dia dengan talak satu&lt;/span&gt;". (HR. Al Bukhari dan Al Nasa'i)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menunjukkan bahwa perempuan saleh bisa membedakan antara perasaannya terhadap suami dan pengakuannya atas kebaikan-kebaikan suami. Ia tidak pantas merendahkan drajat suaminya atau menyebutkan sifat-sifat buruknya semata-mata karena ia membencinya, membenci sesuatu yang ada pada dirinya, atau karena ingin membebaskan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dari hadis di atas, perempuan mukminah sangat dianjurkan bersikap terbuka kepada suaminya. Apa yang menurutnya kurang baik dari pihak suami, seharusnya disampaikan kepadanya dengan cara yang baik: tetap menghormati sang suami. Namun, jika masalahnya tidak dapat diselesaikan di antara kedua belah pihak, suami istri bisa memohon petunjuk kepada orang lain yang mempu memberikan nasehat agama-sebagaimana dilakukan istri Tsabit bin Qias bin Syammas ketika menemui Rasulullah Saw. dalam hadis di atas.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/kecemburuan-istri.html"&gt;Kecemburuan Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/sikap-tercela-bagi-perempuan.html"&gt;Sikap Tercela Bagi Perempuan [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-kufur-nikmat.html"&gt;Perempuan Yang Kufur Nikmat  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/calon-penghuni-surga.html"&gt;Calon Penghuni Surga  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-2401294184051707105?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/2401294184051707105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=2401294184051707105&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/2401294184051707105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/2401294184051707105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/benci-karena-allah.html' title='Benci Karena Allah'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-7779269462007484700</id><published>2010-08-23T00:03:00.007+07:00</published><updated>2010-08-30T02:56:15.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Perempuan Yang Kufur Nikmat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Asma binti Yazid Al Anshariyyah r.a.: Ketika aku sedang duduk bersama orang-orang sebayaku, Rasulullah Saw. lewat dan mengucapkan salam kepada kami. Kemudian, beliau bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Waspadalah kalian, jagan mengingkari orang-orang yang telah memberikan kenikmatan.&lt;/span&gt;" Di antara mereka, akulah yang paling berani bertanya kepada beliau. Aku bertanya, "Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan pengingkaran terhadap orang-orang yang telah memberikan kenikmatan?" Beliau menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bisa jadi seseorang dari kalian lama menjanda, lalu Allah menganugrahinya suami dan membarinya anak, tetapi ia sangat marah dan mengingkari nikmat. Ia berkata, 'Aku tidak mendapatkan satu kebaikan pun darimu'.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad  dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini mengingatkan kaum perempuan untuk menyukuri nikmat pernikahan dan kehadiran suami. Keberadaan suami adalah suatu anugrah Ilahi bagi perempuan. Apalagi bagi mereka yang telah lama menjanda. Jika Allah menganugrahi mereka pendamping hidup, maka seyogyanya mereka pun bersyukur dan membina rumah tangga yang baik dan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patutlah diketahui, jalan hidup manusia tidak selalu lurus. Ada lika-liku kehidupan dan berbagai perubahan dari waktu ke waktu.  Seseorang bisa saja berada di puncak dan menikmati berbagai macam kenyamanan hidup, tetapi ia juga bisa jatuh miskin dan hidup sengsara dengan izin Allah. Semua itu, sudah diatur olah yang Mahakuasa, dan manusia hanya bisa berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemiskinan menimpa sebuah keluarga, istri salihah harus bisa bersabar menerima keadaan suaminya. Istri salihah harus bisa mensyukuri kehadiran suami yang saleh. Sebab, dialah pelundung bagi istri dan anak-anaknya. Dialah orang yang tetap berusaha keras untuk menghadapi keluarganya dengan makanan yang halal demi meraih ridha Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh, jika perempuan salehah tidak mau mensyukuri kehadiran suami. Dalam keadaan lapang maupun sempit, istri salihah mestinya mendukung suaminya denga sekuat tenaga. Inilah yang hendak diingatkan oleh Rasulullah Saw. dalam hadis di atas. Istri yang baik harus bisa mengukur kemampuan suaminya. Jika suami tidak bisa memberikan pelayan baginya, ia harus rela mengerjakan tugas-tugas  rumah dengan hati lapang. Ia tidak boleh menuntut suaminya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak dapat dipikulnya. Ia juga tidak pantas iri dan dengki kepada orang kaya yang berpakaian bagus dan indah serta menikmati berbagai fasilitas hidup yang nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika istri tidak rela dengan keadaan suaminya-dan ia selalu menuntut suaminya dengan hal-hal yang tidak sanggup dipenuhi-ia telah memilih jalan hidup yang kufur nikmat, yaitu mengingkari orang-orang yang telah memberikan kenikmatan. Sebab, ia tidak berterima kasih kepada suaminya, meniadakan pemberiannya, dan menyianyiakan kenikmatan yang telah diberikannya disertai kebencian dan kemarahan. Wallahu a'lam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/sikap-tercela-bagi-perempuan.html"&gt;Sikap Tercela Bagi Perempuan [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/benci-karena-allah.html"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benci Karena Allah [Baca]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/calon-penghuni-surga.html"&gt;Calon Penghuni Surga  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-membela-agama-allah.html"&gt;Perempuan Yang Membela Agama Allah [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-7779269462007484700?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/7779269462007484700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=7779269462007484700&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7779269462007484700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7779269462007484700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-kufur-nikmat.html' title='Perempuan Yang Kufur Nikmat'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4406288375286457095</id><published>2010-08-17T22:19:00.006+07:00</published><updated>2010-08-30T02:55:03.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Calon Penghuni Surga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari abdullah bin Abbas r.a.: Rasulullah Saw., bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maukah kuberitahukan kepada kalian tentang istri-istri kalian yang termasuk penghuni surga? Yaitu perempuan yang mencintai suami, mempunyai banyak anak, dan selalu meminta maaf kepada suaminya. Jika ia menyakiti atau disakiti, ia segera mendatangi suaminya dan memegang tangannya, lalu berkata 'Demi Allah, aku tidak akan tidur sebelum engkau ridha kepadaku.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;'" (H.R. Al Nasa'i)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas menggambarkan beberapa hal sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, karakter perempuan Muslim yang shaleh, yaitu perempuan yang mencintai suaminya dan sesalu menjaga ikatan pernikahannya dengan baik. Dialah perempuan idaman yang perhatiannya kepada suami lebih besar dari pada kepada orang lain. Baginya, suami dan keutuhan rumah tangga adalah dua kekayaan yang hakiki dan pusaka yang tidak akan tertandingi oleh harta yang berlimpah. Apabila seorang istri mampu mencintai suaminya, menjalankan kehidupan rumah tangga dengan baik, dan menjaga keutuhan pernikahannya, ia pasti akan meraih surga yang dijanjikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, istri yang mencintai suami akan senantiasa memohon maaf kepadanya, baik karena telah menyakiti maupun karena disakiti, mendatanginnya dan mencium tangannya untuk memohon kerhidaannya. Ia tidak akan pernah bisa tidur sebelum memperoleh keridhaan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, istri yang mencintai suami selalu sungguh-sungguh dalam melayani suaminya dan menaati perintahnya. Bahkan, ia mau merendahkan diri dan merasakan berbagai macam kesusahan demi memperoleh ridha Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, perempuan yang mencintai suami tergerak untuk mengingatkan kelalaian suaminya terhadap kewajiban agama. Ketika suaminya lupa shalat, berdzikir dan menjalankan peran keislaman, ia mengatakan dan menyadarkannya. Inilah empat sifat perempuan yang dijanjikan Surga.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/benci-karena-allah.html"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benci Karena Allah [Baca]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-kufur-nikmat.html"&gt;Perempuan Yang Kufur Nikmat  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-membela-agama-allah.html"&gt;Perempuan Yang Membela Agama Allah [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/peran-sosial-bagi-perempuan.html"&gt;Peran Sosial Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4406288375286457095?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4406288375286457095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4406288375286457095&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4406288375286457095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4406288375286457095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/calon-penghuni-surga.html' title='Calon Penghuni Surga'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-3706713221016385702</id><published>2010-08-17T21:38:00.004+07:00</published><updated>2010-08-23T00:09:20.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Perempuan Yang Membela Agama Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik r.a.: Ummu Rabi' binti Al Barra r.a., Ibunda Haritsah binti Suraqah r.a., mendatangi Rasulullah Saw. dan bertanya, "Ya Rasulullah, apakah anda tidak ingin mengatakan sesuatu kepadaku tentang haritsah-yang gugur pada perang badar kerena terkena anak panah. Jika dia di Surga, aku pasti bersabar. Akan tetapi, jika tidak, aku akan terus menangisinya." Rasulullah Saw. menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai Ummu Haritsah, surga terdiri dari beberapa tingkatan, dan anakmu mendapatkan ganjaran Surga Firdaus yang tertinggi.&lt;/span&gt;" (H.R. Al bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik r.a.: Rasulullah Saw. menemui Ummu Haram binti Mulham r.a., istri Ubadah bin Al Shamith. Suatu hari, beliau menemuinya dan ia memberi beliau makan. Kemudian beliau merebahkan badannya dan tidur. Beberapa saat kemudian beliau bangun lalu tertawa. Ummu Haram bertanya, "A&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pa yang membuatmu tertawa?" Rasulullah Saw. menjawab, "Sekelompok umatku bersiap-siap berperang di jalan Allah. Mereka berlayar melintasi selat seperti raja-raja di tengah keluarga.&lt;/span&gt;" Ummu Haram berkata, "Ya Rasulullah, do'akan agar aku termasuk dari mereka." Rasulullah pun mendo'akannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. merebahkan badannya lagi lalu tertidur. Kemudian, beliau bangun sambil tertawa. Ummu Haram bertanya, "Apakah yang membuatmu tertawa?" Rasulullah menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sekelompok umatku bersiap-siap berperang di jalan Allah ... (seperti ucapan beliau sebelumnya).&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;" Ummu Haram berkata, "Ya Rasulullah, do'akan agar aku termasuk dari mereka." Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu termasuk orang-orang yang pertama.&lt;/span&gt;" Diriwayatkan bahwa, pada pemerintahan Mu'awiyah bin Abu Sufyan, Ummu haram jatuh dari kendaraannya setelah menyeberangi laut, lalu gugur sebagai Mujahid di jalan Allah. (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas menunjukkan beberapa hal  berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, segala sesuatu yang dilakukan perempuan berkenaan dengan agamanya dan partisipasi dalam penyebaran mempunyai makna yang khusus. Dalam catatan sejarah Isalam, kaum perempuan termasuk orang-orang yang gemilang mengukir prestasi. Mereka ikut serta berhijrah demi membela dan memelihara agama Allah. Mereka juga terlibat dalam berbagai peperangan, bahkan berani maju di garis depan untuk mengobarkan semangat, menyediakan logistik dan  hal-hal yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, perempuan mukmin, sejak zaman Rasulullah Saw., mengorbankan harta benda, jiwa, anak, suami, serta orang tuanya untuk memuliakan agama ini. Bahkan Al Khansa mengorbankan seluruh anaknya untuk membela Islam. Mereka juga tidak pernah merasa gentar dalam melakukan jihad tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, umat Islam, sebagaimana ditunjukkan oleh Rasulullah Saw., seharusnya selalu menghargai kaum perempuan. Dalam hadis di atas, kita menyaksikan Rasulullah Saw., yang tidak pernah memasuki rumah perempuan, kecuali ruma Ummu Sulaim. Ketika ditanya tentang hal itu, beliau menjawab, "Aku menyayanginya, saudaranya gugur di puhakku." Kita juga menyaksikan bagaimana Rasulullah Saw. membela Asma binti Umais. Ketika Asma binti Umais mengadukan Umar bin Al-Khatab-yang berkeras bahwa orang-orang yang berhijrah ke Madinah lebih berhak atas Rasulullah Saw. dari pada orang-orang yang berhijrah ke Etiopia, dan Asma termasuk orang terakhir ini-Rasulullah Saw. bersabda kepada Asma binti Umais, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak ada yang lebih berhak kepadaku dari pada kalian. Ia (Umar) dan teman-temanya hanya melakukan satu hujrah, sedangkan kalian-orang-orang yang naik kapal laut (yang berhijrah ke Etiopia)-melakukan dua hijrah.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kita juga melihat bagaimana sikap khalifah kedua, Umar bin Khatab yang lebih mengutamakan Ummu Salith dari pada putri Rasulullah Saw., dalam hal pemberian. Ia beralasan bahwa Ummu Salith telah berjasa karena telah membawa geriba berisi air minum pada perang Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang diriwayatkan Al Rabi', kita dapat memahami bahwa seorang perempuan boleh merawat seorang laki-laki bukan muhrim dalam keadaan genting atau darurat. Ibn Bathal berkata, "Hal itu hanya dikhususkan bagi orang-orang yang mempunyai hubungan darah atau yang masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan mereka. Sebab, bagian yang terluka tidak terasa nyaman jika disentuh, tetapi akan menyebabkan kulit bergetar. Apabila keadaan darurat menuntut hal demikian terhadap orang-orang yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan, pengobatan harus dilakukan secara tidak langsung dan tanpa menyentuh kulit. Hal ini diperkuat dengan kesepakatan ulama bahwa jika ada perempuan yang meninggal dan tidak ditemukan perempuan lain yang memandikannya, ia boleh dimandikan laki-laki dengan syarat tidak disentuh secara langsung, tetapi dengan menggunakan penghalang. Sebagian ulama, seperti Al Zuhri, juga berpendapat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, beberapa ulama lain mengatakan bahwa perempuan tersebut dimandikan dengan cara ditayamumkan. Al Auza'i berpendapat bahwa perempuan yang meninggal dalam keadaan demikian dikubur dalam keadaan seperti ia meninggal. Sementara itu Ibn Al Munabbar berpendapat bahwa perbedaan antara pengobatan dan pemandian mayat adalah bahwa pemandian mayat merupakan ibadah, sementara mengobati orang terluka adalah masalah yang bersifat darurat. Dalam keadaan darurat, sesuatu yang tadinya dilarang berubah menjadi sesuatu yang dibolehkan."[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-kufur-nikmat.html"&gt;Perempuan Yang Kufur Nikmat  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/calon-penghuni-surga.html"&gt;Calon Penghuni Surga  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/peran-sosial-bagi-perempuan.html"&gt;Peran Sosial Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berbakti-dan-bersilaturahmi.html"&gt;Berbakti dan Bersilaturahmi   [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-3706713221016385702?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/3706713221016385702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=3706713221016385702&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3706713221016385702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3706713221016385702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-membela-agama-allah.html' title='Perempuan Yang Membela Agama Allah'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-34934445665764217</id><published>2010-08-17T21:18:00.004+07:00</published><updated>2010-08-17T22:24:30.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Peran Sosial Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Al Syifa binti Abdullah: Rasulullah Saw. menemuiku ketika aku sedang berada di rumah Hafsah. Beliau bersabda kepadaku, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengapa kamu tidak mengajarkan kepada Hafsah sesuatu untuk mengetahui bahwa suatu perkataan tidak berguna dan tidak pula bermanfaat (ruqyah al-namilah) sebagaimana kamu mengajarinya tulis-menulis&lt;/span&gt;" (H.R. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Hani: Aku menemui Rasulullah Saw. pada hari penaklukan Makkah. Ketika itu, beliau sedang mandi dan Fatimah menutupinya dengan baju. Aku mengucapkan salam kepadanya ... (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Asma' binti Yazid r.a.: Rasulullah Saw. melewati kami, kaum perempuan, dan beliau mengucapkan salam kepada kami. (H.R. Abu Dawud dan Al Tirmizi yang menilainya hadis hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Suatu hari, seorang pengemis lewat di depan Aisyah, lalu ia memberikan sedikit makanan. Lalu lewat lagi seorang yang berpakaian bagus dan tampak makmur,  Aisyah mempersilahkannya duduk dan memberikanya makan.  Ketika ditanya mengapa memberikan perlakuan yang berbeda, Aisyah menjawab, "Rasulullah Saw. bersabda, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tempatkanlah orang-orang sesuai kedudukan mereka.&lt;/span&gt;'" (H.R. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Huarairah r.a.: Pada suatu hari atau malam, Rasulullah Saw. Keluar. Tiba-tiba bertemu dengan Abu Bakar dan Umar r.a. Beliau bertanya, “Apa yang menyebabkan kalian keluar rumah pada saat seperti ini?” Mereka menjawab, “Rasa lapar, ya Rasulullah!” Beliau bersabda, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Demi Tuhan yang diriku dalam kekuasaan-Nya, Aku juga keluar rumang karena alas an yang sama. Marilah kita pergi bersama!&lt;/span&gt;” Mereka pergi untuk menemui seseorang dari kalangan Anshar. Namun, orang itu sedang tidak ada di rumah. Ketika melihat Raslullah Saw. Istrinya berkata, “Selamat dating.” Rasulullah Saw. Bertanya, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kemana si Fulan?&lt;/span&gt;” Perempuan itu menjawab, “Ia pergi mencari air tawar.” Tiba-tiba laki-laki Anshar itu dating. Ketika melihat Rasulullah Saw. Dan dua sahabatnya, ia berkata, “Segala puji bagi Allah, pada hari ini, hanya akulah yang mendapatkan tamu mulia.” Ia terus berjalan dan menemui mereka dengan membawa keranjang berisi kurma kering dan kurma segar. Ia berkata, “Silakan dimakan!” Lalu, laki-laki anshar itu mengambil pisau. Rasulullah Saw. Bersabda, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berhati-hatilah, jangan mengambil kambing perah.&lt;/span&gt;” Orang itu segera menyembelih seekor kambing untuk mereka. Tak lama kemudian, mereka memakan daging kambing dan susunya. Setelah kenyang Rasulullah Saw. besabda kepada Abu Bakar dan Umar r.a., “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Demi Allah yang diriku dalam kekuasaan-Nya, pada hari kiamat, kalian pasti akan ditanya tentang kenikmatan ini! Rasa lapar telah menyebabkan kalian keluar rumah, lalu kalian pulang setelah mendapat kenikmatan ini.&lt;/span&gt;” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ubaidullah r.a.: Kulihat Ummu Darda di atas pelananya tanpa penutup. Ia sedang merawat laki-laki dari kalangan Anshar ahli masjid (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis-hadis di atas menunjukkan beberapa hal berikut. Pertama seorang perempuan muslim mempunyai peranan sosial, terutama di linkungan sejenisnya. Tidak sepentasnya ia mengabaikan peran ini dan meniinggalkan wilayah perannya. Sepantasnya ia juga tidak melibatkan dirinya dalam kebiasaan-kebiasaan buruk, misalanya bergaul secara bebas dengan laki-laki tanpa hijab yang bisa melindungi kehormatannya. Sebab, kebiasaan ini hanya akan melemahkan jiwaanya serta menghancurkan jiwa masyarakat Islam. Apalagi, jika kebiasaan itu dilakukan dengan alasan pembelaan hak-hak perempuan. Padahal, wacana seperti ini hanya bertujuan untuk memecah belah kaum perempuan dan menghancurkan tatanan nilai masyarakat dan keluarga muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan yang seharusnya dimainkan oleh kaum perempuan Muslim sangat beragam dan mencakup berbagai aspek. Namun, yang terpenting adalah dalam bidang pendidikan dan keterlibatan secara serius dalam pemberantasan buta agama dan ilmu pengetahuan, terutama di kalangan perempuan Muslim sendiri. Dalam kaitan ini, hadis tentang sosok Al Syifa memberikan teladan tentang keterlibatan perempuan dalam bidang pendidikan dengan tetap memerhatikan batas-batas aktivitas sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran kaum perempuan terhadap pendidikan agama sudah pasti mendoraong kemajuan masyarakat Islam. Hal ini juga menepis anggapan bahwa kaum perempuan islam jauh terbelakang. Sebab, islam adalah agama yang pertama kali menempatkan kaum hawa pada posisi yang mulia dan menjaganya agar tetap mulia. Di sinilah letak keluhuran agama Islam. Islam mengajarkan agar kaum perempuan memiliki peranan pendidikan dan sosial tanpa melepaskan jati diri dan kehormatannya. Karena itu, dalam aktivitas sosialnya, mereka harus tetap menjaga ketakwaan dan tidak menceburkan diri dalam tindakan yang diharamkan. Dengan demikian, jika tindakan haram dilanggar, peran sosialnya menjadi gagal dan aktivitas hidupnya menjadi hampa. Kita pun akan melihatnya suka bersikap semberono dan kadang-kadang tiidak punya malu! Na'udzu billah min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya hadis yang diriwayatkan Ummu Hani dan Asma binti Yazid menjelaskan keutamaan-keutamaan menyampaikan salam kepada kaum laki-laki. Intinya seorang perempuan boleh menyampaikan salam kepada kaum laki-laki dan kaum laki-laki boleh menyampaikan salam kepada kaum perempuan bila diyakini tidak menimbulkan fitnah, baik dari pihak laki-laki maupun pihak perempuan. Ada pun perincian masalah ini-sebagai mana dijelaskan dalam Nuzhah Al Muttaqin fi Syarh Riyadh Al Shalihah-adalah sebagi berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, seorang perempuan yang sedang sendirian tidak diperkenankan mengucapkan salam lebih dahulu kepada kaum laki-laki, atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Sekumpulan perempuan atau perempuan-perempuan tua boleh membari salam lebih dahulu kepada kaum laki-laki, atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, seorang laki-laki makruh menyampaikan atau menjawab salam seorang perempuan muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, sekelompok pemuda boleh menyampaikan salam kepada seorang perempuan muda bila dipastikan tidak akan menimbulkan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, boleh, bahkan dianjurkan, seorang laki-laki membari salam kepada sekelompok perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, seorang istri boleh menerima tamu suaminya jika tidak menyebabkan khalawat (berduaan yang menjurus pada maksiat) dan tidak menimbulkan fitnah. Hal itu dibolehkan ketika diketahui bahwa suaminya akan segera datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang diriwayatkan Ubaidullah menjelaskan bahwa perempuan boleh merawat seorang laki-laki bukan muhrim. Ibn Hajar Al Asqallani, dalam Al Fath berkata, 'Ketika Rasulullah Saw. tiba di Madinah, Abu Bakar dan Bilal menderita sakit. Lalu, aku menemui mereka ... (dan seterusnya).' Dengan sanggahan bahwa peristiwa itu terjadi sebelum ada perintah untuk memakai hijab. Dijawab, bahwa hal itu tidak tercela. Perempuan boleh merawat laki-laki asalkan memakai hijab." Wallahu alam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/calon-penghuni-surga.html"&gt;Calon Penghuni Surga  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-membela-agama-allah.html"&gt;Perempuan Yang Membela Agama Allah [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berbakti-dan-bersilaturahmi.html"&gt;Berbakti dan Bersilaturahmi   [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-2.html"&gt;Balasan Bagi Ibu Yang Baik -Bagian 2- [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-34934445665764217?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/34934445665764217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=34934445665764217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/34934445665764217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/34934445665764217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/peran-sosial-bagi-perempuan.html' title='Peran Sosial Bagi Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-6970126680551291337</id><published>2010-08-16T03:20:00.005+07:00</published><updated>2010-08-17T22:17:47.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Berbakti dan Bersilaturahmi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Buraidah r.a.: Ketika aku sedang bersama Rasulullah Saw., datanglah seorang perempuan berkata, "Aku bersedekah kepada seorang budak perempuan atas nama ibuku yang telah wafat." Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu pasti mendapatkan pahala, dan warisnya diberikan kepadamu.&lt;/span&gt;" Perempuan itu bertanya, "Ya Rasulullah, ibuku memiliki kewajiban untuk mengqadha puasa selama sebulan, bolehkah aku berpuasa atas namanya?" Rasulullah Saw. menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berpuasaah atas namanya!&lt;/span&gt;" Perempuan itu bertanya lagi, "Ibuku belum berhaji. Bolehkah aku berhaji atas namanya?" Rasulullah Saw. menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berhajilah atas namanya!&lt;/span&gt;" (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Asma binti Abu Bakar r.a.: Ibuku ingin bertemu denganku, sedangkan saat itu ia masih musyrik. Lalu, aku bertanya kepada Rasulullah Saw., "Ibuku ingin bertemu denganku, bolehkah aku menemuinya?" Rasulullah Saw. menjawab, "Ya, temuilah ibumu! Ibn Uyainah berkata, "Kemudian turunlah ayat, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah tidak melarangmu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama ...&lt;/span&gt; (QS. Mumtahanah [60]: 8)." (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Aku berkata kepada Rasulullah Saw., "Aku mempunyai dua tetangga. Tetangga mana yang harus didahulukan ketika aku ingin memberi hadiah?" Rasulullah Saw. menjawab, "Kepada tetangga yang pintu rumahnya paling dekat." (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai perempuan muslim, janganlah merendahkan satu tetangga atas tetangga yang lain, walaupun hanya dengan kikil kambing.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdul Wahid bin Aiman r.a.: Ayahku pernah bercerita bahwa ia pernah menemui Aisyah r.a., dan di hadapannya ada sehelai pakaian dari katun kasar seharga lima dirham. Kemudian, Aisyah berkata kepadanya, "Lemparkan pandanganmu kepada budak perempuanku yang sedang aku perhatikan. Ia akan menjadi cantik ketika mengenakan pakaian ini dirumahku. Aku adalah seorang perempuan yang memiliki baju seperti itu pada masa Rasulullah Saw., dan perempuan Madinah ingin bersolek datang kepadaku untuk meminjamnya." (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Auf bin Malik Al thufauil: Tentang sebuah Jual-beli atau pemberian sesuatu yang dilakukan Aisyah, Abdullah bin Zubair r.a. berkata, "Demi Allah, Aisyah harus menghentikan atau mencegahnya untuk menggunakan hartanya." Aisyah bertanya, "Benarkah ia mengatakan demikian?" Para sahabat menjawab, "Benar." Aisyah berkata, "Apa yang dikatakannya telah dicatat di sisi Allah, dan aku bernazar bahwa aku tidak akan berbicara dengan Ibn Al Zubair untuk selamnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama tidak saling menyapa, Ibn Al Zubair meminta bantuan orang lain agar bisa bertemu dengan Aisyah. Akan tetapi Aisyah berkata, "Demi Allah, Tidak. Aku tidak akan menerima perantaranya dan membatalkan nazarku." Kemudain Abdullah bin Al Zubair berbicara kepada Al Miswar bin Mukharamah dan Abdurrahman bin Al Aswad bin Abd Yaghuts. Kepada mereka, Ibn Zubair berkata, "Allah meninggikan derajat kalian jika kalian bisa mempertemukanku dengan Aisyah r.a. Sebab, ia tidak boleh bernazar untuk memutuskan silaturahmi denganku." Al Miswar dan Abdurrahman menyanggupi sehingga keduanya meminta izin kepada Aisyah r.a. Mereka berkata, "Assalamu alaikum warah matullahi wabarakatuh. Apakah kami boleh masuk?" Aisyah menjawab, "Masuklah!" Mereka bertanya lagi, "Apakah kami semua?" Aisyah menjawab, "Ya, kalian semua-Aisyah tidak mengetahui bahwa Abdullah bin Al Zubair bersama mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abdullah bin Zubair memasuki hijab, ia segera meminta maaf kepada Aisyah sambil menangis. Abdurrahman dan Al Miswar ikut membujuk Aisyah agar menerima dan berbicara kepada Al Zubair. Mereka berkata, Sesungguhnya Rasulullah Saw. telah melarang apa yang kamu ketahui, yaitu tidak saling menyapa. Seorang muslim tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari." Setelah itu mereka memberikan banyak nasehat kepada Aisyah, akhirnya Aisyah menyadarinya dan menangis. Ia berkata, "Aku telah bernazar dan nazar itu sangat berat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman dan Al Miswar terus membujuk Aisyah hingga ia mau berbicara dengan Abdullah bin Al Zubair. Untuk menebus nazarnya Aisyah membebaskan empat puluh budak. Setiap kali teringat pada nazar itu, Aisyah selalu menangis hingga air mata selalu membasahi jilbabnya (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "Seorang perempuan pelacur melihat seekor anjing yang sedang menjulurkan lidahnya di tepi sebuah sumur. Anjing itu hampir mati kehausan. Perempuan tersebut melepas sepatunya dan mengikatnya dengan kerudung untuk mengambil air dari sumur, lalu ia meminumkannya kepada anjing. Oleh karena itu, dosa-dosanya diampuni." (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis-hadis di atas menjelaskan bahwa perempuan harus memberikan sumbangsih pada lingkungannya, menebar kebaikan melauli tangan dan hatinya, dan bergaul secara baik dan penuh kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan paling utama yang berhak mendapatkan kebaikan perempuan adalah kedua orang tua dan para kerabatnya. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya dengan bersedekah untuk meringankan beban kehidupan orang tua serta bersedia mengqhada kewajiban-kewajiban mereka yang telah lewat, seperti puasa dan haji. Kebaikan bersedekah ini bisa dilaksanakan meski orang tua kita dalam kemusyrikan dan bukan kelompok yang wajib di perangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis yang diriwayatkan Buraidah, Imam Al Nawawi menyimpulkan beberapa hal, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, perempuan (anak) boleh berpuasa atas nama orang tua yang telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, barang yang telah disedekahkan oleh anak kepada orang tua boleh diwarisi sang anak ketika orang tuanya meninggal. Barang tersebut boleh juga dimanfaatkan tetapi makruh untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, boleh menghajikan orang yang telah meninggal atau orang yang tidak mampu melakukannya disebabkan faktor fisik. Hal ini telah disepakati oleh sebagian besar ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis yang diriwayatkan Maimunah, kita dapat mengetahui bahwa kerabat yang miskin lebih pantas menetima sedekah dari pada orang lain. Jika kerabat itu membutuhkan pelayan untuk rumah tangganya, memberikan pelayan kepadanya lebih baik dari pada memerdekakan budak. Sebab, yang diperoleh dalam memberikan pelayanan kepadanya adalah dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang diriwayatkan Aisyah dan Abu Hurairah terdapat anjuran agar perempuan berbuat baik kepada tetangga, utamanya tetangga terdekat. Sebab, dialah orang yang sring melihat dan mengetahui makanan atau barang yang masuk ke rumah kita. Dia juga kadang lebih mengetahui keadaan kita serta lebih cepat memberikan bantuan jika ada kesulitan yang menimpa kita, utamanya ketika kita sedang lengah. Selanjutnya, salah satu etika bertetangga adalah tidak meremehkan sekecil apapun sedekah yang diberikannya.  Bahkan, kita dianjurkan untuk bersedekah apa saja yang bermanfaat untuk tetangga kita. Selain sedekah berupa materi, sedekah dalam bentuk nasehat keagamaan dan kehidupan duniawi juga sangat dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis dari Abdul Wahid berisi anjuran agar memperluas lingkup kebaikan dan sumbangsih perempuan kepada lingkungannya, seperti meminjamkan baju. Dari hadis ini, Al hafizh mengutip pendapat Ibn Al Jauzi yang menyimpulkan, "'Aisyah r.a. bermaksud agar mereka (orang-orang yang sangat membutuhkan) didahulukan dalam masa-masa sulit sehingga sesuatu yang remeh menjadi bernilai bagi mereka. Hadis itu juga menunjukkan bahwa meminjamkan pakaian kepada pengantin merupakan hal yang disukai, dan bukan merupakan suatu aib. Lebih lanjut, hadis ini menampakkan sikap rendah hati dan kelembutan Aisyah kepada pelayannya. Aisyah mengutamakan pelayannya karena ia benar-benar membutuhkan pakaian tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam lingkup yang luas, perempuan muslim hakikatnya memainkan peran penting dalam menguatkan sendi-sendi kehidupan masyarakat dan mengukuhkan bangunannya sehingga mereka dapat menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, hadis yang diriwayatkan Auf bin Malik memberikan landasan penting dalam meneguhkan prinsip-prinsip persaudaraan dalam agama dan akidah Islam, yakni, "seorang muslim tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari." dan "Tidak boleh bernazar untuk memutuskan persaudaraan". Hal demikian tercermin dalam sikap yang ditunjukkan Aisyah r.a. dan Abdullah bin Al Zubair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, hadis Auf bin mailik juga menjelaskan hal-hal sebbagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, dua orang muslim boleh tidak saling menyapa-lebih dari tiga hari-jika dilakukan atas dasar Allah Swt. Jika dilakukan karena kepentingan duniawi, hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, tidak boleh bernazar untuk kemaksiatan. Adapun khafarat nazar adalah memerdekakan seorang budak, atau memberi makan atau pakaian kepada 60 orang miskin. Jika tidak mampu, bisa dengan puasa tiga hari berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, kebaikan juga bisa dilakukan dengan menyayangi binatang.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-yang-membela-agama-allah.html"&gt;Perempuan Yang Membela Agama Allah [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/peran-sosial-bagi-perempuan.html"&gt;Peran Sosial Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-2.html"&gt;Balasan Bagi Ibu Yang Baik -Bagian 2- [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-1.html"&gt;Balasan Bagi Ibu Yang Baik -Bagian 1- [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-6970126680551291337?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/6970126680551291337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=6970126680551291337&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6970126680551291337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6970126680551291337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berbakti-dan-bersilaturahmi.html' title='Berbakti dan Bersilaturahmi'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-6474934416925394717</id><published>2010-08-16T02:00:00.004+07:00</published><updated>2010-08-17T21:37:47.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Balasan Bagi Ibu Yang Baik  -Bagian 2-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ibu adalah lambang belas kasih, pengorbanan, dan kebesaran hati. Ibu menanggung sendiri semua beban dalam membesarkan anak sejak kehamilan hingga kelahiran, lalu penyusuan hingga penyapihan. Kontribusi ibu selam periode ini-utamanya dalam mempertaruhkan nyawa dalam situasi kritis-seperti kontribusi pejuang atau mujahid di jalan Allah. Jika ibu meninggal dalam masa itu, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kita melihat seorang ibu yang penyayang. Ia khawatir bila anaknya celaka, walaupun ia jauh darinya. Kadang-kadang kita juga melihat seorang ibu yang rela mengorbankan kebahagiaan, kesenangan, dan ketenangannya demi ketenangan dan kebahagiaan anak-anaknya. Kadang-kadang kita melihat ibu yang rela berlapar-lapar demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Umamah menyoroti sejauhmana keteguahan seorang perempuan dalam memenuhi hak Tuhannya, seperti menjalankan shalat, dan menjaga hak suaminya karena mengharapkan pahala dan surga dari Allah Swt. sebagai balasan dari kasih sayang dan perhatiannya kepada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang dan segala perhatian ibu kepada anak-anaknya bukan hanya menjaga kelangsungan hidup yang layak bagi mereka. Lebih dari itu, seorang ibu selalu menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang shaleh. Untuk itu, ia selalu berjanji kepada mereka untuk menjaga dan mendidik mereka sesuai dengan nilai-nilai islam yang benar. Dengan cara seperti ini, ibu seperti menanam sebatang pohon yang kuat di taman Islam, menanamkan cinta islam dan dakwah untuk islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu mengajarkan kepada anaknya untuk mencintai ilmu pengetahuan dan menghormati para ulama, menyayangi kaum muslimin dan berlaku adil kepada non-Muslim. Lebih dari itu ibu sesalu mendorong anak-anaknya untuk mengasah kemampuan berdialog dengan cara yang baik, memilih jalan kebenaran, mendukung hubungan sosial yang kondusif, membenci perpecahan dan peduli terhadap segala masalah yang dihadapi umat. Ibu yang baik juga memperingatkan anak-anaknya tentang bahaya komunisme, pembaratan, globalisasi, dan ancaman Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, kita bisa melihat betapa seorang ibu melakukan segala cara untuk menyuburkan tanaman islam dalam jiwa anak-anaknya, misalnya dengan mempererat hubungannya dengan anak-anak dan membiasakan mereka untuk melaksanakan shalat dan puasa sejak dini. Dengan penuh kasih sayang dan kecintaan, serta dengan penuh harapan untuk menanamkan dan menumbuhkan ahlak yang luhur dan mulia, soerang ibu berusaha menjadikan dirinya suru teladan yang baik bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak, bagaimana akan tumbuh sikap jujur pada diri mereka, meski hanya bercanda? Bagaimana akan tertanam keutamaan untuk menyimpan rahasia, sedangkan dari mulut sang ibu telah keluar berbagai rahasia yang seharusnya disimpan? Atau, bagaimana akan tumbuh sikap yang dapat dipercaya pada diri anak, sementara orang tua selalu menyebarkan rahasia dan aib orang lain dihadapan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika para ibu ingin berhasil mencapai kedudukan mulia ini, hendaknya mereka bersabar dalam menghadapi segala ujian serta berteguh hati bahwa tugas yang dijalankan adalah anugrah dan amanah dari Allah Swt., sebagaimana dicontohkan oleh Ummu Sulaim dan ibu-ibu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebagai penghargaan atas peran besar dan kasih sayang ibu bagi kehidupan anak-anak, Allah membalasnya dengan menempatkanya sebagai sosok paling berhak mendapatkan perlakuan istimewa dari anak-anaknya. Allah juga menjadikan surga di bawah telapak kakinya, dan menjadikannya-ketika terjadi perceraian-sebagai orang yang lebih berhak mengasuh anak-anak dari pada ayah mereka selama mereka belum menikah lagi. Karena itu, Syaikh Hasan Shiddiq Khan berpendapat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Para ulama telah sepakat bahwa ibu lebih berhak mengasuh anak dari pada ayah. Ibn Mundzir mengutip ijma' bahwa hak ibu hanya bisa dibatalkan dengan pernikahan lagi. Hadis ini juga menjelaskan beberapa hukum yang lain, yaitu orang yang paling berhak mengasuh anak adalah ibu selama ia belum menikah lagi dengan orang lain, lalu bibi dari pihak ibu, lalu ayah. Kemudian, Al Hakim menentukan kerabat yang dinilai layak. Apabila anak telah dewasa, ia dipersilahkan memilih antara ayah dan ibunya. Jika ia menilai bahwa tidak ada yang layak mengasuhnya, syariat menetapkan bahwa pengasuhnya diserahkan kepada orang yang layak.&lt;/span&gt;"[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/peran-sosial-bagi-perempuan.html"&gt;Peran Sosial Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berbakti-dan-bersilaturahmi.html"&gt;Berbakti dan Bersilaturahmi   [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-1.html"&gt;Balasan Bagi Ibu Yang Baik -Bagian 1- [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menikahi-janda.html"&gt;Menikahi Janda  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-6474934416925394717?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/6474934416925394717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=6474934416925394717&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6474934416925394717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6474934416925394717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-2.html' title='Balasan Bagi Ibu Yang Baik  -Bagian 2-'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-944784141387718263</id><published>2010-08-12T23:57:00.006+07:00</published><updated>2010-08-17T21:17:59.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Balasan Bagi Ibu Yang Baik  -Bagian 1-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perempuan yang hamil hingga melahirkan dan menyapih anaknya akan mendapat pahala seperti pahala orang yang terluka di jalan Allah. Jika ia meninggal dalam masa itu, ia akan mendapatkan pahala mati syahid.&lt;/span&gt;" (H.R. Ibnu Al Jauzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Rasyid bin Hubaisy: Rasulullah Saw. menjenguk Ubadah bin Al Shamith yang sedang sakit. Beliau bertanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tahukah kalian siapa orang yang mati syahid dari umatku&lt;/span&gt;", orang-orang yang ada di sana diam saja. Lalu, Ubadah berkata, "Buatlah aku untuk duduk!" Mereka pun mendengarkannya. 'Ubadah berkata, "Yaitu orang yang sabar dan selalu bersyukur, ya Rasulullah!" Belia bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika demikian, para syahid dari umatku jumlahnya sangat sedikit. Orang yang gugur di jalan Allah Swt. adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit pes (tha'un) adalah syahid, orang-orang mati tenggelam adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit perut adalah syahid, dan ibu yang meninggal karena melahirkan akan ditarik ke surga oleh anaknya.&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Ada dua orang perempuan sedang duduk bersama anak-anaknya. Tiba-tiba datang seekor serigala dan merenggut anak seorang perempuan itu. Perempuan yang satu berata, "Serigala telah merenggut anakmu." Perempuan yang lain berkata, "Serigala itu merenggut anakmu." Mereka mengadukan hal itu kepada Nabi Daud a.s. Lalu, Daud memutuskan bahwa anak yang selamat itu adalah anak dari perempuan yang lebih tua. Lalu, mereka menemui Sulaiman bin Daud dan memberitahukan hal itu kepadanya. Sulaiman berkata, "Ambillah pisau. Aku akan membelah anak ini untuk dibagi diantara kalian." Perempuan yang lebih muda berkata, "Jangan lakukan-semoga Allah merahmatimu! Biarlah ia menjadi anaknya." Sulaimanpun memutuskan bahwa anak itu adalah anak dari perempuan yang lebih muda. (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Huarirah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku adalah orang pertama yang membuka pintu surga. Kulihat seorang perempuan mendahuluiku. Aku bertanya kepadanya, 'Apa yang telah kamu lakukan?' perempuan itu menjawab, 'Aku adalah perempuan yang mengasuh anak-anakku yang sudah yatim, yakni tidak menikah lagi sepeninggal suaminya dan mengurus anak-anaknya.&lt;/span&gt;'" (H.R. Abu Ya'la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah r.a.: Rasulullah Saw. melihat seorang perempuan yang membawa anak-anaknya. Anak yang satu digendong, sedangkan anak yang lain berjalan di belakangnya. Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ibu-ibu yang mengandung, melahirkan dan menyayangi anak-anaknya, jika mereka tidak mendurhakai suami dan mendirikan shalat, niscaya akan masuk surga.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik r.a.: Seorang perempuan menemui Aisyah r.a., Aisyah memberinya tiga buah kurma. Lalu, perempuan itu memberikan kurma kepada dua anaknya, masing-masing satu buah. Ia sendiri memegang sebuah kurma untuk dirinya. Setelah kedua anak itu menghabiskan kurma mereka masing-masing, mereka memandang kepada ibunya. Perempuan itu membelah kurma yang ada di tangannya dan membagikan kepada kedua anaknya. Kemudian Rasulullah Saw. datang dan Aisyah memberitahukan hal terseut kepadanya. Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa yang membuatmu kagum terhadap hal itu? Allah telah merahmatinya karena kasih sayangnya kepada anak-anaknya.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Janganlah mendo'akan kejelekan bagi diri kalian, anak-anak kalian, pekerja kalian, atau harta-harta kalian agar kalian tidak bertepatan dengan saat pemberian dari Allah sehingga do'a kalian akan terkabul.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Rabi binti Ma'udz r.a.: Suatu pagi pada hari Asyura, Rasulullah Saw. mengutus seseorang ke perkampungan orang Anshar untuk menyampaikan pengumuman, "Siapa yang tidak puasa pada pagi ini, tidak apa-apa. Siapa yang berpuasa pada pagi ini, hendaklah ia terus berpuasa." Kemudian, mereka berkata, "Kami berpuasa dan kami menyuruh anak-anak kami yang masih kecil agar berpuasa, insya Allah. Kami ajak mereka ke masjid dan kami buatkan mainan untuk mereka. Apabila ada yang menangis meminta makan, kami memberi mereka mainan sehingga meraka dapat menyempurnakan puasa mereka hingga magrib." (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amir r.a.: Ketika Rasulullah sedang duduk-duduk bersama kami, ibuku memanggilku. Ia berkata kepadaku, "Kemarilah, aku akan memberimu sesuatu." Rasulullah Saw. bertanya kepada ibuku, "Apa yang hendak kau berikan?" Ibuku menjawab, "Aku hendak memberinya sebutir kurma." Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika kamu tidak memberinya sesuatu, kamu telah berbohong.&lt;/span&gt;" (H.R. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas r.a.: Rasulullah Saw. mengutusku dalam sebuah misi, dan aku singgah kerumah untuk menemui ibuku. Ketika tiba, ibuku bertanya kepadaku, "Apa keperluanmu?" Aku menjawab, "Rasulullah Saw. sedang mengirimku dalam sebuah misi." Ibuku bertanya lagi, "Misi Apa?" Aku menjawab, "Itu rahasia." Ibuku kemudian berkata, "Janganlah sekali-kali kamu membicarakan rahasia Rasulullah Saw. kepada siapa pun.'" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik r.a.: Seorang anak Abu Thalhah menderita sakit keras lalu meninggal pada saat ayahnya tidak ada di rumah. Ketika istrinya mengetahui bahwa anaknya telah meninggal, ia menyiapkan makan dan meletakkan mayatnya di samping rumah. Abu Thalhah datang dan bertanya, "Bagaimana kondisi anakku?" Istrinya menjawab, "Ia telah tenang dan aku berharap ia telah beristirahat." Abu Thalhah menyangka istrinya mengatakan yang sebenaranya, lalu ia tidur bersama istrinya. Pada pagi hari, ia mandi. Ketika hendak keluar rumah, istrinya memberitahukan bahwa anak mereka telah meninggal. Abu Thalhah pun shalat bersama Rasulullah Saw. dan memberitahukan kepada beliau apa yang telah terjadi. Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semoga Allah memberkati malam kalian berdua.&lt;/span&gt;" Seorang dari kalangan Anshar berkata, "Aku melihat suami-istri tersebut dianugrahi sembilan anak perempuan yang semuanaya hafal Al qur'an."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Al Bukhari disebutkan bahwa istri Thalhah berkata, "Kemudian aku melayaninya dengan lebih baik dari pada malam-malam sebelumnya sehingga Abu Thalhah pun menggauliku." Ketika melihat suaminya merasa puas atas pelayanannya, ia bertanya, "Wahai Abu Thalhah, apa pendapatmu jika suatu kaum meminjamkan sesuatu pada suatu keluarga, lalu mereka memintanya kembali, apakah keluarga tersebut boleh menahanya?" Abu Thalhah menjawab, " Tentu saja tidak." Istrinya berkata, "Sesuatu itu adalah anakmu." (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Amir bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya: Seorang perempuan menemui Rasulullah Saw.  dan berkata, "Sesungguhnya anakku telah di kandung dalam rahimku, menyusu dari payudaraku dan mendapatkan perlindunganku. Sekarang, ayahnya telah menceraiku dan ingin mengambil anak itu dariku." Rasulullah Saw. bersabda "Engkau lebih berhak dari pada dia selam enkau belum menikah lagi." (H.R. Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, dan dinilai shahih oleh Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berbakti-dan-bersilaturahmi.html"&gt;Berbakti dan Bersilaturahmi   [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-2.html"&gt;Balasan Bagi Ibu Yang Baik -Bagian 2- [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menikahi-janda.html"&gt;Menikahi Janda  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/laknat-para-malaikat-bagi-perempuan.html"&gt;Laknat Para Malaikat Bagi Perempuan Yang Enggan Melayani Suaminya  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-944784141387718263?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/944784141387718263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=944784141387718263&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/944784141387718263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/944784141387718263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-1.html' title='Balasan Bagi Ibu Yang Baik  -Bagian 1-'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1477684478005457273</id><published>2010-08-12T23:49:00.003+07:00</published><updated>2010-08-16T02:59:00.772+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Menikahi Janda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bi Abdullah r.a.: Ubaidillah meningal dunia dan meninggalkan sembilan-atau tujuh-anak perempuan. Lalu aku menikahi seorang perempuan yang sudah beruban. Rasulullah Saw. bertanya kepadaku, "Wahai Jabir, apakah kamu telah menikah?" Aku menjawab, "Ya." Rasulullah Saw. bertanya lagi, "Apakah kamu menikah dengan seorang gadis atau janda?" Aku menjawab, "Aku menikah dengan seorang janda." Rasulullah Saw. bertanya lagi, "Apakah ia seorang istri yang bisa diajak bercanda?" Aku menjawab, "Sesungguhnya Ubaidillah telah meninggal dunia dengan meninggalkan sembulan-atau tujuh-anak perempuan. Aku tidak ingin menikahi perempuan yang seumur dengan mereka. Oleh karena itu aku menikahi seorang perempuan yang bisa merawat mereka." Rasulullah Saw. bersabda "Semoga Allah memberkatimu." (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Al Hafizh-dalam Al Fath-mengambil beberapa kesimpulan dari hadis ini, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, Islam mendorong seseorang untuk menikahi gadis. Lebih tegas, Beliu bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalian hendaklah menikahi gadis karena lebih ahrum mulutnya dan lebih aktif gerakan rahimnya.&lt;/span&gt;" Barangkali, maksudnya adalah memberikan banyak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Rasulullah Saw. memberikan penghargaan kepada Jabir yang menyayangi dan memerhatikan anak-anak Ubaidillah serta mengorbankan kesenangannya sendiri demi kemaslahatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, apabila ada dua kepentingan yang harus dilakukan, dahulukan yang paling penting, karena Rasulullah Saw. membenarkan tindakan Jabir dan mendoakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, hadis di atas mengajari kita untuk mendoakan orang yang melakukan kebaikan, walaupun ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, hadis di atas menunjukkan perhatian Nabi Saw. (pemimpin) kepada sahabatnya (bawahan). Dalam hal ini, Nabi Saw. mencari tahu keadaan Jabir bin Abdullah, lalu memberikan pesan terbaik kepadanya, bahkan dalam masalah pernikahan yang waktu itu tabu dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;, tidak ada salahnya laki-laki menikahi seorang janda dengan maksud tertentu-misalnya memberikan nafkah kepada anak-anaknya dan menyambung ikatan persaudaraan-walaupun sang istri nantinya tidak mampu melayani kebutuhan seksual suami.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-2.html"&gt;Balasan Bagi Ibu Yang Baik -Bagian 2- [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-1.html"&gt;Balasan Bagi Ibu Yang Baik -Bagian 1- [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/laknat-para-malaikat-bagi-perempuan.html"&gt;Laknat Para Malaikat Bagi Perempuan Yang Enggan Melayani Suaminya  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/meminta-izin-kepada-suami.html"&gt;Meminta Izin Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1477684478005457273?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1477684478005457273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1477684478005457273&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1477684478005457273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1477684478005457273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menikahi-janda.html' title='Menikahi Janda'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-6482901119604987718</id><published>2010-08-10T23:40:00.004+07:00</published><updated>2010-08-13T04:32:48.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Laknat Para Malaikat Bagi Perempuan Yang Enggan Melayani Suaminya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika istri meninggalkan tempat tidur suaminya pada malam hari (tidak mau melayani hasratnya), ia akan dilaknat oleh malaikat hingga kembali.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagimana disebutkan dalam Al Fath Al Bari, hadis ini menjelaskan beberapa hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, tidak menunaikan kewajiban kepada suami, baik yang berkaitan dengan pelayanan maupun penjagaan harta, bisa mendatangkan murka Allah, kecuali jika suami memaafkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, para malaikat akan mendo'akan kejelekan bagi orang yang berbuat maksiat selama ia melakukannya. Mereka juga akan mendo'akan kebaikan bagi orang yang taat selam ia melaksanakan ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, nasehat agar membantu suami dan mencari keridhaannya. Hal itu karena kemampuan laki-laki untuk menahan dorongan hasrat lebih rendah dari pada perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, adanya godaan yang sangat besar bagi suami yang tidak menyalurkan kebutuhannya kepada istri. Karena itu, syariat mendorong istri untuk membantu suami dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, pemenuhan syahwat bagi meneguhkan ketaatan kepada Allah dan bersabar dalam beribadah kepada-Nya. Karena itu, para malaikat akan melaknat orang yang membuat marah hamba-Nya dengan menghalangi penyaluran syahwatnya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/balasan-bagi-ibu-yang-baik-bagian-1.html"&gt;Balasan Bagi Ibu Yang Baik -Bagian 1- [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menikahi-janda.html"&gt;Menikahi Janda  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/meminta-izin-kepada-suami.html"&gt;Meminta Izin Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/pelayanan-terbaik-kepada-suami.html"&gt;Pelayanan Terbaik Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-6482901119604987718?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/6482901119604987718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=6482901119604987718&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6482901119604987718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6482901119604987718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/laknat-para-malaikat-bagi-perempuan.html' title='Laknat Para Malaikat Bagi Perempuan Yang Enggan Melayani Suaminya'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-3869459423671397731</id><published>2010-08-10T22:42:00.004+07:00</published><updated>2010-08-12T23:53:17.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Meminta Izin Kepada Suami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Istri tidak boleh berpuasa, sementara suaminya sedang ada di rumah, kecuali setelah memperoleh izin darinya; tidak boleh mengijinkan orang lain masuk rumah kecuali atas izinnya; dan apa pun yang disedekahkan tanpa perintah suami, suami memperoleh separo pahalanya.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atasa menunjukkan bahwa pelayanan istri kepada suami yang sedang ada di rumah adalah dalam rangka memenuhi hak-haknya. Karena itu, ketika istri akan berpuasa sunnah, ia semestinya meminta izin terlebih dahulu kepada suami. Ia juga tidak boleh mengizinkan siapa pun untuk masuk rumah suaminya tanpa izin suaminya, serta tidak menafkah harta suaminya untuk kebaikan kecuali atas pengetahuan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafizh-dalam Al Fath-berkata, "Dalam hadis ini ditegaskan bahwa memenuhi hak suami harus lebih didahulukan oleh istri dari pada melakukan kebaikan yang lain. Sebab, memenuhi haknya adalah kewajiban, dan menjalankan kewajiban harus didahulukan dari pada menjalankan ibadah sunnah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An Nawawi mnjelaskan hikmah dari larangan itu. Ia berkata, "Suami mempunyai hak untuk bersenang-senang dengan istrinya setiap saat. Hak ini wajib untuk segera dipenuhi, tidak boleh tertunda dengan ibadah sunnah, bahkan dengan ibadah wajib yang masih bisa ditunda. Karena itu, istri tidak boleh berpuasa tanpa izin suaminya. Apabila ingin bersenang-senang dengan istrinya-yang sedang berpuasa-ia boleh menyuruh istrinya untuk membatalkan puasa. Sebab biasanya seorang Muslim tidak berani menyuruh orang lain agar membatalkan puasanya. Dari hadis ini dipahami bahwa izin suami untuk melakukan ibadah diperlukan bila suami ada di rumah. Sementara itu, jika suami tidak ada di rumah, ia boleh melakukan ibadah suannah tanpa izinnya. Namun, jika suami sedang bepergian dan pulang kerumah ketika istri sedang berpuasa, ia boleh menyuruh istrinya membatalkan puasanya, dalam hal itu bukan tindakan makruh. Termasuk makna ketiadaan suami adalah bila ia sedang sakit sehingga tidak bisa melakukan senggama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan keharusan meminta izin suami ketika mengundang orang ke rumah, Al Hafizh dalam Al Fath berkata, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Istri tidak boleh mengizinka siapapun masuk ke rumah suami tanpa izinnya,&lt;/span&gt;" merupakan syarat yang sulit dipahami. Ketiadaan suami di rumah tidak berarti boleh mngizinkan orang lain masuk rumah.  Justru, ketika itulah larangan tersebut lebih ditekankan berdasarkan beberapa hadis yang menegaskan larangan bagi istri untuk mengizinkan orang lain masuk ke dalam rumah pada saat suaminya tidak ada. Barangkali, inilah maksud hadis tersebut. Sebab, ketika suami ada di rumah, istri lebih mudah meminta izin kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An Nawawi berkata, "Dalam hadis ini ada isyarat bahwa kewajiban meminta izin kepada suami harus dilakukan ketika istri belum suaminya merestuinya. Sekiranya istri mnegetahui bahwa suaminya merestui, tidak meminta izin kepadanya adalah kebolehan. Misalnya, istri mempersilahkan para tamu masuk rumah di tempat yang dikhususkan bagi meraka (ruang tamu), baik ada suami ketika itu maupun tidak ada. Dalam hal ini, mempersilahkan mereka masuk tidak perlu izin khusus dari suami."[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menikahi-janda.html"&gt;Menikahi Janda  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/laknat-para-malaikat-bagi-perempuan.html"&gt;Laknat Para Malaikat Bagi Perempuan Yang Enggan Melayani Suaminya  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/pelayanan-terbaik-kepada-suami.html"&gt;Pelayanan Terbaik Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-keharmonisan-rumah-tangga.html"&gt;Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-3869459423671397731?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/3869459423671397731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=3869459423671397731&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3869459423671397731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3869459423671397731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/meminta-izin-kepada-suami.html' title='Meminta Izin Kepada Suami'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-7018815943425374106</id><published>2010-08-10T22:03:00.004+07:00</published><updated>2010-08-10T23:58:52.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Pelayanan Terbaik Kepada Suami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang siapa yang lebih berhak dipatuhi perempuan. Rasulullah Saw. menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suaminya.&lt;/span&gt;" Kemudian, aku bertanya lagi siapa yang lebih berhak dipatuhi dan ditaati laki-laki. Rasulullah Saw. menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ibunya.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bazzar dan Al HAkim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menunjukkan beberapa hal berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, besar atau kecil anugrah bergantung pada tingkat kepuasan dan kelapangan dalam menerimanya (qana'ah). Dengan kelapangan hati, perempuan akan menyadari hak-hak yang harus dipenuhinya dan kepada siapa ia menunaikan hak tersebut. Hal ini ditunjukkan dalam pernyataan dan keingintahuan Aisyah r.a. di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, istri harus mengetahui bahwa suami memiliki hak yang lebih besar yang harus dipenuhi secara khusus dari pada kedua orang tuanya. Ibn Taimiyah berkata, "Seluruh ketaatan kepada kedua orang tua kini berpindah kepada suami sehingga tidak ada lagi ketaatan istri kepada kedua orang tuanya. Sebab, ketaatan kepada kedua orangtua adalah karena kekerabatan, sedangkan ketaatan kepada suami karena ikatan pernikahan. Oleh karena itu, istri tidak boleh dari rumah tanpa izin suami, walaupun diminta oleh ayah, ibu atau yang lainnya. Demikian ijma para ulama. Jika suami ingin mengajaknya pindah ke tempat lain dengan tetap memenuhi kewajibannya dan memperlakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah, tetapi ayah perempuan itu melarangnya mengikuti suaminya, istri harus patuh kepada suaminya, bukan kepada kedua orang tuanya." Apabila perempuan menyadari hak-hak ini, ia dinilai sebagai orang yang bijaksana dan menyelamatkan rumah tangganya dari banyak hembusan badai yang bisa menghancurkan rumah tangganya. Karena itu, pahamilah ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Al Jauzi-dalam Ahkam Al Nisa-berkata, "Tidak sepantasnya kesua orang tua dan seluruh keluarga istri menuntutnya agar lebih mengutamakan mereka. Ia harus lebih mengutamakan suaminya. Hal ini ditegaskan oleh pembuat syariat (Allah). Karena itu, berhati-hatilah dalam masalh ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, Ibn Jauzi berkata, "Sebaliknya, kedua orang tua perempuan, khususnya ibu, memberitahukan kepadanya hak-hak suami. Dari Amir bin Sa'id diriwayatkan bahwa Ali r.a. pernah marah kepada Fatimah r.a. Karena kemarahan Ali, Fatimah berkata, 'Demi Allah, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah Swa.' Fatimah menemui Rasulullah dan Ali pun mengikutinya dan berdiri di tempat yang memungkinkan untuk mendengar percakapan mereka. Mendengar pengaduan Fatimah tentang kemarahan Ali, Rasulullah Saw. bersabda, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai putriku, perhatikan, dengarkan, dan renungkan! Seorang istri harus bisa memberikan kesenangan kepada suaminya.&lt;/span&gt;' Ali diam saja. Lalu ia berkata, 'Aku pulang, Demi Allah, aku tidak akan mengulangi lagi sesuatu yang tidak disukainya.' Fatimah pun berkata, 'Demi Allah, aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak disukainya untuk selamanya.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, istri harus menjaga hak pelayanan terbaik kepada suami sampai ia meninggal dunia.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/laknat-para-malaikat-bagi-perempuan.html"&gt;Laknat Para Malaikat Bagi Perempuan Yang Enggan Melayani Suaminya  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/meminta-izin-kepada-suami.html"&gt;Meminta Izin Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-keharmonisan-rumah-tangga.html"&gt;Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-kesucian-diri.html"&gt;Menjaga Kesucian Diri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-7018815943425374106?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/7018815943425374106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=7018815943425374106&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7018815943425374106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7018815943425374106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/pelayanan-terbaik-kepada-suami.html' title='Pelayanan Terbaik Kepada Suami'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-3345100531725423707</id><published>2010-08-09T01:38:00.004+07:00</published><updated>2010-08-10T23:40:37.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Umar r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pemimpin adalah penjaga. Suami adalah penjaga anggota keluarganya, dan istri adalah penjaga rumah suami dan anaknya. Masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dan Muslim.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, "Perempuan Quraisy adalah sebaik-baik perempuan Arab, yang paling sayang kepada anak-anak, yang paling baik dalam menjaga harta suami." (H.R. Bukhari dan Muslim.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali r.a.: Ketika menikahkan Fatimah, Rasulullah Saw. mengirim beludru, bantal yang berisi serat, dua buah piring dan dua buah gelas kepadanya. Suatu hari, Ali berkata kepada Fatimah, "Aku telah menimba air sehingga dadaku sakit, Allah telah menganugrahkan kepada Rasulullah Saw. pelayan-pelayan. Karena itu, pergilah kesana dan mintalah seorang pelayan untuk kita." Fatimah berkata, "Demi Allah, aku juga telah menumbuk gandum sehingga kedua tanganku melepuh." Lalu Fatimah menemui Rasulullah Saw. Melihat kedatangan putrinya, beliau bertanya, "Ada apa gerengan putriku?" Fatimah menjawab, "Aku datang untuk memberi penghormatan kepada ayah." Fatima merasa malu untuk meminta sesuatu kepada Nabi Saw. sehingga ia pun pulang dengan tangan hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka berdua (Ali dan Fatimah) menemui Nabi Saw. Ali menceritakan keadaan mereka berdua kepada beliau. Mendengar hal itu, Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Demi Allah, aku tidak bisa memberikan apa pun kepada kalian. Aku juga meninggalkan Ahli Suffah yang kelaparan. Aku tidak mempunyai apa pun yang bisa aku berikan kepada mereka. Akan tetapi, aku menjual sesuatu yang hasilnya aku berikan kepada mereka.&lt;/span&gt;" Ali dan Fatimah pulang ke rumah mereka. Kemudian, Nabi Saw. mendatangi mereka dan mendapati mereka sedang berbaring, berselimutkan kain beludru yang sangat kecil. Apabila mereka menariknya untuk menutup muka, kedua kaki mereka terbuka. Sebaliknya, apabila mereka menarik untuk menutup kedua kaki, muka mereka pun terbuka. Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tetaplah di tempat kalian! Maukah kuberitahukan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari daripada yang kalian minta kepadaku?&lt;/span&gt;" Ali menjawab, "Tentu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada dua kalimat yang telah diajarkan jibril kepadaku, yaitu kalian membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing sepuluh kali setiap selesai melaksanakan shalat. Ketika kalian akan tidur, bacalah kalimat-kalimat tersebut masing-masing sebanyak tiga puluh tiga kali.&lt;/span&gt;" Ali berkata, "Demi Allah, aku tidak pernah meninggalkan aku tidak pernah meninggalkan itu semua sejak diajarkan oleh Rasulullah Saw." Ibn Ah Kiwa' bertanya, "Meskipun pada malam Perang Shifin?" Ali menjawab, "Semoga Allah membinasakan kalian, wahai para perampok! Ya, meskipun pada malam Perang Shifin." (H.R. Al Bukhari dan Muslim.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Asma' r.a.: Ketika Zubair menikahiku, ia tidak memiliki kebun, budak dan sesuatu pun kecuali seekor kuda. Akulah yang memberi makan kudanya, mencukupi kebutuhannya dan merawatnya. Aku menumbuk biji gandum untuk untanya, dan memberinya makan. Aku juga mengambil air dan menimba, serta membuat adonan roti. Namun, aku tidak pandai membuat roti. Karena itu, tetangga-tetanggaku dari kalangan Anshar membuatkan roti untukku. Mereka semua adalah perempuan-perempuan yang tulus dan iklas. Aku membawa biji gandum di atas kepalaku dari kebun milik Zubair yang berjarak dua pertiga farsakh. Kebun itu adalah pembagian dari Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Aku pulang sambil membawa biji gandum di atas kepala. Lalu, aku bertemu dengan Rasulullah Saw. bersama sekelompok sahabatnya. Beliau memanggilku seraya bersabda, "Wah, wah!" Beliau mengajakku berboncengan di belakangnya. Akan tetapi aku merasa malu berjalan bersama kaum laki-laki. Aku pun teringat kepada Zubair. Ia adalah laki-laki yang sangat pecemburu. Karena itu, beliau segera berlalu. Kemudian, aku sampai di rumah.Aku berkata kepada Zubair, "Tadi aku bertemu dengan Rasulullah Saw. beserta sekelompok sahabatnya, sementara aku membawa biji gandum di atas kepalaku. Beliau mengajakku berboncengan bersamanya, tetapi aku merasa malu. Aku juga menyadari kecemburuanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zubair berkata, "Demi Allah, memikul biji gandum lebih buruk daripada berboncengan bersama Rasulullah Saw." Asma berkata, "Setelah kejaidan itu, Abu Bakar mengirim seorang pelayan untukku sehingga aku cukup merawat kuda saja. Dengan demikian, seolah-olah Abu Bakar telah melepas bebanku." (H.R. Bukhari dan Muslim.)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis-hadis di atas menunjukkan beberapa hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, pengorbanan seorang perempuan yang sangat sabar dalam menjaga rumah dan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, faktor-faktor kebaikan dalam diri perempuan terutama dalam menjaga harta suami dan mengasihi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, andil istri dan suami dalam memikul tanggungjawab rumah tangga. Tanggung jawab mereak masing-masing-seagai mana dijelaskan olah Ibn Hubaib dalam Al Wadhihah-adalah pembagian tugas yang seimbang sesuai peran dan fungsinya. Dalam hadis di atas, Rasulullah Saw menentukan pembagian tugas antara Ali bin Abi Thalib r.a. dan istrinya, Fatimah r.a., ketika mereka mengadu tentang pekerjaan rumah. Beliau menetapkan bahwa Fatimah bertanggung jawab atas urusan internal di dalam rumah, dan Ali bertanggung jawab atas urusan eksternal di luar rumah. Urusan internal adalah membuat adonan roti, memasak, merawat kuda, membersihkan rumah, menyediakan air minum, dan pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadis yang diriwayatkan Asma, dijelaskan bahwa Fatimah mengadukan luka di tangannya kepada Rasulullah Saw. dan meminta dicarikan pembantu. Kemudian Nabi menunjukkan kepadanya sesuatu yang lebih baik dari pada mencari pembantu, yaitu zikir kepada Allah Swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, hadis yang diriwayatkan Asma memaparkan sebuah contoh perempuan yang bekerja keras dan mengorbankan diri dalam melayani suami. Tak seorangpun bisa memungkiri teladan yang ditampilakan Asma. Al Muhlib berkata, "Perempuan akan mulia kedudukanya jika patuh dan membari pelayanan kepada suaminya dengan suka rela. Ayah dan penguasa tidak boleh menghalanginya. Sekiranya kepatuhan kepada suami karena terpaksa, ayahnya tidak boleh membiarkan putrinya menderita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, terhadap pengorbanan istri, suami harus memberikan cinta dan kasih sayang yang mengesampingkan kecemburuannya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Zubair ketika menegur istri tercintanya, Asma. Ia berkata, "Demi Allah, memikul biji gandum lebih buruk daripada berboncengan bersama Rasulullah Saw." Ketika mengomentari hadis di atas, Al Muhlib berkata, "Hadis ini menunjukkan kasih sayang suami kepada istrinya yang bekerja keras untuk melayaninya, terutama jika sang istri dari keluarga terpandang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;, dalam hadis yang diriwayatkan Ali r.a., ditunjukkan keutamaan dzikir kepada Allah Swt. Al Hafizh berkata, "Sabda Rasulullah Saw., &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maukah kuberitahukan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari daripada yang kalian minta kepadaku?&lt;/span&gt; menegaskan bahwa orang yang biasa berdzikir kepada Allah Swt. akan diberikan kekuatan yang lebih besar dari pada kekuatan yang dimiliki oleh seorang pelayan. Makna lain yang dipahami dari hadis ini adalah bahwa bacaantasbih bermanfaat untuk kehidupan akhirat, sedangkan pelayan hanya berguna untuk kehidupan dunia. Sementara itu, kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;, hadis yang diriwayatkan Asma menujukkan bahwa perempuan tidak boleh berboncengan di belakang laki-laki. Dalam hadis ini tidak disebutkan bahwa Asma mengenakan hijab dan tidak pula dijelaskan bahwa Rasulullah Saw. menyuruhnya mengenakan hijab. Dari sini, dapat dipahami bahwa ketika itu, hijab hanya berlaku bagi istri-istri Rasulullah Saw. Dengan demikian, tampaknya peristiwa di atas terjadi sebelum ada perintah untuk mengenakan hijab bagi perempuan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/meminta-izin-kepada-suami.html"&gt;Meminta Izin Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/pelayanan-terbaik-kepada-suami.html"&gt;Pelayanan Terbaik Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-kesucian-diri.html"&gt;Menjaga Kesucian Diri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/melihat-aurat-sesama.html"&gt;Melihat Aurat Sesama  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-3345100531725423707?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/3345100531725423707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=3345100531725423707&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3345100531725423707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3345100531725423707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-keharmonisan-rumah-tangga.html' title='Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1281127067354614990</id><published>2010-08-09T01:05:00.005+07:00</published><updated>2010-08-10T22:42:48.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Menjaga Kesucian Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Malih Al Hudzli: Kaum perempuan kota Himsh atau penduduk Syam menemui Aisyah. Lalu, Aisyah berkata, "Kalian adalah kaum perempuan yang masuk kamar mandi. Padaha, aku dengar Rasulullah Saw. bersabda, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapa saja perempuan yang meletakkan pakaiannya bukan di rumah suaminya, Allah Swt. akan membuka aibnya.&lt;/span&gt;'" (H.R. Al Tirmidzi, Abu Dawud, dan Al Hakim.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Fudhalah bin Ubaid: Ada tiga orang yang tidak akan ditanya (dipedulikan), yaitu laiki-laki yang keluar dari jamaah dan membangkang kepada imamnya lalu mati sebagai pembangkang, budak perempuan atau laki-laki yang melarikan diri lalu mati, dan perempuan yang ditinggal pergi suaminya yang telah memenuhi seluruh kebutuhan duniawinya tetapi ia mempertontonkan perhiasannya dan kecantikannya ketika suaminya pergi. Mereka semua tidak akan ditanya oleh Allah Swt. (H.R. Al Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad, Ibn Hibban, Al Hakim dan Ahmad.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a.: Ketika turun ayat Al Mula'anah (tentang suami istri yang saling melaknat kerena dugaan perbuatan serong), Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapapun perempuan yang menemui suatu kaum yang bukan kerabatnya, ia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah Swt, dan Dia tidak akan memasukkannya ke dalam surga ...&lt;/span&gt;" (H.R. Abu Dawud dan An Nasa'i.)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis-hadis di atas menunjukkan tiga contoh penyimpangan yang dilakukan oleh perempuan yang tidak menjaga diri. Mereka tidak menjaga kesucian diri dan menjerumukan dirinya ke dalam ancaman fitnah yang besar. Mereka juga tidak segera kembali pada ajaran Islam dan berlindung kepada Allah Swt. dengan bertaubat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga contoh penyimpangan itu adalah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt;, perempuan yang membuka aurat dan tidak memelihara agama dan kehormatannya. Ia tidak peduli bahwa dirinya sering memakai pakaian tipis atau melepas pakaiannya di mana saja di luar rumah suaminya. Ia bahkan memperlihatkan auratnya di tempat-tempat umum dan di depan orang-orang yang tidak berhak melihat auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, perempuan yang keluar rumah tanpa suatu keperluan, baik ketika suaminya ada di rumah atau sedang pergi, ia tidak malu membuka auratnya. Padahal, kepergian suaminya adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam hal ini, ia telah menghinakan dirinya sendiri sehingga tidak akan di tanya oleh Allah Swt. kelak di hari kiamat. Bagi seorang istri, kepergian suami adalah ujian besar. Karena itu, ia harus mampu menjaga kesucian, menjaga diri, dan tidak mengikuti ajakan-ajakan yang dapat menjatuhkan harga dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, perempuan yang menghianati suaminya. Penghianatan istri kepada suami akan menghilangkan jaminan perlindungan Allah Swt. Jika ia tidak segera bertaubat, mungkin ia tidak akan pernah masuk surga.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/pelayanan-terbaik-kepada-suami.html"&gt;Pelayanan Terbaik Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-keharmonisan-rumah-tangga.html"&gt;Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/melihat-aurat-sesama.html"&gt;Melihat Aurat Sesama  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/interaksi-perempuan-dengan-laki-laki.html"&gt;Interaksi Perempuan Dengan Laki-Laki  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1281127067354614990?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1281127067354614990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1281127067354614990&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1281127067354614990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1281127067354614990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-kesucian-diri.html' title='Menjaga Kesucian Diri'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4501968239242429408</id><published>2010-08-09T00:31:00.004+07:00</published><updated>2010-08-09T03:06:22.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Melihat Aurat Sesama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama laki-laki, dan perempuan tidak boleh melihat aurat sesama perempuan. Seorang laki-laki tidak boleh tidur dengan seorang laki-laki lain dalam satu selimut, dan perempuan tidak boleh tider dengan perempuan lain dalam satu selimut.&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah r.a.: Suatu hari, aku duduk di samping Rasulullah Saw., dan di samping beliau ada Maimunah. Kemudian, datanglah Ibn Maktum yang menemui beliau. Hal itu terjadi setelah kami diperintahkan untuk mengenakan hijab. Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pakailah hijab kalian!&lt;/span&gt;" Kami bertanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai Rasulullah, bukankah ia buta dan tidak akan melihat kami?&lt;/span&gt;" Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah kalian buta? Bukankah kalian berdua melihatnya?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Salamah r.a.: Aku bertanya kepada A'isyah tentang anak perempuan Qais. Ia mengatakan bahwa suaminya telah menceraikannya sehingga menolak untuk memberikan nafkah kepadanya. Kemudian, putri Qais mendatangi Rasulullah Saw. dan mengatakan hal itu kepada beliau. Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak ada nafkah bagimu. Pergilah kepada Ibn Ummi Maktum. Tetaplah bersamanya, karena ia adalah laki-laki buta. Letakkanlah pakaianmu di sisinya.&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang diriwayatkan Abu Sa'id menjelaskan tentang larangan melihat aurat sesama jenis, apalagi yang berbeda jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaigian ulama berpendapat bahwa hadis dari Ummu Salamah merupakan dalil pengharaman perempuan melihat laki-laki lain. Menurut imam An Nawawi, pendapat demikian dinilai lebih tepat. Sebab, Allah Swt. berfirman, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;... Katakanlah kepada perempuan yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangan ..."&lt;/span&gt; (An Nur [24]: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, mereka yang berpendapat bahwa melihat anggota tubuh selain antara pusar dan lutut dibolehkan beragumentasi berdasarkan hadis Aisyah dan Fatimah binti Qais di atas. Mereka juga beragumentasi pada hadis lain yang menyebutkan kunjungan Rasulullah Saw. kepada kaum perempuan pada Idul Fitri setelah berkhutbah. Ketika itu, Nabi bersama Bilal mengingatkan mereka agar bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Syaukani dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nalil Al Autar&lt;/span&gt; berkata, "Imam Abu Dawud telah mengompromikan beberapa hadis ini. Menurutnya, hadis Ummu Salamah khusus berkenaan dengan istri-istri Rasulullah Saw., sedangkan hadis Fatimah berkenaan dengan seluruh kaum perempuan." Al Hafidz dalam Al Talkhish berkata, "Ini adalah upaya kompromi yang baik." Kompromi seperti ini juga dilakukan oleh Al Mundziri.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-keharmonisan-rumah-tangga.html"&gt;Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-kesucian-diri.html"&gt;Menjaga Kesucian Diri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/interaksi-perempuan-dengan-laki-laki.html"&gt;Interaksi Perempuan Dengan Laki-Laki  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/adab-berjalan-di-tempat-umum.html"&gt;Adab Berjalan Di Tempat Umum  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4501968239242429408?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4501968239242429408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4501968239242429408&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4501968239242429408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4501968239242429408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/melihat-aurat-sesama.html' title='Melihat Aurat Sesama'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1023507653022849178</id><published>2010-08-07T01:51:00.005+07:00</published><updated>2010-08-09T01:38:12.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Interaksi Perempuan Dengan Laki-Laki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Uqbah bin Amir r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Waspadalah, jangan menemui kaum perempuan.&lt;/span&gt;" Seorang laki-laki dari kalangan Anshar bertanya, "Walaupun ia saudara ipar?" Nabi menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menemuinya seperti menemui kematian.&lt;/span&gt;" (H.R. Ahmad, Al Bukhar dan Al Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ingatlah, seorang laki-laki tidak boleh tidur di rumah seorang perempuan, kecuali setelah menikah atau karena muhrim.&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amir Al Ash r.a.: Suatu hari sekelompok orang dari bani Hasyim menemui asma' binti Umais di rumahnya. Ia adalah istri Abu Bakar. Ketika Abu Bakar datang, ia tidak menyukai pertemuan itu. Karena itu, Abu Bakar menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah Saw. Beliau bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku kira, hal itu baik.&lt;/span&gt;" Abu Bakar berkata, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah memaafkan Asma binti Umais.&lt;/span&gt;" Kemudian, Rasulullah Saw. berdiri di atas mimbar dan bersabda, "Setelah hari ini, seorang laki-laki tidak diperkenankan masuk ke rumah perempuan yang sedang ditinggal pergi suaminya, kecuali jika ditemani oleh satu atau dua orang laki-laki." (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Suatu hari seorang waria menemui istri-istri Rasulullah Saw. dan mereka menganggap bahwa ia adalah seorang yang tidak mempunyai hasrat terhadap perempuan. Ketika menemui mereka, Rasulullah Saw. sedang duduk bersama sebagian istrinya sambil berbicara tentang seorang perempuan. Ia berkata, "Kulihat ada lipatan lemak di perutnya." Nabi Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketahuilah, orang ini mempunyai hasrat. Jangan dibiarkan ia menemui kalian.&lt;/span&gt;" (H.R. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Suatu hari, Rasulullah Saw. menemuiku, sementara di rumahku ada seorang laki-laki. Beliau bertanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai Aisyah, siapakah orang ini?&lt;/span&gt;" Aku jawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saudara sepersusuanku.&lt;/span&gt;" Beliau bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai Aisyah, telitilah, siapa saja yang menjadi saudara-saudaramu. Yang disebut saudara sepersusuan adalah yang disusui sampai kenyang.&lt;/span&gt;" (H.R. Jamaan kecuali Al Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Suatu hari paman sepersusuanku datang dan minta izin untuk bertemu denganku. Aku menulak untuk mengizinkannya hingga aku bertanya kepada Rasulullah Saw. Kemudian, beliau datang dan aku menanyakan hal itu kepadanya. Beliau bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ia adalah pamanmu. Oleh karena itu, izinkanlah.&lt;/span&gt;" Aku berkata, "Wahai Rasulullah, yang sepersusuan denganku adalah perempuan, bukan laki-laki (orang yang datang)." Beliau menjawab, "Ia adalah pamanmu sehingga boleh menemuimu." Aisyah berkata, "Peristiwa itu terjadi sebelum kami diwajibkan memakai hijab." Selanjutnya, Aisyah berkata, "Diharamkan kepada kerabat sepersusuan seperti yang diharamkan kepada kerabat sedarah." (H.R. Jamaah)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hadits di atas menjelaskan beberapa hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, sedemikian besar perhatian islam dalam memuliakan kaum perempuan dan menjaga mereka dari gosip-gosip yang menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, dengan berbagai cara, islam melarang perempuan berduaan dengan laki-laki karena bisa menjerumuskan dalam perbuatan haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, seorang istri boleh menerima kunjungan seorang laki-laki lain dengan syarat ada suami atau muhrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, perempuan boleh menerima kunjungan saudara-saudara sepersususan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, ada pelajaran penting dalam sikap Aisyah yang meminta izin terlebih dahulu kepada Rasulullah Saw. sebelum mengizinkan paman sepersusuannya untuk masuk menemuinya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/menjaga-kesucian-diri.html"&gt;Menjaga Kesucian Diri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/melihat-aurat-sesama.html"&gt;Melihat Aurat Sesama  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/adab-berjalan-di-tempat-umum.html"&gt;Adab Berjalan Di Tempat Umum  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bagaimana-perempuan-berhias.html"&gt;Bagaimana Perempuan Berhias  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1023507653022849178?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1023507653022849178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1023507653022849178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1023507653022849178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1023507653022849178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/interaksi-perempuan-dengan-laki-laki.html' title='Interaksi Perempuan Dengan Laki-Laki'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4522338318251403775</id><published>2010-08-07T01:30:00.006+07:00</published><updated>2010-08-09T01:03:55.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Adab Berjalan Di Tempat Umum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari  Hamzah bin Abu Usaid Al Anshari dari ayahnya: Ia mendengar Rasulullah Saw. berbicara di luar masjid. Ketika itu, perempuan dan laki-laki berbaur di jalan. Kepada kaum perempuan, Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perlahanlah, karena kalian tidak berjalan ditengah jalan. Berjalanlah di pinggir jalan!&lt;/span&gt;" Kaum perempuan merapat ke dinding sehingga pakaian mereka menempel ke dinding. (H.R. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menjelaskan adab perempuan ketika berjalan di jalan umum. Mereka di anjurkan untuk tidak berbaur dengan kaum laki-laki.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/melihat-aurat-sesama.html"&gt;Melihat Aurat Sesama  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/interaksi-perempuan-dengan-laki-laki.html"&gt;Interaksi Perempuan Dengan Laki-Laki  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bagaimana-perempuan-berhias.html"&gt;Bagaimana Perempuan Berhias  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/batasan-aurat-perempuan.html"&gt;Batasan Aurat Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4522338318251403775?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4522338318251403775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4522338318251403775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4522338318251403775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4522338318251403775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/adab-berjalan-di-tempat-umum.html' title='Adab Berjalan Di Tempat Umum'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-6999891504539210288</id><published>2010-08-07T00:01:00.005+07:00</published><updated>2010-08-07T02:32:14.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Bagaimana Perempuan Berhias</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Hamid bin Abdurrahman: Mu'awiyah r.a. berdiri di atas mimbar pada bulan haji. Ia memegang seikat gulung rambut yang sebelumnya berada di tangan pengawalnya. Mu'awiyah berkata, "Wahai penduduk Madinah, di manakah ulama kalian? Aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya bani Israil hancur karena mengambil gulung rambut perempuan&lt;/span&gt;.'" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik r.a.: Rasulullah Saw. melaknat kaum laki-laki yang suka berdandan menyerupai perempuan dan kaum perempuan yang suka menyerupai laki-laki. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. melaknat laki-laki yang berdandan seperti perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki. nabi Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keluarkanlah mereka dari rumah kalian!&lt;/span&gt;" Kemudian beliau mengeluarkan si Fulan dan Umar mengeluarkan si Fulan. (H.R. Ahmad dan Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran bin Hushain: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketahuilah, parfum bagi laki-laki adalah yang tidak berwarna tapi wanginya kuat. Ketahuilah, parfum bagi perempuan adalah yang berwarna tapi wanginya lembut.&lt;/span&gt;" (H.R. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a.: Suatu hari, istri Utsman bin Mazh'un menyemir rambut, memakai wewangian dan meninggalkan suaminya, lalu menemuiku. Aku bertanya kepadanya, "Apakah suamimu sedang ada di rumah atau sedang pergi?" Ia menjawab, "Ada, tetapi seperti tak ada." Aku bertanya lagi, "Mengapa demikian?" Ia menjawab, "Utsman adalah orang yang tidak menginginkan dunia dan tidak tertarik pada perempuan." (H.R. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ubaidullah bin Uthbah bin Mas'ud: Umar bin Abdullah mengirim surat kepada Ubaidullah bin Abdullah bin Uthbah untuk memberitahukan bahwa Subai'ah telah memberi kabar kepadanya bahwa ia masih bersetatus sebagai istri Sa'ad bin Khaulah dari bani Amir bin Lu'ay. Sa'ad adalah orang yang ikut berjihad dalam medan perang Badar. Ia meninggal dunia dengan meninggalkan Subai'ah pada Haji Wada'. Ketika itu, Subai'ah sedang mengandung. Tidak lama setelah kematiannya, Subai'ah melahirkan. Ketika sudah melewati masa nifasnya, Subai'ah mempercantik diri supaya ada orang yang berkenan melamarnya. Oleh karena itu, Abu Sanabil bin Bu'kak menemuinya dan berkata, "Mengapa kamu mempercantik diri seperti ingin menikah lagi? Demi Allah, kamu tidak boleh menikah sebelum masa iddah mu habis, yaitu empat bulan sepuluh hari." Subai'ah berkata, "Setelah Al Sanabil mengatakan hal itu, aku mengemas baju-bajuku dan pergi menemui Rasulullah Saw. Aku bertanya kepada beliau tentang hal itu. Beliau mengatakan ketika aku sudah melahirkan, aku telah resmi menjadi janda. Beliau menyuruhku menikah bila telah ada laki-laki yang melamarku." (H.R. Jamaah kecuali Al Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hadist di atas menunjukkan beberapa hal sebagi berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, pada umumnya perempuan terikat dengan fitrah atau karakter penciptaannya. Karena itu, dengan motif untuk mempercantik diri dan mengenakan perhiasan, perempuan tidak sepantasnya memiliki kecendrungan untuk menyerupai laki-laki dalam hal-hal yang khusus berkenaan dengan kaum laki-laki, seperti potong rambut. Demikian juga, perempuan tidak semestinya melampaui batas dalam merubah penampilan asli serta melakukan kepalsuan dalam berdandan, seperti menyambung rambut. Di sinilah kita memahami hikmah pengharaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Al Kasysyaf dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan al zinah (perhiasan) adalah segala sesuatu yang digunakan perempuan ntuk berhias, seperti cincin emas, celak,  dan cat kuku. Apabila perhiasan dikenakan pada anggota tubuh yang boleh tampak, misalnya cincin pada jari tangan dan celak pada mata, hukum menampakkannya adalah boleh. Namun, apabila perhiasan dikenakan pada anggota tubuh yang haram ditampakkan, seperti gelang tangan, gelang kaki, anting, kalung, dan mahkota memperlihatkannya kepada orang lain haram hukumnya, kecuali pada meraka yang disebutkan dalam ayat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;... dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang [biasa] tampak darinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan pehiasannya, kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan islam, atau budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan [terhadap perempuan], atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan.&lt;/span&gt; (Q.S. An Nur [24]:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hanya disebutkan perhiasan, tanpa disebutkan anggota tubuh yang menjadi tempat pemakaiannya? Hal itu menunjukkan penekanan (al mubalaghah) terhadap perintah untuk menjaga dan menyembunyikannya. Sebab, perhiasan-perhiasan tersebut pada umumnya dikenakan pada anggota tubuh yang tidak seorangpun diperkenankan melihatnya, kecuali mereka yang disebutkan dalam ayat di atas. Anggota-anggota tubuh tersebut adalah tangan, betis, lengan, leher, kepala, dada dan telinga. Dengan demikian, larangan memperlihatkan perhiasan itu sendiri menunjukkan larangan melihat pada tempat-tempat pemakaiannya. Dan, tidak satupun pendapat yang menghalalkan melihat anggota tubuh yang disebutkan, walaupun tanpa mengenakan perhiasan. Kesimpulanya, perempuan boleh memperlihatkan anggota tubuh yang dijadikan tempat perhiasan bila ada tuntutan kebutuhan, seperti menghilangkan sesuatu, jual-beli dan memberi kesaksian. Hal itu dikecualikan dari larangan memperlihatkan anggota tubuh yang menjadi tempat perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya, Tahris Al Mar'ah fi Ashr Al Risalah, mengatakan bahwa sebagian ulama berpendapat bahwa wajah perempuan itu sendiri adalah perhiasan. Apakah kita akan menambahkan fitnah dengan menambahkan perhiasan? Hal ini akan di jawab dengan alasan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, perintah menutup aurat bagi perempuan bukanlah hasil ijtihad yang bisa benar dan bisa salah. Akan tetapi, perintah itu merupakan ketetapan nash (Al Qu'an dan Hadits). Sementara itu, tidak boleh berijtihad dalam sesuatu yang ditegaskan oleh nash. Selama pemilik syariat (Allah) menetapkan suatu hukum, tidak seorangpun boleh bisa mengingkarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, ketentuan syariat tentang akan muncul fitnah berkaitan dengan perhiasan perempuan, pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan masalah perhiasan, tetapi berkaitan dengan masalah perempuan secara umum. Namun, perempuan tidak dilarang berakitvitas ditengah masyarakat dan berinteraksi dengan kaum laki-laki. Untuk itu, syariat menetapkan aturan sopan santun (etika) bagi setiap aktivitasnya, misalnya dalam berbicara, berjalan dan berkumpul dengan orang lain. Apabila etika-etika dipelihara, perempuan akan terhindar dari segala macam fitnah.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/interaksi-perempuan-dengan-laki-laki.html"&gt;Interaksi Perempuan Dengan Laki-Laki  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/adab-berjalan-di-tempat-umum.html"&gt;Adab Berjalan Di Tempat Umum  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/batasan-aurat-perempuan.html"&gt;Batasan Aurat Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berpakaian-tetapi-telanjang.html"&gt;Berpakaian Tetapi Telanjang  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-6999891504539210288?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/6999891504539210288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=6999891504539210288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6999891504539210288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6999891504539210288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bagaimana-perempuan-berhias.html' title='Bagaimana Perempuan Berhias'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-2304086684907729396</id><published>2010-08-02T01:26:00.007+07:00</published><updated>2010-08-07T01:48:13.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Batasan Aurat Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Khalid bin Duraik: A'isyah r.a. berkata, "Suatu hari, Asma binti Abu Bakar menemui Rasulullah Saw. dengan mengenakan pakaian tipis. Beliau berpaling darinya dan berkata,  'Wahai Asma, jika perempuan sudah mengalami haid, tidak boleh ada anggota tubuh yang terlihat kecuali ini dan ini' -sambil menunjuk ke wajah dan kedua telapak tangan ." (H.R. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Abbas r.a.: Pada Idul Adha, Rasulullah Saw. membonceng Al Fadl bin Abbas di atas untanya. Al Fadl adalah seorang pemuda yang berambut indah dan berkulit putih. Lalu, seorang perempuan datang dari Khats'am untuk bertanya kepada Rasulullah Saw. Al Fadl dan perempuan itu bertemu pandang. Melihat hal itu, Rasulullah segera memalingkan wajah Al Fadl ke arah lain. Namun, Al Fadl memandang perempuan itu lagi hingga tiga kali. Kemudian Rasulullah menghalangi pandangannya. Al Abbas bertanya kepada Rasulullah Saw., "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengapa engkau memalingkan wajah keponakanmu?" Rasulullah Saw. menjawab, "Kulihat ada seorang pemuda dan seorang pemudi. Aku tidak dapat mencegah setan di antara keduanya.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah r.a.: Ketika turun ayat,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;... hendaklah mereka menurunkan jilbab mereka...&lt;/span&gt; (Q.S. Al Ahzab [33]:59), kaum perempuan dari kalangan Anshar keluar dan seakan-akan di atas kepala mereka terdapat burung gagak dari kain.(H.R. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits di atas menjelaskan beberapa hal, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, hadits-hadits di atas menjelaskan dampak negatif pakaian yang tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, batas aurat perempuan yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Shaukani-dalam Nail Al Authar, juz 2, 75-mengutip perbedaan pendapat dala hal ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, Aurat perempuan adalah seluruh anggota badan kecuali wajah dan dua telapak tangan. Pendapat ini dikemukakan oleh Al Hadi, Al Qasim dalam salah satu pendapatnya, Abu Hanifah dalam salah satu riwayatnya, dan Malik. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, aurat mereka adalah seluruh anggota badan kecuali wajah, dua telapak tangan, dua telapak kaki dan gelang kaki. Pendapat ini dikemukakan oleh Al Qasim berdasarkan pendapat Abu Hanifah dalam satu riwayatnya, Al Tsuari dan Abu Al Abbas. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, aurat mereka adalah seluruh anggota badan kecuali wajah. Pendapat ini didukung oleh Ahmad bin Hambal dan Abu Dawud. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;,aurat mereka adalah seluruh anggota badan tanpa terkecuali. Pendapat ini diikuti oleh sebagian pengikut mazhab Al Syafi'i dan Imam Ahmad. Adapun penyebab terjadinya perbedaan pendapat itu adalah karena perbedaan pandangan dikalangan ulama ahli tafsir dalam memahami firman Allah Swt., &lt;span style="font-style:italic;"&gt;...kecuali yang [biasa] tampak darinya... &lt;/span&gt;(Q.S. An Nur [24]:31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, di antara mereka menjelaskan perbedaan pendapat tentang penafsiran firman Allah Swt., &lt;span style="font-style:italic;"&gt;...kecuali yang [biasa] tampak darinya... &lt;/span&gt;(Q.S. An Nur [24]:31) adalah Ibn Katsir. Ia berpendapat bahwa maksud dari ayat itu adalah perempuan itu tidak diperkenankan memperlihatkan sedikitpun perhiasan miliknya kepada orang lain kecuali sesuatu yang memang tidak mungkin disembunyikan, seperti-menurut Ibn Mas'ud- pakaian dan selendang. Hal yang sama dilakukan oleh Ibn Mas'ud Al Hasan, Ibn Sirin, Ibrahim Al Nakha'i, dan lain-lain. Al A'masy-dari Said bin Jabir dari Ibn Abbas-berkata, "Berkenaan dengan firman Allah Swt., &lt;span style="font-style:italic;"&gt;...dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak darinya...&lt;/span&gt; (Q.S. An Nur[24]: 31), Ibn Abbas berpendapat bahwa yang dimaksud adalah wajah dan kedua telapak tangan perempuan serta cincin." Ibn Umar, Atha, Ikrimah, Said bin Jabir, Abu As Syatsa, Al Dahhak, Ibrahim Al Nakha'i, dan lain-lain juga meriwayatkan pendapat yang sama. Hal ini mungkin mencakup juga penapsiran tentang perhiasan perempuan yang dilarang untuk diperlihatkan. Sementara itu, Malik-dari Al Zuhri-mengatakan bahwa yang dimaksud dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;...kecuali yang [biasa] tampak darinya... &lt;/span&gt;(Q.S. An Nur [24]:31) adalah cincin dan gelang kaki. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Ibn Abbas dan beberapa sahabat mengikuti pendapat ini cendrung menafsirkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;...kecuali yang [biasa] tampak darinya... &lt;/span&gt;(Q.S. An Nur [24]:31)dengan wajah dan kedua telapak tangan. Inilah pendapat yang masyhur di kalangan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi Fatwa Universitas Al Azhar menyatakan bahwa masing-masing dari kedua hadits di atas memiliki pengertian yang sangat jelas, yaitu boleh memperlihatkan wajah dan kedua telapak tangan bagi perempuan. Kaum muslim telah sepakat mengenai ketentuan ini sejak masa Rasulullah Saw. hingga sekarang dan telah menjadi pengetahuan agama yang tidak diragukan lagi. Tak seorangpun dari ulama terpercaya yang menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menutup wajah dan kedua telapak tangan merupakan praktek pilihan yang bergantung kepada situasi dan tradisi, bukan sesuatu yang diwajibkan dan bukan pula sesuatu yang dilarang. Barang siapa mau, boleh menggunakannya. Namun, mengamalakannya dinilai lebih baik, bila meninggalkannya diduga kuat akan menimbulkan fitnah. Dengan demikian, menolak kersakan merupakan tuntutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pendapat lain yang berudaha mengompromikan dua pendapat di atas mengenai firman Allah Swt., &lt;span style="font-style:italic;"&gt;...dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak darinya...&lt;/span&gt; (Q.S. An Nur[24]: 31) dan firman-Nya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;... hendaklah mereka menurunkan jilbab mereka...&lt;/span&gt; (Q.S. Al Ahzab [33]:59). Pendapat ini dikeluarkan oleh Abdul Karim Abu Syuqqah dari Syaikh Ibn Badis. Ia berkata, "Telah dijelaskan bahwa ayat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;...dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak darinya...&lt;/span&gt; menjelaskan bolehnya menampakkan wajah dan kedua telapak tangan. Setelah itu datang ayat,  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;... hendaklah mereka menurunkan jilbab mereka...&lt;/span&gt; yang menuntut perempuan agar menutup seluruh wajah seperti dikemukakan pendapat pertama. Akibatnya, ayat ini bertentangan dengan ayat pertama. Yang satu membolehkan menampakkan wajah, sedangkan lainnya melarangnya. Kemungkinan, yang dimaksud adalah menutupkan jilbab pada sebagian wajah yaitu dahi. Dengan demikian, kedua ayat di atas tidak bertentangan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/adab-berjalan-di-tempat-umum.html"&gt;Adab Berjalan Di Tempat Umum  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bagaimana-perempuan-berhias.html"&gt;Bagaimana Perempuan Berhias  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berpakaian-tetapi-telanjang.html"&gt;Berpakaian Tetapi Telanjang  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-sebagai-penyejuk-suami.html"&gt;Perempuan Sebagai Penyejuk Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-2304086684907729396?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/2304086684907729396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=2304086684907729396&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/2304086684907729396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/2304086684907729396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/batasan-aurat-perempuan.html' title='Batasan Aurat Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-5286127738091678859</id><published>2010-08-02T00:42:00.006+07:00</published><updated>2010-08-07T01:45:09.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Berpakaian Tetapi Telanjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah r.a.: Pada suatu malam, Rasulullah Saw. bangun tidur lalu berkata: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tiada Tuhan selain Allah. Fitnah apa yang diturunkan pada malam ini? Pusaka apa yang diturunkan pada malam ini? Siapakah orang yang telah membangunkan para penghuni kamar? Berapa banyak perempuan berpakaian di dunia ini tetapi telanjang kelak di Akhirat?&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah kulihat. Pertama, sekelompok yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyiksa orang lain. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi sebenarnya mereka telanjang. Kepala mereka seperti punuk unta dan berlenggak-lenggok. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, padahal wangi surga bisa tercium dari jarak sekian ...&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kedua hadist di atas menyoroti dua kelompok berbahaya yang mengancam keutuhan dan ketentraman masyarakat karena mereka menyalakan api fitnah di tengah masyarakat. Mereka -dengan sifat yang dimiliki- dinilai sebagai calon penghuni neraka dan tamu kehormatan Neraka Jahanam. Mereka juga diharamkan mendapatkan kenikmatan surga dan wanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kelompok itu adalah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt;, mereka yang suka melemparkan tduhan kepada rakyat yang tak bersalah, lalu mencambuk dan menyakiti mereka dengan berbagai bentuk siksaan, kejahatan dan permusuhan. Terlebih lagi kepada mereka yang mengatakan, "Allah adalah Tuhanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, sekelompok perempuan yang memiliki sifat-sifat yang nista, mempelihatkan aurat, tidak menjaga kesucian diri, menghembuskan fitnah kepada orang-orang beriman, memikat hati orang-orang yang lemah iman, dan membangkitkan syahwat dengan cara yang tidak benar. Mereka hanya menunggu murka Allah Swt. dan laknat seluruh penghuni bumi![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bagaimana-perempuan-berhias.html"&gt;Bagaimana Perempuan Berhias  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/batasan-aurat-perempuan.html"&gt;Batasan Aurat Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-sebagai-penyejuk-suami.html"&gt;Perempuan Sebagai Penyejuk Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/antara-beribadah-dan-taat-kepada-suami.html"&gt;Antara Beribadah Dan Taat Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-5286127738091678859?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/5286127738091678859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=5286127738091678859&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/5286127738091678859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/5286127738091678859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berpakaian-tetapi-telanjang.html' title='Berpakaian Tetapi Telanjang'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-8290317282036833718</id><published>2010-08-02T00:03:00.006+07:00</published><updated>2010-08-02T04:13:02.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Perempuan Sebagai Penyejuk Suami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah r.a., Rasulullah Saw. melihat seorang perempuan, lalu beliau mendatangi istrinya, Zainab, yang sedang menggosok kulit yang hendak disamak. Lalu, beliau memenuhi hajatnya. Setelah itu, beliau menemuai para sahabat dan bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya, perempuan bisa menjadi perangkap setan. Oleh karena itu, jika seseorang diantara kalian melihat perempuan, segeralah mendatangi sitrinya. Sesungguhnya, hal itu bisa meredakan nafsunya.&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim, Abu Dawud, Al Tirmizi, Ahmad, dan Ibn Hibban)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini menunjukkan beberapa hal, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, perempuan bisa menyerupai setan dalam kemampuannya menimbulkan fitnah bagi laki-laki. Sebagaimana setan menjadi sumber fitnah bagi manusia, banyak hadist menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi sumber fitnah bagi laki-laki. Mengenai hal ini, Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sepeninggalku, fitnah yang paling berbahaya bagi laki-laki adalah perempuan.&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, penilaian bahwa perempuan adalah sumber fitnah bagi kaum laki-laki adalah tidak menunjukkan kekurangan perampuan dan merupakan kehendak Allah. Namun, perempuan juga harus menyadari bahwa hal ini menjadi tanggung jawabnya. Karena itu, iya harus menjaga diri dari fitnah ini. Semakin kuat berpegang pada ajaran agamanya, semakin sukses iya menghadapi ujian, melenyapkan tipu daya setan, dan menolak keikut sertaannya dalam menyebarkan fitnah serta kesesatan kepada pemuda di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, perempuan sebaiknya memahami dan berpegang teguh pada kekuatan-kekuatan syriat ketika beraktivitas di tengah masyarakat. Dengan demikian, iya telah mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai fenomena yang menyebabkan kenistaan. Ia juga dapat menjaga kesucian dirinya dan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, kaum perempuan muslim modern menghadapi medan perjuangan yang luas dan peperangan yang sengit. Karena itu, mereka seharusnya tidak memberikan kesempatan kepada musuh-musuh Islam -terutama Yahudi yang mereka berusaha memunculkan fitnah melalui kaum perempuan- untuk menghancurkan masyarakat Muslim. Ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam telah melakukan upaya-upaya murahan -didukung oleh kaum sekuler dari umat ini- dengan menyebarkan gambar-gambar porno, penari bugil dan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma sosial dan keluarga. mereka memanfaatkan berbagai media informasi -dan atas nama seni murahan- menyebarkan fitnah dan memandang hal itu sebagai contoh peradaban dan kemajuan sehingga yang batil dipandang benar dan yang haram dipandang halal. Berdasarkan hal ini -dengan berbagai cara yang legal dan beradab- untuk membela kesucian dan kehormatan kaum perempuan serta menolak segala entuk penghancuran yang ditujukan kepada perempuan di dalam masyarakat Islam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/batasan-aurat-perempuan.html"&gt;Batasan Aurat Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berpakaian-tetapi-telanjang.html"&gt;Berpakaian Tetapi Telanjang  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/antara-beribadah-dan-taat-kepada-suami.html"&gt;Antara Beribadah Dan Taat Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-dan-izin-suami.html"&gt;Bersedekah Dan Izin Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-8290317282036833718?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/8290317282036833718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=8290317282036833718&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8290317282036833718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8290317282036833718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-sebagai-penyejuk-suami.html' title='Perempuan Sebagai Penyejuk Suami'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1548975394838325086</id><published>2010-08-01T03:00:00.006+07:00</published><updated>2010-08-02T04:11:32.252+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Antara Beribadah Dan Taat Kepada Suami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Said Al Khudri r.a. yang berkata, "Suatu hari, kami sedang duduk bersama Rasulullah Saw. Tiba-tiba, datanglah seorang perempuan. Ia berkata, 'Suamiku, Shafwan bin al-Mu'aththal, menepukku ketika aku sedang shalat, memaksaku untuk berbuka ketika aku sedang berpuasa, dan ia sendiri tidak melaksanakan shalat subuh hingga matahari terbit.' Ketika itu Safwan ada di samping beliau, dan beliau pun menanyakan kepada Shafwan tentang kebenaran pengaduan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shafwan menjawab,'Ya Rasulullah,pengaduannya bahwa aku menepuknya ketika ia sedang shalat benar. Hal itu karena ia membaca dua surah yang telah aku larang; mendengar hal itu Rasulullah Saw. bersabda, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seandainya hanya satu surahpun, hal itu cukup bagi orang-orang.&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shafwan berkata lagi, 'mengenai pengaduannya bahwa aku telah memaksanya berbuka puasa, hal itu karena ia tetap berpuasa, padahal aku adalah laki-laki yang masih muda dan tidak bisa bersabar.' Mendengar hal itu, Rasulullah Saw. bersabda, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang perempuan hanya boleh berpuasa bila telah mendapat izin suaminya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shafwan berkata lagi, 'mengenai pengaduannya bahwa aku tidak melaksanakan shalat subuh hingga matahari terbit, hal itu karena kami sering kali bangun setelah matahari terbit.' Mendengar hal itu, Rasulullah Saw. bersabda, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apabila bangun tidur, shalatlah seketika itu pula, wahai Shafwan!&lt;/span&gt;' (H.R. Abu Dawun, Ibn Hibban, Al Hakim dan Ahmad dengan sanad yang shahih menurut kriteria Al Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Abu Aufa r.a., Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sekiranya aku dibolehkan menyuruh seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku akan menyuruh istri agar bersujud kepada suaminya. Demi Tuhan yang menguasai diri Muhammad, perempuan dinilai tidak melaksanakan hak Tuhannya sebelum ia memenuhi seluruh hak suaminya. Bahkan, sekiranya suaminya menginginkan dirinya, sementara ia sedang berada diatas unta, ia tidak boleh menolaknya.&lt;/span&gt;" (H.R. Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hibban dan Al Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah r.a., Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada tiga orang yang shalatnya tidak diterima, yaitu (1) budak yang melarikan diri hingga ia kembali, (2) istri yang tidur pada malam hari sementara suaminya marah kepadanya, dan (3) orang yang mengimami shalat suatu kaum tetapi mereka tidak menyukainya.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Tirmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a.: dikatakan kepada Rasulullah Saw. si fulan adalah seorang perempuan yang rajin salat malam, berpuasa, beramal kebajikan dan bersedekah, tetapi ia sering menyakiti tetangganya. Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak ada kebaikan baginya, ia termasuk calon penghuni neraka.&lt;/span&gt;" Para sahabat berkata, "Si fulan adalah seorang perempuan yang hanya shalat wajib, bersedekah dengan sepotong keju, tetapi tidak suka menyakiti siapapun." &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rasulullah Saw. bersabda, "Ia termasuk calon penghuni surga.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadist-hadist di atas menunjukkan beberapa hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, diperlukan keseimbangan dalam memahami ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, harus ada keseimbangan diantara ibadah-ibadah dan berbagai bentuk ketaatan serta tidak berlebih-lebihan dalam menampakkan ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, sangat penting bagi istri untuk memahami bahwa memenuhi hak suami harus didahulukan atas berbagai bentuk ketaatan dan ibadah sunnah. Bahkan, ibadah seorang istri tidak berguna karena kemaran suami kepadanya- dalam batas-batas yang dibenarkan. Karena itu, sebelum melaksanakan ibadah sunnah, istri sebaiknya minta izin suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, harus ada keseimbangan antara memenuhi hak Allah dan hak sesama manusia.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/berpakaian-tetapi-telanjang.html"&gt;Berpakaian Tetapi Telanjang  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-sebagai-penyejuk-suami.html"&gt;Perempuan Sebagai Penyejuk Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-dan-izin-suami.html"&gt;Bersedekah Dan Izin Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-kepada-suami.html"&gt;Bersedekah Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1548975394838325086?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1548975394838325086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1548975394838325086&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1548975394838325086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1548975394838325086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/antara-beribadah-dan-taat-kepada-suami.html' title='Antara Beribadah Dan Taat Kepada Suami'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-5375581830238578844</id><published>2010-08-01T02:36:00.005+07:00</published><updated>2010-08-02T04:11:42.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Bersedekah Dan Izin Suami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a., Rasulullah Saw., "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika seorang perempuan menafkahkan sebagian makanan yang ada di rumahnya, yang tidak akan menimbulkan masalah, ia memperoleh pahala atas sedekahnya, suami memperoleh pahala atas usahanya, dan penjaga rumah juga mendapat pahala yang sama. Sebagian mereka tidak mengurangi sedikitpun pahala sebagian yang lain.&lt;/span&gt;" (HR. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah Al Bahili r.a., aku mendengar Rasulullah Saw. berkhutbah pada haji wada'. Beliau bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;seorang istri tidak diperkenankan menafkahkan sesuatu yang ada dirumah suaminya kecuali dengan seizinnya.&lt;/span&gt;" Seseorang bertanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Rasulullah, bagaimana dengan makanan?&lt;/span&gt;" Beliau menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Makanan merupakan harta kita paling utama.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Tirmizi, Ibn Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibn al Arabi berkata, "para ulama zaman dulu berbeda pendapat mengenai perempuan yang menyedekahkan harta yang ada dirumah suaminya. Sebagian membolehkan bila yang di sedekahkan bukan barang berharga sehingga ketiadaannya tidak mengurangi sesuatu di rumah. Sementara itu, sebagian lain mensyaratakan adanya izin suami, walaupun tidak terperinci,  pendapat ini dipilih oleh Al Bukhari. Selanjutnya, para ulama bersepakat mengenai persyaratan bahwa sedekah yang diberikan tidak menyebabkan masalah dalam rumah tangga. Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sedekah istri, hamba, atau penjaga rumah adalah sedekah yang diberikan kepada keluarga dekat untuk kemaslahatanya, bukan sedekah kepada orang lain tanpa seizin suami."[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/perempuan-sebagai-penyejuk-suami.html"&gt;Perempuan Sebagai Penyejuk Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/antara-beribadah-dan-taat-kepada-suami.html"&gt;Antara Beribadah Dan Taat Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-kepada-suami.html"&gt;Bersedekah Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/haji-bagi-perempuan.html"&gt;Haji Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-5375581830238578844?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/5375581830238578844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=5375581830238578844&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/5375581830238578844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/5375581830238578844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-dan-izin-suami.html' title='Bersedekah Dan Izin Suami'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-7094840923902360907</id><published>2010-08-01T00:52:00.005+07:00</published><updated>2010-08-02T04:10:37.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Bersedekah Kepada Suami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;halaqah&lt;/span&gt; yang dihadiri oleh para sahabat perempuan, Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai kaum perempuan, bersedekahlah kalian untuk semua meskipun dengan sebagian dari perhiasan kalian!&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pesan nabi di atas, Zainab, istri Abdullah bin Mas'ud r.a. segera pulang ke rumah dan menemui suaminya. Ia berkata, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suamiku, engkau adalah orang yang miskin. Sementara itu, Nabi Saw. memerintahkan kepada kami agar bersedekah. Karena itu, temuilah Beliau dan tanyakanlah, apa aku boleh bersedekah kepada mu. Jika boleh, aku akan bersedekah kepadamu! Jika tidak, aku akan bersedekah kepada orang lain.!&lt;/span&gt;" Mendengar perintah istrinya, Abdullah bin Mas'ud berkata, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Engkau sajalah yang menemui Beliau.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab akhirnya pergi kerumah Nabi Saw. Tiba-tiba, ia mendapati seorang perempuan dari kalangan Anshar di depan pintu rumah Nabi Saw. dan memiliki keperluan yang sama. Sementara itu, Rasulullah Saw. adalah seseorang yang telah dianugrahi kemuliaan. Merekapun akhirnya menunggu di depan pintu rumah Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian Bilal keluar dari rumah Nabi Saw. Segera saja Zainab dan perempuan anshar itu berkata, "Hai Bilal, temuilah Nabi dan beritahukan kepada Beliau bahwa ada dua orang perempuan di depan rumah Beliau yang ingin bertanya tentang sesuatu: Apakah kami boleh bersedekah kepada suami dan atau anak-anak yatim yang kami asuh? Tapi, jangan beritahukan siapa kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal segera menemui Rasulullah Saw. dan menyampaikan pertanyaan kedua perempuan itu. Rasulullah Saw. bertanya, "Siapakah mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal menjawab, mereka adalah Zainab dan seorang perempuan dari kalangan anshar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. bertanya, "Zainab yang mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal menjawab, "Istri Abdullah bin Mas'ud"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mereka mendapat dua pahala, yaitu pahala kekerabatan dan pahala sedekah.&lt;/span&gt;" (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Umdah Al Qari fi Syahr Al bukhari&lt;/span&gt; mengomentari hadis ini dan mengatakan ada beberapa hal yang dapat disimpulkan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, anjuran agar memberikan nasehat dan peringatan kepada kaum perempuan tentang akhirat dan hukum-hukum yang berkenaan dengan mereka, serta dorongan kepada mereka agar sering bersedekah. Semua itu dilakukan selama tidak mendatangkan fitnah, baik bagi orang yang dinasehati maupun pemberi nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, istri boleh bersedekah dengan harta yang dimilikinya tanpa izin suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, dalam sedekah sunnah, tidak diperlukan ijab dan qabul, tetapi cukup dengan adanya sesuatu yang di sedekahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hadist ini menunjukkan beberapa hal. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, keutamaan bersedekah kepada suami dan anak-anak yang termasuk ke dalam kelompok yang berhak menerima zakat. Sebab, memenuhi kebutuhan mereka adalah kewajiban orang tua. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;,  segera mengamalkan pengetahuan agama yang telah di ketahui. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, kewajiban mencari ilmu bagi perempuan sebagaimana yang berlaku pada laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal mencari ilmu, sebagai mana disinggung dalam hadis di atas, kaum perempuan boleh keluar rumah, untuk bertanya tentang berbagai masalah agam seperti halnya kaum laki-laki.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/antara-beribadah-dan-taat-kepada-suami.html"&gt;Antara Beribadah Dan Taat Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-dan-izin-suami.html"&gt;Bersedekah Dan Izin Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/haji-bagi-perempuan.html"&gt;Haji Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-id-bagi-perempuan.html"&gt;Shalat Id Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-7094840923902360907?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/7094840923902360907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=7094840923902360907&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7094840923902360907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7094840923902360907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-kepada-suami.html' title='Bersedekah Kepada Suami'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-3232846492446278815</id><published>2010-07-31T02:51:00.006+07:00</published><updated>2010-08-02T04:10:22.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Haji Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas r.a. bercerita. Aku pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang laki-laki tidak boleh sekali-kali berduaan dengan seorang perempuan, kecuali bila perempuan itu disertai mahramnya.&lt;/span&gt;" Seseorang berdiri dan berkata, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Rasulullah, istriku keluar rumah untuk suatu kepertuan (haji), sementara aku ikut dalam suatu peperangan.&lt;/span&gt;" Beliu menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pergilah, lalu berhajilah bersama istrimu.&lt;/span&gt;" (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini mengaskan beberapa hal antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, perempuan dilarang untuk bepergian untuk haji dan umrah tanpa ditemani mahram atau suaminya. Mayoritas fuqaha berpendapat, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perempuan dilarang melakukan apapun yang disebut sebagai bepergian, baik jauh maupun dekat.&lt;/span&gt;" Sementara itu, ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa perempuan dilarang bepergian dengan jarak yang mengharuskan qasar shalat. Tentang kepergian haji dan umrah fardu, pengikut mazhab Syafi'i berpendapat bahwa perempuan tidak dilarang bepergian selama ia merasa dirinya aman. Namun, menurut fuqaha mazhab Hanafi dan Imam Ahmad, hal itu tidak boleh berdasarkan sabda Rasulullah Saw., "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perempuan hanya boleh pergi haji jika ditemani mahramnya.&lt;/span&gt;" (H.R. Daruquthni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, mayoritas ulama berpendapat bahwa suami atau mahram tidak wajib menemani perempuan yang ingin beribadah haji. Sementara itu, Imam Ahmad berkata bahwa suami atau mahram wajib menyertai perempuan jika tidak ada orang lain yang menemaninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, ada pengecualian dalam larangan bepergian bagi perempuan, yaitu kondisi-kondisi darurat, seperti tertinggal dari kendaraan atau melarikan diri dari musuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, islam hendak melindungi kaum perempuan dan menghindarkan mereka dari hal-hal yang dapat mendatangkan tuduhan dan permusuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, islam melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dari berduaan (khalwat). Sebab, hal itu dapat mendatangkan tuduhan yang tidak terpuji dan mengantarkan mereka pada kemungkaran.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-dan-izin-suami.html"&gt;Bersedekah Dan Izin Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-kepada-suami.html"&gt;Bersedekah Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-id-bagi-perempuan.html"&gt;Shalat Id Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/saf-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Saf Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-3232846492446278815?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/3232846492446278815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=3232846492446278815&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3232846492446278815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3232846492446278815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/haji-bagi-perempuan.html' title='Haji Bagi Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-3567734076340179745</id><published>2010-07-31T02:20:00.005+07:00</published><updated>2010-08-02T04:09:29.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Shalat Id Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ummu Athiyyah r.a. menuturkan, Rasulullah Saw. memerintahkan kepada kami (kaum perempuan) agar ikut shalat Idul Fitri dan Idul Adha -di lapangan- yaitu bagi perempuan yang sudah balig, yang tidak haid, dan yang memiliki kerudung. Adapun bagi perempuan yang sedang haid mereka tidak usah melaksankan shalat tetapi dianjurkan agar ikut dalam amal kebajikan dan dakwah kepada kaum muslimin. Aku bertanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Rasulullah, bagaimana bila seseorang dari kami tidak mempunyai jilbab?&lt;/span&gt;" Beliau menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saudara harus meminjamkan jilbab kepadanya.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menjelaskan beberapa hal sebagi berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, perempuan berhak menghadiri shalat Idul Fitri dan Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, perempuan haid dilarang masuk ke tempat-tempat shalat atau musalla meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai larangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An Nawawi berkata, "Sahabat-sahabat kami berbeda pendapat mengenai larangan ini. Akan tetapi, mayoritas mereka berpendapat bahwa larangan tersebut merupakan sikap kehati-hatian saja, bukan pengharaman. Sebab, larangan itu untuk mencegah kaum perempuan berdekatan dengan kaum laki-laki tanpa suatu keperluan dan tidak pula melaksanakan shalat. Selain itu, tidak adanya larangan dalam hal ini karena shalat hari raya tidak dilakukan di dalam masjid.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/08/bersedekah-kepada-suami.html"&gt;Bersedekah Kepada Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/haji-bagi-perempuan.html"&gt;Haji Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-perempuan-di-masjid.html"&gt;Shalat Perempuan Di Masjid  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/saf-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Saf Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-3567734076340179745?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/3567734076340179745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=3567734076340179745&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3567734076340179745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3567734076340179745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-id-bagi-perempuan.html' title='Shalat Id Bagi Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-3517487240665807903</id><published>2010-07-31T01:53:00.005+07:00</published><updated>2010-08-02T04:09:14.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Shalat Perempuan Di Masjid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar r.a. bercerita. Istri Umar shalat subuh dan isya berjamaah di masjid. Dikatakan kepadanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengapa kau pergi keluar rumah, padahal kamu tahu bahwa umar tidak menyukai hal itu dan pecemburu?&lt;/span&gt;" Istrinya balik bertanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa yang menghalangi Umar untuk melarangku (keluar rumah)?&lt;/span&gt;" Ibnu Umar mengatakan, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang menghalangi umar (untuk melarang istrinya shalat di masjid) adalah sabda Rasulullah Saw. 'Janganlah kamu melarang hamba-hamba Allah (perempuan) untuk shalat di masjid-Nya.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadist di atas menjelaskan secara tegas bahwa tidak ada larangan yang mencegah perempuan dari aktivitas ibadah di dalam masjid, terutama shalat wajib. Diakui ada beberapa hadist yang mengutamakan shalat dirumah bagi perempuan. Namun, tidak ditemukan sebuah hadist pun yang mengatakan bahwa shalat di dalam masjid terlarang bagi perempuan. Karena itu, beberapa ulama menganjurkan agar kaum perempuan juga memakmurkan masjid dengan aktivitas-aktivitas yang baik seperti pengajian, halaqah atau diskusi, selama mereka tidak meninggalkan atau mengabaikan tugas utamanya dirumah.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/haji-bagi-perempuan.html"&gt;Haji Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-id-bagi-perempuan.html"&gt;Shalat Id Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/saf-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Saf Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memakai-wewangian-ke-masjid.html"&gt;Memakai Wewangian Ke Masjid  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-3517487240665807903?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/3517487240665807903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=3517487240665807903&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3517487240665807903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3517487240665807903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-perempuan-di-masjid.html' title='Shalat Perempuan Di Masjid'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-5394678262264316181</id><published>2010-07-28T03:13:00.005+07:00</published><updated>2010-08-02T04:07:53.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Saf Shalat Yang Utama Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Abu hurairah r.a. berkata: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saf shalat laki-laki yang paling baik adalah yang paling depan, sedangkan saf yang paling buruk adalah yang paling belakang. Sebaliknya, saf shalat perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang, sedangkan saf yang paling buruk adalah yang paling depan.&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menjelaskan bahwa saf paling depan adalah yang paling utama bagi laki-laki. Sebab, saf terdepan lebih dekat kepada imam dan lebih jauh dari saf perempuan sehingga laki-laki tidak melihat perempuan dan perempuan tidak terkena fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hadits di atas juga menegaskan bahwa saf shalat paling belakang adalah yang paling utama bagi perempuan. Sebab, ia semakin jauh dari saf laki-laki serta semakin kecil kemungkinannya terkena fitnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ada beberapa adab yang harus dijaga ketika saf laki-laki berdekatan dengan saf perempuan. Diatara adab itu adalah perempuan tidak mengangkat kepala dari ruku' atau sujud sebelum laki-laki mengangkat kepala, dan perempuan sebaikknya keluar dari masjid lebih dahulu -jika tidak ada pintu khusus bagi masing-masing.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-id-bagi-perempuan.html"&gt;Shalat Id Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-perempuan-di-masjid.html"&gt;Shalat Perempuan Di Masjid  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memakai-wewangian-ke-masjid.html"&gt;Memakai Wewangian Ke Masjid  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/tempat-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Tempat Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-5394678262264316181?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/5394678262264316181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=5394678262264316181&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/5394678262264316181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/5394678262264316181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/saf-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html' title='Saf Shalat Yang Utama Bagi Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-920139367317119849</id><published>2010-07-28T02:43:00.006+07:00</published><updated>2010-08-02T04:07:39.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Memakai Wewangian Ke Masjid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Zainab r.a. berkata: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apabila kalian (kaum perempuan) hendak pergi ke masjid, jaganlah memakai wewangian.&lt;/span&gt;" (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menjelaskan kebolehan perempuan untuk pergi ke masjid. Tentang kebolehan ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mereka sebagaimana ditetapkan para ulama dengan merujuk beberapa hadits. Imam An-Nawawi dalam Syarh An-Nawawi, juz 4, h. 161, menyebutkan beberapa diantaranya:&lt;br /&gt;(a.) Tidak memakai wewangian, perhiasan dan pakaian untuk pamer.&lt;br /&gt;(b.) Tidak membaur dengan kaum laki-laki sehingga bisa menimbulkan fitnah.&lt;br /&gt;(c.) Tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan dan sebagainya di perjalanan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/shalat-perempuan-di-masjid.html"&gt;Shalat Perempuan Di Masjid  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/saf-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Saf Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/tempat-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Tempat Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/sabar-menghadapi-musibah.html"&gt;Sabar Menghadapi Musibah  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-920139367317119849?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/920139367317119849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=920139367317119849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/920139367317119849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/920139367317119849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memakai-wewangian-ke-masjid.html' title='Memakai Wewangian Ke Masjid'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-6752840819049717766</id><published>2010-07-28T02:29:00.005+07:00</published><updated>2010-08-02T04:06:46.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Tempat Shalat Yang Utama Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah r.a. berkata: Rasulullah Saw. bersabda, "Sebaik-baiknya masjid (tempat shalat) bagi perempuan adalah rumah mereka sendiri." (H.R. Imam Ahmad, dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan bahwa tempat sholat yang paling baik bagi perempuan adalah rumahnya. Bahkan, dalam Hadits yang lain, Nabi Saw. menegaskan bahwa tempat sholat yang utama bagi perempuan adalah kamarnya. Hal ini semata-mata untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan kaum perempuan. Dengan demikian, kaum perempuan juga boleh shalat di masjid jika suaminya mengizinkan tanpa meninggalkan tugas-tugasnya dirumah. Sebab, masjid juga merupakan tempat ibadah kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/saf-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Saf Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memakai-wewangian-ke-masjid.html"&gt;Memakai Wewangian Ke Masjid  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/sabar-menghadapi-musibah.html"&gt;Sabar Menghadapi Musibah  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mendidik-anak-perempuan.html"&gt;Mendidik Anak Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-6752840819049717766?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/6752840819049717766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=6752840819049717766&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6752840819049717766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6752840819049717766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/tempat-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html' title='Tempat Shalat Yang Utama Bagi Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-6246106408775860706</id><published>2010-07-26T00:54:00.006+07:00</published><updated>2010-08-02T04:07:03.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Sabar Menghadapi Musibah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik r.a. bercerita. Suatu hari ketika sedang berjalan, Rasulullah Saw. bertemu dengan seorang perempuan yang sedang menangis di kuburan. Beliau Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bertakwalah kepada Allah Swt. dan berasbarlah!&lt;/span&gt;" Akan tetapi, perempuan itu berkata, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Enyahlah dariku, Kamu tidak merasakan musibah yang sedang menimpaku sehingga tidak mengetahui perasaanku.&lt;/span&gt;" Kemudian, ia diberi tahu bahwa orang yang tadi berbicara kepadanya adalah Rasulullah Saw. Seketika itu, perempuan tersebut bergegas pergi kerumah Rasulullah Saw. Ia mendapati Beliau tanpa pengawal. Ia berkata, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tadi aku tidak mengenalimu.&lt;/span&gt;" Beliu bersabda, "Sesungguhnya, kesabaran yang sempurna adalah pada saat tertimpa musibah." (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menegaskan beberapa hal sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, kesabaran dan ketabahan ketika ditimpa bencana akan mendorong seseorang meraih surga. Sebaliknya, ketidak sabaran merupakan sikap yang bertentangan dengan ketakwaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, kesabaran yang hakiki adalah menerima dengan lapang dada musibah yang minimpa sejak awal, bukan setelah musibah itu berlalu. Sebab, musibah yang berlalu segera terlupakan bersama berlalunya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, hadist di atas membolehkan menangis ketika ditimpa musibah, tetapi tanpa disertai ratapan. Menangis kala ditimpa musibah akan mendatangkan simpati dan kasih sayang orang lain. Namun, perlu diingat bahwa kasih sayang Allah akan diberikan kepada orang yang memiliki kasih sayang kepada mahluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Keempat&lt;/span&gt;, hadist di atas menganjurkan agar kaum muslimin mau menghibur dan meringankan beban orang yang sedang ditimpa musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, hadits di atas membolehkan perempuan berziarah kubur. Sebab, jika hal itu tidak dibolehkan, tentu Rasulullah Saw. akan melarang perempuan itu berziarah kubur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, hadits di atas menegaskan tentang sikap rendah hati dan keramahan Rasulullah Saw. kepada orang awam. Ketika perempuan itu tidak mengindahkan kata-kata Rasulullah karena tidak mengetahuinya, Beliau tidak marah dan bersikap ramah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, hadist di atas mengajarkan suatu tradisi yang baik, yaitu selalu melakukan amar ma'ruf nahi mungkar.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memakai-wewangian-ke-masjid.html"&gt;Memakai Wewangian Ke Masjid  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/tempat-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Tempat Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mendidik-anak-perempuan.html"&gt;Mendidik Anak Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/rahasia-bersedekah-dan-beristigfar.html"&gt;Rahasia Bersedekah dan Beristigfar  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-6246106408775860706?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/6246106408775860706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=6246106408775860706&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6246106408775860706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/6246106408775860706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/sabar-menghadapi-musibah.html' title='Sabar Menghadapi Musibah'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-1851747081549467038</id><published>2010-07-25T23:39:00.007+07:00</published><updated>2010-08-02T04:05:23.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Mendidik Anak Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al Asy'ari r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapa saja laki-laki yang mempunyai seorang anak perempuan, lalu memberinya pendidikan dengan sebaik-baiknya, mengajari perilaku terpuji dengan sebaik-baiknya, lalu menikahkannya, ia memperoleh dua pahala.&lt;/span&gt;" (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini mengegaskan bahwa memberikan pendidikan dan pengajaran kepada istri atau keluarga merupakan tanggung jawab suami. Begitu juga tanggung jawab terhadap anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendahuluan bukunya, Ibnu Sahnun menyebutkan bahwa Isa bin Miskin, seorang hakim yang sangat wara', senantiasa mengajari anak-anak perempuan dan para pelayannya. Seperti kata Iyadh, setiap kali menyelesaikan shalat ashar, Ibnu Sahnun memanggil kedua anak perempuan dan keponakan-keponakan perempuannya untuk belajar Al Qur an dan pengetahuan yang lain. Hal yang sama juga dilakukan penakluk Sisilia, Asad bin Al Furat, terhadap anak perempuannya, Asma' seorang perempuan yang rajin mengkaji ilmu dan memperoleh derajat yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seperti dikutip Abdullah Ulwan dalam Tarbiyah Al-Awlad, juz 2, h.278,Al Khusyini mengatakan seorang pendidik di istana Muhammad bin Al Aghlab senantiasa mengajar anak laki-laki pada siang hari dan anak perempuan pada malam hari.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/tempat-shalat-yang-utama-bagi-perempuan.html"&gt;Tempat Shalat Yang Utama Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/sabar-menghadapi-musibah.html"&gt;Sabar Menghadapi Musibah  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/rahasia-bersedekah-dan-beristigfar.html"&gt;Rahasia Bersedekah dan Beristigfar  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-menyakiti-istri.html"&gt;Larangan Menyakiti Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-1851747081549467038?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/1851747081549467038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=1851747081549467038&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1851747081549467038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/1851747081549467038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mendidik-anak-perempuan.html' title='Mendidik Anak Perempuan'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4606506059694932293</id><published>2010-07-25T22:20:00.006+07:00</published><updated>2010-08-02T04:05:09.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Rahasia Bersedekah dan Beristigfar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai kaum perempuan, bersedekahlah dan perbanyaklah memohon ampun kepada Allah Swt., karena aku melihat -pada malam isra'- kebanyakan penghuni neraka adalah dari jenis kalian.&lt;/span&gt;" Seorang perempuan bertanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah sebabnya kebanyakan penghuni neraka adalah dari jenis kami?&lt;/span&gt;" Beliau menjawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Karena kalian sering melaknat dan meremehkan apa yang diberikan suami. Aku juga melihat kebanyakan kalian memiliki kekurangan dalam akal dan agama.&lt;/span&gt;" Periwayat hadits ini bertanya, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kekurangan akal dan agama?" Beliau menjawab, "Kesaksian dua orang perempuan sebanding dengan kesaksian seorang laki-laki. Inilah yang dimaksud dengan kekurangan dalam akal. Selain itu, ketika sedang haid, perempuan tidak shalat dan tidak berpuasa selama beberapa hari, inilah kekurangan dalam agama.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan beberapa hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tentang seberapa besar kebutuhan perempuan terhadap nasihat dan peringatan, serta seberapa besar perhatian Rasulullah Saw. terhadap masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kemampuan akal bisa meningkat dan bisa menurun, sebagaimana halnya keberagamaan dan keimanan. Kekurangan akal dan keberagamaan pada perempuan disebabkan ketidaksempurnaan perannya dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama dan menggunakan akal, baikkarena sifat bawaan maupun karena sifat yang di usahakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pengingkaran terhadap nikmat yang diberikan suami adalah perbuatan tercela. Hal yang lebih tercela adalah kebiasaan melaknat, mencela dan berbicara kasar. Bahaya besar yang mengancam kaum perempuan adalah karena sifat-sifat tersebut mendominasi perilaku mereka. Hal ini pula yang menyebabkan kebanyakan mereka diancam dengan akibat yang buruk dan tempat kembali yang seburuk-buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini mendorong kaum prempuan agar mengenali cara terpenting dan jalan tercepat untuk menghindarkan diri dari neraka, yaitu dengan banyak bersedekah dan beristigfar.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/sabar-menghadapi-musibah.html"&gt;Sabar Menghadapi Musibah  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mendidik-anak-perempuan.html"&gt;Mendidik Anak Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-menyakiti-istri.html"&gt;Larangan Menyakiti Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mukmin-yang-terbaik.html"&gt;Mukmin Yang Terbaik  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4606506059694932293?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4606506059694932293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4606506059694932293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4606506059694932293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4606506059694932293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/rahasia-bersedekah-dan-beristigfar.html' title='Rahasia Bersedekah dan Beristigfar'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-8386851025835846906</id><published>2010-07-24T03:16:00.004+07:00</published><updated>2010-08-02T04:04:11.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Larangan Menyakiti Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Ayyas bin 'Abdullah bin Abu Dzubab: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan memukul hamba (perempuan) Allah Swt.&lt;/span&gt;" Kemudaian, Umar bin Khathab mendatangi Rasulullah Saw. seraya berkata, "Kadang-kadang kaum perempuan berbuat durhaka kepada suami mereka. Umar meminta keringanan agar dibolehkan memukul mereka. Namun sejumlah perempuan mendatangi istri-istri Nabi Saw. dan mengadukan perlakuan suami mereka. Oleh karena itu, Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bayak perempuan menemui istri-istri Muhammad untuk mengadukan perlakuan suami mereka. Suami-suami seperti itu bukanlah orang-orang terbaik.&lt;/span&gt;" (H.R. Abu Dawud, Ibn Majah, Al Darimi, Ibn Hibban, dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada kaitan erat antara keimana dan ahlak yang baik. Semakin baik ahlak seseorang, keimanannya pun semakin sempurna. Semakin baik sikap seseorang kepada orang lain dengan menampakkan wajah berseri, tidak menyakiti dan berbuat baik, keutamaannya pun semakin besar di sisi Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitan seperti ini berpengaruh besar terhadap hubungan di antara anggota-anggota masyarakat, khususnya kasih sayang kepada perempuan ketika keimanan kaum laki-laki berkaitan dengan tingkat kebaikannya kepada istri mereka, disamping menunjukkan ketinggian ahlak mereka. Beliau Saw. juga bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hanya orang mulia yang memuliakan perempuan dan hanya orang tercela yang merendahkan mereka.&lt;/span&gt;" Dalil yang paling kuat terhadap hal ini adalah bahwa seruan ini ditujukan kepada kaum muslimin agar menggunakan hukum syariat dan akal sehat dalam menyelesaikan perselisiahan dengan istri, bukan menggunakan perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun syariat membolehkan pemukulan terhadap istri, hal itu hanya boleh dilakukan dalam keadaan terpakasa. Selain membolehkannya, syariat juga mencela orang yang melakukannya sebagai kebiasaan. Syariat juga menyebutkan bahwa orang yang tidak menggunakan cara tesebut sebagai orang yang paling baik.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mendidik-anak-perempuan.html"&gt;Mendidik Anak Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/rahasia-bersedekah-dan-beristigfar.html"&gt;Rahasia Bersedekah dan Beristigfar  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mukmin-yang-terbaik.html"&gt;Mukmin Yang Terbaik  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-bersikap-buruk-pada-kaum.html"&gt;Larangan Bersikap Buruk Pada Kaum Wanita  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-8386851025835846906?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/8386851025835846906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=8386851025835846906&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8386851025835846906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8386851025835846906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-menyakiti-istri.html' title='Larangan Menyakiti Istri'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4309369617352204437</id><published>2010-07-24T02:53:00.003+07:00</published><updated>2010-08-02T04:03:55.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Mukmin Yang Terbaik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik ahlaknya, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap perempuan.&lt;/span&gt;" (H.R. Al Tirmidzi dan dia menilainya Hasan Shahih)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menegaskan bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik ahlaknya. Salah satu ahlak mulia adalah bersikap baik kepada istri, sebagaimana diperintahkan oleh Al Qur 'an ...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dan pergaulilah mereka (istri-istri) dengan cara yang makruf&lt;/span&gt; ... (Q.S. An Nisa [4]: 19). Dengan cara seperti ini, seorang suami akan menjadi mukmin terbaik.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/rahasia-bersedekah-dan-beristigfar.html"&gt;Rahasia Bersedekah dan Beristigfar  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-menyakiti-istri.html"&gt;Larangan Menyakiti Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-bersikap-buruk-pada-kaum.html"&gt;Larangan Bersikap Buruk Pada Kaum Wanita  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perintah-bersikap-baik-pada-wanita.html"&gt;Perintah Bersikap Baik Pada Wanita  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4309369617352204437?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4309369617352204437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4309369617352204437&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4309369617352204437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4309369617352204437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mukmin-yang-terbaik.html' title='Mukmin Yang Terbaik'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-4612168848136785551</id><published>2010-07-24T02:35:00.001+07:00</published><updated>2010-08-02T04:01:03.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Larangan Bersikap Buruk Pada Kaum Wanita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku ingatkan kepada kalian tentang hak dua orang yang lemah yaitu anak yatim dan perempuan.&lt;/span&gt;" (H.R. Imam Ahmad, Ibn Majah dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini memperingatkan perilaku nuruk terhadap perempuan, sebagaimana terhadap anak yatim. Hadits ini juga mengumpamakan perempuan dengan orang yang lemah dan tertawan, serta menjelaskan bagaimana syariat Islam mengharamkan sikap aniaya terhadap keduanya. Selain mengumpamakan perempuan dengan orang lemah yang tidak berdaya, Rasulullah Saw. juga mengumpamakan orang yang telah berumah tangga dengan orang yang tertawan. Beliau juga bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Janganlah mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-menyakiti-istri.html"&gt;Larangan Menyakiti Istri  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mukmin-yang-terbaik.html"&gt;Mukmin Yang Terbaik  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perintah-bersikap-baik-pada-wanita.html"&gt;Perintah Bersikap Baik Pada Wanita  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memilih-calon-suami.html"&gt;Memilih Calon Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-4612168848136785551?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/4612168848136785551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=4612168848136785551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4612168848136785551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/4612168848136785551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-bersikap-buruk-pada-kaum.html' title='Larangan Bersikap Buruk Pada Kaum Wanita'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-9199222379681050101</id><published>2010-07-24T01:53:00.001+07:00</published><updated>2010-08-02T04:01:29.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Perintah Bersikap Baik Pada Wanita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa beriman Kepada Allah Swt. dan Hari Akhir, hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya. Jagalah pesanku tentang kaum perempuan agar mereka diperlakukan dengan baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Oleh karena itu, jagalah pesanku tentang kaum perempuan agar mereka diperlakukan dengan baik." (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat hadits ini menyoroti kelemahan ilmiah perempuan. Dalam dirinya ada kebengkokan naluriah yang tidak bisa diluruskan oleh siapapun. Namun demikian, tuntunan kebijaksanaan Allah Swt., sebagaimana -termasuk kebijaksanaan-Nya- Dia menjadikan laki-laki memiliki kemampuan untuk memelihara hal ini dengan membawanya pada pergaulan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Ghazali -sebagaimana di kutip dalam Al Lu'lu wa Al Marjan karya Muhammad Fu'Ad 'Abdul Baqi, H.194- berkata, "salah satu kewajiban suami terhadap istri adalah memperlakukan dengan baik. Perlakuan baik kepadanya bukan hanya tidak menyakitinya, melainkan juga bersabar atas prilaku buruk, kelambanan dan kemarahannya untuk meneladani Rasulullah Saw. Ketahuilah bahwa istri beliau yang mengejek beliau dengan mengulang perkataan dan ada pula yang tidak memedulikan beliau hingga malam. Lebih dari itu, laki-laki dapat lebih bersabar atas perilaku istri dengan humor yang bisa menyenangkan hatinya."[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/mukmin-yang-terbaik.html"&gt;Mukmin Yang Terbaik  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-bersikap-buruk-pada-kaum.html"&gt;Larangan Bersikap Buruk Pada Kaum Wanita  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perempuan-dalam-al-qur.html"&gt;Perempuan Dalam Al Qur 'an  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memilih-calon-suami.html"&gt;Memilih Calon Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-9199222379681050101?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/9199222379681050101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=9199222379681050101&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/9199222379681050101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/9199222379681050101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perintah-bersikap-baik-pada-wanita.html' title='Perintah Bersikap Baik Pada Wanita'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-8251217803173414890</id><published>2010-07-21T01:50:00.001+07:00</published><updated>2010-08-02T03:59:33.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Memilih Calon Suami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. bersabda, "Janganlah menikahkan seorang janda sebelum meminta pendapatnya dan janganlah menikahkan perawan sebelum meminta persetujuannya." Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa tanda persetujuannya?" Beliau menjawab, "Ia diam -bila malu berbicara." Dalam redaksi dari Muslim disebutkan, "Seorang janda lebih berhak atas dirinya dari pada walinya." (H.R. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan hak perempuan untuk memperoleh kebebsan dalam memilih suami. Oleh karena itu, anak gadis boleh dinikahkan hanya bila telah dimintai persetujuannya, dan janda hanya boleh dinikahkan bila telah dimintai pendapatnya. Hal ini bukan berarti bahwa mereka boleh menikah tanpa izin wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafizh berkata, "Dalam hal ini, tidak ada indikasi (dilalah) yang menunjukkan bahwa izin wali tidak diperlukan. Sebaliknya, ada indikasi yang kuat meminta izin wali dalam menikahkan perempuan: gadis atau janda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Nawawi juga mengomentari hak janda ini. Ia berkata, "Bahwa kata ahaqqu (lebih berhak) menunjukkan makna kesetaraan (musyarakah). Artinya, janda mempunyai hak atas dirinya dalam pernikahan dan walipun memiliki hak dalam hal terebut. Namun, hak jandalebih kuat dari pada hak wali. Oleh karena itu, apabila wali hendak menikahkannya dengan seorang laki-laki yang sederajat, tetapi janda itu menolaknya, ia tdak boleh dipaksa. Sebaliknya, apabila ia ingin menikah dengan seorang laki-laki yang sederajat, tetapi wali mencegahnya, wali tersebut boleh dipaksa. Seandainya wali tetap dengan pendiriannya, hakim (qadhi) boleh menikahkannya. Hal ini menunjukkan bahwa hak janda dalam penentuan pernikahan lebih besar dari pada hak wali.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/larangan-bersikap-buruk-pada-kaum.html"&gt;Larangan Bersikap Buruk Pada Kaum Wanita  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perintah-bersikap-baik-pada-wanita.html"&gt;Perintah Bersikap Baik Pada Wanita  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perempuan-dalam-al-qur.html"&gt;Perempuan Dalam Al Qur 'an  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/kesetaraan-perempuan-dan-laki-laki.html"&gt;Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-8251217803173414890?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/8251217803173414890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=8251217803173414890&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8251217803173414890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8251217803173414890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memilih-calon-suami.html' title='Memilih Calon Suami'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-8803314883691301395</id><published>2010-07-21T00:02:00.003+07:00</published><updated>2010-09-03T03:30:35.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Perempuan Dalam Al Qur 'an</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 192px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s1600/floral_violet.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah r.a.: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw., "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengapa kami -kaum perempuan- tidak disebutkan (keutamaannya) dalam Al qur 'an sebagaimana kaum laki-laki?&lt;/span&gt;" Rasulullah Saw. tidak segera menjawab. Namun, pada waktu yang lain, ku lihat Beliau berdiri di atas mimbar. Ketika itu, aku sedang minyisir rambut. Setelah selesai menggulung rambut, aku masuk ke salah satu kamar di rumahku. Kupasang pendengaranku di dekat atap masjid -yang ketika itu masih terbuat dari pelepah kurma, dan posisinya dekat dengan mimbar masjid. Aku dengar Nabi Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai manusia, sesungguhnya Allah Swt. berfirman dalam kitab-Nya, sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang memluk islam, laki-laki dan perempuan yang beriman, laki-laki dan perempuan yang taat [kepada Allah], laki-lai dan perempuan yang [berbuat] benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatan, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut [nama] Allah, bagi mereka, Allah menyediakan ampunan dan pahala yang besar. (QS Al Ahzab [33]:35)&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Ahmad, Al Nasa'i, dan Al Hakim yang menlainya sahih berdasarkan kriteria Al Bukhari dan Muslim.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s320/logo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496041214592357730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan beberapa hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, kegelisahan dan kekhawatiran kaum perempuan zaman Nabi Saw. (Shahabiyyat) karena Al Qur an tidak menyebutkan mereka sebagaimana kaum laki-laki. Kekhawatiran ini muncul akibat penilaian buruk mereka. Dengan tidak disebutkan dalam Al Qur an, mereka menganggap bahwa hal itu seakan-akan menunjukkan bahwa kedudukan mereka tidak seperti kedudukan laki-laki, meskipun mereka telah menunaikan semua kewajiban yang dibebankan kepada mereka. Mereka juga merasa bahwa kebajikan mereka tidak akan pernah setara dengan kebajikan yang dilakukan oleh laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan makna ayat yang dikutip dalam hadits di atas (Al Ahzab: 35), Muqatil berkata: "Ummu Salamah dan Anisah binti Ka'ab dari kalangan Anshar berkata kepada Rasulullah Saw., 'Mengapa Allah menyebutkan laki-laki, tetapi tidak menyebutkan perempuan sedikitpun dalam kitab suci-Nya? kami merasa khawatir jika kami tidak bisa berbuat kebajikan.' Kemudian, turunlah ayat tersebut." Demikian disebutkan dalam Tafsir Al Baghawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa sepulang dari Habasyah bersama suaminya, Ja'far bin Abi Thalib, Asma' binti 'Umais menemui istri-istri Nabi Saw. seraya berkata, "Adakah ayat Al Qur'an yang diturunkan berkenaan dengan kita?" Mereka menjawab, "Tidak Ada." Lalu Asma' menemui Rasulullah Saw. ia berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya kaum perempuan berputus asa dan merugi!" Rasulullah Saw. bertanya, "Apa sebabnya?" Asma' menjawab, "Karena kebaikan-kebaikan mereka tidak disebutkan -dalam Al Qur'an- sebagaimana kaum laki-laki." Kemudian, turunlah ayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, hadits di atas menggambarkan bagaimana cara Al Qur'an memberi ketenangan kepada kaum perempuan dan menghilangkan kegelisahan dan keraguan mereka. Dalam hal ini, Al Qur'an mengungkapkan drajat dan kedudukan perempuan dalam islam. Al Qur'an juga menegaskan, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam usaha menggapai drajat tertinggi dalam agama serta dalam memperoleh pahala dan ampunan dari Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, hadits di atas menggamarkan perhatian kaum perempuan pada awal islam dalam hal ketinggian cita-cita mereka, semangat (ghairah) mereka dalam agama, dan keinginan mereka untuk berlomba dengan kaum laki-laki dalam berbuat kebajikan dan mencapai drajat yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, hadits di atas menjelaskan perbedaan kedudukandan peranan perempuan dalam masyarakat islam, serta kadar kepercayaan diri dan keyakina yang dijamin dalam islam. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perintah-bersikap-baik-pada-wanita.html"&gt;Perintah Bersikap Baik Pada Wanita  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memilih-calon-suami.html"&gt;Memilih Calon Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/kesetaraan-perempuan-dan-laki-laki.html"&gt;Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/menjaga-rahasia.html"&gt;Menjaga Rahasia  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-8803314883691301395?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/8803314883691301395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=8803314883691301395&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8803314883691301395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/8803314883691301395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perempuan-dalam-al-qur.html' title='Perempuan Dalam Al Qur &apos;an'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TENxH1RlTKI/AAAAAAAAABI/uPA2EBqngLM/s72-c/floral_violet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-3863459426739975739</id><published>2010-07-19T03:52:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T03:29:17.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 Pesan Nabi Untuk Wanita'/><title type='text'>Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki</title><content type='html'>Dari 'A'isyah: Rasulullah Saw. bersabda, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya kaum perempuan setara dengan kaum laki-laki&lt;/span&gt;." (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Al-Darimi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 57px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s1600/logo1.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan tingkat persamaan perempuan dan laki-laki, serta kedudukan tinggi perempuan dalam padangan islam. Tentang hadits ini, Imam Khithabi berkata, "Dalam hadits ini terdapat pengetian fiqih, yaitu penegasan adanya qiyas dan hukum kesetaraan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/perempuan-dalam-al-qur.html"&gt;Perempuan Dalam Al Qur 'an  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/memilih-calon-suami.html"&gt;Memilih Calon Suami  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/menjaga-rahasia.html"&gt;Menjaga Rahasia  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/09/keutamaan-bersedekah-bagi-perempuan.html"&gt;Keutamaan Bersedekah Bagi Perempuan  [Baca]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-3863459426739975739?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/3863459426739975739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=3863459426739975739&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3863459426739975739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/3863459426739975739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/07/kesetaraan-perempuan-dan-laki-laki.html' title='Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TEXcXYqvFWI/AAAAAAAAABQ/f8qdid-NLUM/s72-c/logo1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6477273758782077186.post-7909111389957014416</id><published>2010-06-21T15:51:00.000+07:00</published><updated>2010-06-21T15:57:05.549+07:00</updated><title type='text'>Nasehat Ulama: Di Balik Musibah Gempa Bumi</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gempa Bumi, Di Antara Tanda Kekuasaan Allah][1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah menciptakan berbagai tanda-tanda kekuasaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki. Dia pun menetapkannya untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Dengan tanda-tanda tersebut, Allah mengingatkan kewajiban hamba-hamba-Nya, yang menjadi hak Allah ‘azza wa Jalla. Hal ini untuk mengingatkan para hamba dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (Qs. Al-Israa: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.” (Qs. Fushilat: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allag Ta’ala pun berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah (Wahai Muhammad): “Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain.” (Qs. Al-An’am: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab shahihnya, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala turun firman Allah Ta’ala dalam surat Al An’am [قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ], beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a: “Aku berlindung dengan wajah-Mu.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan (membaca) [أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ], beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a lagi, “Aku berlindung dengan wajah-Mu.” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Syaikh Al Ash-bahani, dari Mujahid tentang tafsir surat Al An’am ayat 65 [قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ], beliau mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah halilintar, hujan batu dan angin topan.  Sedangkan firman Allah [أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ], yang dimaksudkan adalah gempa dan tanah longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, bahwa musibah-musibah yang terjadi pada masa-masa ini di berbagai tempat termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah guna menakut-nakuti para hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Musibah Datang Dikarenakan Kesyirikan dan Maksiat yang Diperbuat]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Perlu diketahui), semua musibah yang terjadi di alam ini, berupa gempa dan musibah lainnya yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, itu semua disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat yang diperbuat. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Qs. Asy-Syuura: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri.” (Qs. An-Nisaa: 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala menceritakan tentang umat-umat terdahulu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Qs. Al-Ankabut: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kembali pada Allah Sebab Terlepas dari Musibah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, wajib bagi setiap kaum muslimin yang telah dibebani syari’at dan kaum muslimin lainnya, agar bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, konsisten di atas agama, serta menjauhi larangan Allah yaitu kesyirikan dan maksiat. Sehingga dengan demikian, mereka akan selamat dari seluruh bahaya di dunia maupun di akhirat. Allah pun akan menghindarkan dari mereka berbagai adzab, dan menganugrahkan kepada mereka berbagai kebaikan. Perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raaf: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala pun mengatakan tentang Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.” (Qs. Al-Maidah: 66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ, أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ, أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Qs. Al-A’raaf: 97-99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Perkataan Para Salaf Ketika Terjadi Gempa]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al ‘Allaamah Ibnul Qayyim –rahimahullah- mengatakan, “Pada sebagian waktu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan izin kepada bumi untuk bernafas, lalu terjadilah gempa yang dahsyat. Akhirnya, muncullah rasa takut yang mencekam pada hamba-hamba Allah. Ini semua sebagai peringatan agar mereka bersegera bertaubat, berhenti dari berbuat maksiat, tunduk kepada Allah dan menyesal atas dosa-dosa yang selama ini diperbuat. Sebagian salaf  mengatakan ketika terjadi goncangan yang dahsyat, “Sesungguhnya Allah mencela kalian.” ‘Umar bin Khatthab -radhiyallahu ‘anhu-, pasca gemba di Madinah langsung menyampaikan khutbah dan wejangan. ‘Umar -radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Jika terjadi gempa lagi, janganlah kalian tinggal di kota ini.” Demikian yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim -rahimahullah-. Para salaf memiliki perkataan yang banyak mengenai kejadian semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bersegera Bertaubat dan Memohon Ampun pada Allah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terjadi gempa atau bencana lain seperti gerhana, angin ribut dan banjir, hendaklah setiap orang bersegera bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, merendahkan diri kepada-Nya dan memohon keselamatan dari-Nya, memperbanyak dzikir dan istighfar (memohon ampunan pada Allah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi gerhana bersabda, “Jika kalian melihat gerhana, maka bersegeralah berdzikir kepada Allah, memperbanyak do’a dan bacaan istighfar.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dianjurkan Memperbanyak Sedekah dan Menolong Fakir Miskin]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ketika terjadi musibah semacam itu, dianjurkan untuk menyayangi fakir miskin dan memberi sedekah kepada mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ارْحَمُوا تُرْحَمُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayangilah (saudara kalian), maka kalian akan disayangi.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang di muka bumi, kalian pasti akan disayangi oleh Allah yang berada di atas langit.”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdul Aziz –rahimahullah- bahwasanya saat terjadi gempa, beliau menulis surat kepada pemerintahan daerah bawahannya agar memperbanyak shadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Yang Mesti Diperintahkan Pemimpin Kaum Muslimin kepada Rakyatnya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sebab terselamatkan dari berbagai kejelekan adalah hendakanya pemimpin kaum muslimin bersegera memerintahkan pada rakyat bawahannya agar berpegang teguh pada kebenaran, kembali berhukum dengan syari’at Allah, juga hendaklah mereka menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijakasana.” (Qs. At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ, الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar ; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Qs. Al-Hajj : 40-41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath-Thalaaq: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat semacam ini amatlah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Anjuran untuk Menolong Kaum Muslimin yang Tertimpa Musibah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah akan selalu menolongnya.”[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”[8] Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang mendorong untuk menolong sesama amatlah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Musimin, memberikan pemahaman agama, menganugrahkan keistiqomahan dalam agama, dan segera bertaubat kepada Allah dari setiap dosa. Semoga Allah memperbaiki kondisi para penguasa kaum Muslimin. Semoga Allah menolong dalam memperjuangkan kebenaran dan menghinakan kebathilan melalui para penguasa tersebut. Semoga Allah membimbing para penguasa tadi untuk menerapkan syari’at Allah bagi para hamba-Nya. Semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum Muslimin dari berbagai cobaan dan jebakan setan. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa untuk hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia&lt;br /&gt;Ketua Hai-ah Kibaril ‘Ulama’, Penelitian Ilmiah dan Fatwa&lt;br /&gt;‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 9/148-152, Majmu’ Fatawa wa Maqolaat Mutanawwi’ah Li Samahah As Syaikh Ibnu Baz, Mawqi’ Al Ifta’ (http://alifta.net)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggang, 14 Syawwal 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Yang mengalami tanda kurung semacam ini “[…]” di awal paragraf adalah tambahan judul dari penerjemah untuk memudahkan pembaca dalam memahami tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Tafsir Al Qur’an no. 4262 dan At Tirmidzi dalam Tafsir Al Qur’an no. 2991&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Jumu’ah no. 999 dan Muslim dalam Al Kusuf no. 1518&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya no. 6255.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dalam Al Birr wash Shilah no. 1847.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 5538 dan At Tirmidzi dalam Al Birr wash Shilah no. 1834.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Mazholim dan Al Ghodhob no. 2262 dan Muslim no. 4677 dengan lafazh yang disepakati oleh keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Diriwayatkan oleh Muslim dalam Adz Dzikr, Ad Du’aa dan At Taubah no. 4867 dan At Tirmidzi dalam Al Birr wash Shilah no. 1853.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz lahir pada tahun 1330 H di kota Riyadh. Dulunya beliau memiliki penglihatan. Kemudian beliau tertimpa penyakit pada matanya pada tahun 1346 H dan akhirnya lemahlah penglihatannya. Pada tahun 1350 H, beliau buta total. Beliau telah menghafalkan Al Qur’an sebelum baligh. Beliau sangat perhatian dengan hadits dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Beliau pernah menjabat sebagai Mufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia dan Ketua Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia). Beliau meninggal dunia pada hari Kamis, 27/1/1420 H pada umur 89 tahun. (Sumber: http://alifta.net/Fatawa/MoftyDetails.aspx?ID=2)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6477273758782077186-7909111389957014416?l=ibnuabdurrahim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/feeds/7909111389957014416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6477273758782077186&amp;postID=7909111389957014416&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7909111389957014416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6477273758782077186/posts/default/7909111389957014416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnuabdurrahim.blogspot.com/2010/06/nasehat-ulama-di-balik-musibah-gempa.html' title='Nasehat Ulama: Di Balik Musibah Gempa Bumi'/><author><name>ArraY BloG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18107671861971913548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rde27uWSMCg/TB8p2zJXR2I/AAAAAAAAAAo/TvZiKU09xfw/S220/islam-light.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
